nothing
Infeksi Virus Sinsisial Pernafasan - medicastore.com
nothing
Medicastore
Infeksi Virus Sinsisial Pernafasan

Infeksi_Virus_Sinsisial_Pernafasan.JPG

Sumber : www.mycme.com

 
DEFINISI

Infeksi Virus Sinsisial Pernafasan (Infeksi RSV) adalah suatu infeksi virus  yang menyerang saluran napas bagian bawah pada bayi dan anak- anak.

Sebagian besar anak yang berusia 2 tahun pernah terinfeksi virus ini. Angka kejadian infeksi RSV tertinggi ditemukan pada bayi berusia 2-6 bulan. Biasanya penyakit ini berlangsung selama 7-14 hari, tetapi beberapa kasus ada yang berlangsung sampai 3 minggu.

Pada akhir infeksi RSV, tubuh membentuk kekebalan terhadap virus, tetapi kekebalan tersebut tidak sempurna. Infeksi bisa kembali terjadi, tetapi biasanya tidak seberat infeksi sebelumnya.

PENYEBAB

Penyebabnya adalah RSV (respiratory syncytial virus). RSV adalah virus yang menyebabkan infeksi pada paru-paru dan saluran pernafasan bagian bawah. RSV mudah ditularkan melalui kontak fisik, seperti menyentuh, mencium dan berjabatan tangan dengan penderita. Penularan biasanya terjadi melalui percikan ludah atau benda-benda yang terkontaminasi oleh ludah penderita. Virus juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui mata maupun hidung. Di tangan, RSV bisa hidup selama setengah jam atau lebih. Virus juga bisa hidup selama beberapa jam pada tisu bekas. Penularan tertinggi terjadi pada hari ke 2-4, tetapi partikel-partikel virusnya bisa terus menyebar sampai 2 minggu setelah pilek mulai berhenti.

Pada bayi dan anak-anak yang masih sangat kecil, RSV bisa menyebabkan pneumonia, bronkiolitis dan trakeobronkitis. Pada orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar, RSV biasanya menyebabkan infeksi saluran pernafasan yang ringan.

Risiko terjadinya infeksi RSV ditemukan pada bayi yang:
- Lahir prematur
- Menderita penyakit paru menahun
- Menderita gangguan sistem kekebalan
- Menderita penyakit jantung tertentu
- Menghirup asap rokok
- Tinggal di lingkungan yang padat 
- Kakaknya sudah sekolah

GEJALA

Pada anak yang berumur kurang dari 3 tahun, RSV bisa menyebabkan infeksi saluran nafas bagian bawah seperti bronkiolitis atau pneumonia, dan pada kasus yang lebih berat bisa terjadi gagal nafas. Gejala mulai timbul dalam waktu 2-8 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa pilek, batuk berat, sakit tenggorokan, mengi, demam tinggi, sesak nafas, kulit membiru karena kekurangan oksigen (sianosis), retraksi otot pada sela iga karena anak berupaya keras untuk bernafas, dan laju pernafasan yang cepat.

Pada anak-anak yang lebih besar dan pada orang dewasa, gejalanya cenderung lebih ringan, mungkin menyerupai influenza (pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, batuk, demam ringan dan rasa tidak enak badan) atau sama sekali tidak menimbulkan gejala. Pada anak yang sebelumnya pernah menderita infeksi RSV, gejalanya cenderung lebih ringan.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan antara lain :

  • Rontgen dada (bisa menunjukkan adanya pneumonia atau bronkiolitis)
  • Serologi RSV
  • Analisa gas darah arteri
  • PENGOBATAN

    Anak sebaiknya minum banyak cairan (baik air putih maupun jus buah) agar lendir hidung lebih encer dan mudah dikeluarkan. Untuk mengencerkan lendir hidung, jika perlu, bisa menggunakan tetes hidung yang mengandung larutan garam.

    Untuk menurunkan demam sebaiknya gunakan Acetaminophen, jangan memberikan Aspirin kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye.

    Infeksi RSV tidak diobati dengan antibiotik, karena antibiotik tidak dapat melawan virus. Jika terjadi pneumonia berat, kadang diberikan obat anti-virus. Bayi yang menderita pneumonia berat mungkin perlu dirawat di rumah sakit guna mendapatkan terapi pernafasan khusus, seperti oksigen dan obat-obatan untuk melebarkan saluran nafas.

    PENCEGAHAN

    Cara yang paling sederhana untuk membantu mencegah terjadinya infeksi RSV adalah mencuci tangan sesering mungkin, terutama sebelum merawat bayi. Beberapa tindakan berikut bisa membantu melindungi bayi dari infeksi RSV:

    • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat setiap kali sebelum merawat bayi
    • Penderita pilek atau selesma sebaiknya tidak berada dekat bayi atau jika terpaksa, gunakan masker. Mencium bayi bisa menularkan infeksi RSV.
    • Anak-anak sangat sering menderita infeksi RSV dan infeksi ini mudah menular diantara anak-anak, karena itu jauhkan anak yang terinfeksi dari adiknya yang masih bayi
    • Jangan merokok di dekat bayi karena asap rokok meningkatkan risiko infeksi RSV
    REFERENSI

    - L, Catherine L. Respiratory Syncytial Virus. KidsHealth. 2012.

    - Mayo Clinic. Respiratory Syncytial Virus. 2011.

    Saras Subur Ayoe

    Obat Terkait
     
    Dokter Terkait
    - DR ANAK SUBSPESIALIS INFEKSI
    - DOKTER SPESIALIS ANAK
     
    Artikel Terkait
    - Obstructive Sleep Apnea (OSA)
     
    Penyakit Terkait
     

    Info Penyakit

    Tonsilitis (Radang Amandel)
    Tonsilitis (Radang Amandel)

    Deskripsi : Tonsilitis adalah peradangan yang terjadi
    Baca selengkapnya »

    Cacar Air (Varicella)
    Cacar Air (Varicella)

    Deskripsi : Cacar Air (Varisela,
    Baca selengkapnya »

    Tentang Produk

    CEREBROFORT GOLD JERUK 200 ML

    Syrup rasa jeruk 200 ml x 1's

    FEMOSA CAPLET

    Kaplet Salut selaput 5 x 6's

    Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
    Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
    ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
    All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com