medicastore.com
Cari info penyakit | Cari info obat | Cari dokter
RSS    
Medicastore > Seminar Kesehatan
Dampak Insomnia Terhadap Kesehatan Tubuh
05-06-2010 | Bekti-medicastore.com
EmailEMAIL  | PrintPRINT  | RSSRSS
 
Insomnia atau susah tidur diartikan sebagai persepsi atau keluhan atas berkurangnya waktu tidur dengan gejala-gejala sebagai berikut : kesulitan untuk tidur, terjaga dari tidur berulang kali dengan kesulitan untuk tidur kembali, terjaga dari tidur terlalu dini atau tidur yang tidak memulihkan/menyegarkan serta telah berlangsung setidaknya selama satu bulan.

Insomnia sendiri berdampak merugikan karena dapat menyebabkan kurang maksimalnya pemanfaatan waktu di sepanjang hari sehingga menyebabkan turunnya produktivitas & kualitas hidup, meningkatnya absensi di pekerjaan & kecelakaan kerja, serta dapat menimbulkan gangguan fisik & psikiatrik. Demikian diungkapkan oleh Dr.dr. Nurmiati Amir, SpKJ (K) dalam press conference pada acara Konferensi Nasional III Psikoterapi 2010, di Novotel Hotel, Sabtu 1 Mei 2010.


Ki-ka : dr. Bernardus Sidharta (PT. Takeda Indonesia); Moderator; Dr.dr. Nurmiati Amir, SpKJ (K); dr. Tun. K. Bastaman, SpKJ (K) (Ketua PDSKJI); Dr. Petrin Redayani L.S, SpKJ (Ketua Panita Konas III Psikoterapi 2010)


Dr. Nurmiati juga menambahkan bahwa untuk penanganan insomnia perlu dilakukan secara komprehensif, karena penyebab insomnia sendiri dapat berasal dari gangguan fisik atau psikologik. Menurut beliau, langkah pertama dalam penatalaksanaan insomnia adalah pemeriksaan pasien, baik secara fisik ataupun psikologik. Pemeriksaan fisik misalnya pemeriksaan penyakit tertentu seperti hipertensi, RA, gangguan hormonal dll. Sedangkan pemeriksaan psikologik misalnya depresi, ansietas, gangguan kepribadian dll. Apabila terdapat gangguan fisik, maka gangguan tersebut harus ditangani terlebih dahulu, baru kemudian terapi farmakologi dengan memberikan obat yang aman & tidak menimbulkan ketergantungan untuk mengatasi insomnia dapat diberikan. Selain terapi farmakologi, terapi non farmakologi seperti misalnya terapi tingkah laku (Cognitive Behavioral Therapy) dapat pula diberikan untuk dapat merubah prilaku & kognisi seseorang terkait dengan masalah tidur.

insomniaTidur terutama pada malam hari sangat penting untuk kesehatan tubuh & hal tersebut tidak dapat digantikan oleh tidur pada waktu lain. Karena pada tidur malam hari metabolisme otak diperbaiki, neuron juga teraktifasi sehingga meningkatkan daya ingat & juga sistem kekebalan tubuh meningkat. Apabila mengalami insomnia maka dapat berakibat kurangnya konsentrasi, menurunnya daya ingat, menurunnya kemampuan berbahasa, timbulnya gangguan psikiatrik (depresi,ansietas dll) serta gangguan kesehatan lain.

Di Indonesia sendiri, prevalensi penderita insomnia diperkirakan mencapai 10 %, yang artinya dari total 238 juta penduduk Indonesia, sekitar 23 juta jiwa diantaranya menderita insomnia, baik untuk jenis insomnia transien (kesulitan tidur < seminggu), jenis insomnia jangka pendek (berlangsung 1-4 minggu) ataupun jenis insomnia kronik (berlangsung > 4 minggu). Tetapi karena kurang dianggap penting, maka banyak juga orang yang tidak menyadari dirinya mengalami kesulitan tidur atau kurang mencari pertolongan untuk mengatasi masalah tersebut.

Pada acara kemarin, Dr. Nurmiati juga menyebutkan bahwa tidur merupakan hal yang bersifat individual, dalam arti kebutuhan tiap orang untuk tidur yang berkualitas dapat berbeda-beda, jadi tidak dapat disama ratakan waktu tidur yang sama untuk tiap orang. Tetapi rata-rata kebutuhan tidur untuk orang dewasa antara 5-8 jam setiap harinya, sedangkan pada anak-anak lebih lama lagi & pada orang tua biasanya makin pendek. Salah satu ciri yang menandakan bahwa tidur yang kita alami merupakan tidur yang berkualitas adalah : adanya rasa segar di pagi hari & tidak mengantuk di siang hari.
Total Hit : 4613
Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
*Kesehatan Holistik pada 20-07-2010, menulis:
 Terjadinya insomnia karena terjadinya ketidakselarasan/ketidakseimbangan antara ketegangan akibat pekerjaan dan rileksasi yang dilakukan. jadi yasng bisa menyelesaikan masalah adalah kita sendiri, bukan dokter
*fatiyah pada 17-07-2010, menulis:
 saya penderita Insomnia Akut. Saya sudah menderita Insomnia sejak umur saya 12-13 tahun (SMP). Saya tidur diatas jam 1 pagi. Saya pernah minum obat Lelap sampai 2 tablet sekaligus, tapi tidak ampuh untuk menghilangkan Insomnia saya. Walaupun tidur saya jam 1,2 atau 3 pagi, tapi saya masih bisa bangun jam 5 pagi untuk siap2 berangkat kerja. Mungkin karena efek Insomnia tersebut, ending-nya saya menderita Vertigo...
*Dita Milina pada 17-06-2010, menulis:
 Tapi, kebanyakan orang malah tidak memperdulikan insomnianya karena tidak tahu bahaya insomnia.
*Mahmulah, S.Pd pada 06-08-2010, menulis:
 Saya menderita insomnia sudah hampir satu minggu, apakah karena vertigo yang saya derita?
*kartinah pada 06-07-2010, menulis:
 Insomnia topik yang sangat menarik untuk dilakukan penelitian, apakah ada kuesioner baku atau lembar observasi yang pas untuk digunakan
 Next
Email       :
Password :
  
Subscribe to newsletter medicastore.com

Powered by us.groups.yahoo.com

Grup Google
Ingin mendapat newsletter & promosi Medicastore? Join:
Email:
Kunjungi grup kami
 Artikel Kesehatan
 Berita Kesehatan
 Seminar Kesehatan
 Forum
 Komentar
  Contact Us | Copyright | Profil Medicastore
Cari info penyakit | Cari info obat | Cari dokter  
Home | Info Penyakit | Info Obat | Info Dokter | Artikel Kesehatan | Berita Kesehatan | Seminar | Newsletter | Forum | Kuis | Iklan | Apotik Online
Disclaimer