nothing
Informasi Kesehatan | Obat | Penyakit | 02129323456
nothing
Medicastore
Seminar Ayahbunda: Bijaksana Menggunakan Antibiotik Pada Balita
12-06-2006 | Scientific Medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
antibiotika_balita

Antibiotik merupakan salah satu obat terpenting yang pernah diciptakan manusia karena antibiotik membantu kita berperang melawan infeksi kuman/bakteri, sehingga menjadi penyelamat jiwa. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, keampuhan antibiotik semakin memudar.

Apa yang telah terjadi?Ternyata penggunaan antibiotik yang membabi buta menyebabkan obat ini kehilangan pamornya sebagai obat“istimewa”. Saat ini di seluruh belahan dunia, sebagian besar kuman penyebab infeksi serius sudah resisten (kebal) terhadap antibiotik. Kuman yang resisten ini disebut sebagai “superbugs.”

Menurut Dr. Purnamawati S Pujiarto, Sp.Ak, MMPed, dokter spesialis anak dari Yayasan Orangtua Peduli (YOP) yang juga pengasuh milis sehat, penggunaan antibiotik yang tidak rasional bukan hanya “merugikan” pasien terutama pasien anak-anak, tapi juga lingkungan sekitarnya. Lingkungan akan menjadi potensial terinfeksi oleh kuman yang sudah resisten antibiotik.

Kamis, 30 November 2006 lalu, di Ahmad Bakrie Hall- Klub Rasuna Jakarta, Majalah Ayahbunda mengadakan Jumpa Pakar Ayahbunda yang terakhir di penghujung tahun 2006. Seminar dengan tema “Bijak Menggunakan Antibiotik Pada Balita” ini dimoderatori oleh artis cantik yang baru 50 hari melahirkan putra kedua yaitu Moza Pramita.

Masalah superbugs ini sudah menjadi keprihatinan seluruh dunia seperti yang dinyatakan Ikatan Dokter Amerika, The American Medical Association (AMA) pada tahun 1995. “Seluruh dunia dihadapkan pada semakin maraknya kuman-kuman yang telah menjadi resisten/kebal terhadap semua antibiotik yang ada. Hal ini menimbulkan krisis luar biasa terhadap kesehatan masyarakat.”

Pembicara yang akrab disapa Bunda Wati mengungkapkan banyak kelirumologi yang berkembang di masyarakat seperti: “kuman itu jahat jadi perlu makan antibiotik” atau “untuk demam, batuk pilek, & diare juga perlu makan antibiotik,” dan lain-lain.

“Padahal sakit pada anak merupakan pembelajaran antibodi,” jelas Bunda Wati. Alam sudah membekali tubuh si kecil dengan sistem kekebalan yang dapat membantunya menghalau serangan kuman penyakit.

Hidup Bersama Bakteri

Disamping itu, bakteri & jamur adalah kawan kita sehari-hari. Bakteri jumlahnya trilyunan dan terdapat di udara, tanah, laut, pepohonan, makanan dan sebagian besar permukaan yang kita sentuh tiap hari. “Manusia tidak menjadi sakit karena tidak semua bakteri berbahaya,” ungkap Bunda Wati.

Mayoritas bakteri tidak jahat, bahkan menguntungkan. Kita dan tubuh kita justru membutuhkan bakteri karena membantu kesehatan kita. Saluran pencernaan kita “penuh” dengan bakteri (kurang lebih 500 jenis bakteri) yang berperan penting dalam sistem pencernaan kita.

Bakteri di usus berfungsi memperbaiki sel dinding usus yang sudah tua dan rusak, mengubah apa yang kita makan menjadi nutrisi yang dibutuhkan tubuh, memproduksi vitamin B & K, merangsang gerakan peristaltis usus sehingga tidak mudah mengalami konstipasi, serta menghambat berkembangbiaknya bakteri jahat dan secara tidak langsung mencegah tubuh kita tidak terinfeksi bakteri jahat.

Secara garis besar bakteri dapat digolongkan sebagai bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Bakteri gram positif umumnya menyebabkan infeksi di bagian atas diafragma dan lebih mudah dilawan dibandingkan bakteri gram negatif yang menyebabkan infeksi di bawah diafragma.

Kapan Butuh Antibiotik?

Antibiotik pun digolongkan menjadi dua, yaitu narrow spectrum (spektrum sempit) dan broad spectrum (spektrum luas). Narrow spectrum untuk membunuh bakteri yang sudah diketahui, sedangkan broad spectrum adalah antibiotik yang lebih kuat dan diperuntukan bakteri yang belum diketahui.

“Konsumen harus mengetahui kapan butuh antibiotik dan kapan jangan mengonsumsi antibiotik,“ sambung Bunda Wati. Antibiotik tidak bekerja pada colds & flu, sebagian besar batuk atau bronchitis, sebagian besar radang tenggorokan (sore throat), sebagian besar infeksi telinga dan sinusitas.

Jangan Gunakan Antibiotik

Menurut penelitian, ada empat kondisi yang umumnya diterapi antibiotik padahal tidak perlu, yaitu demam, radang tenggorokan, diare dan batuk.

Umumnya demam tidak berbahaya. Demam merupakan salah satu usaha tubuh dan sistem imun untuk memerangi infeksi. Tingginya demam tidak identik dengan beratnya penyakit. Demam bukan penyakit, melainkan gejala dan semacam alarm. Kebanyakan demam pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi virus.

Radang tenggorokan belum tentu infeksi. Radang atau inflamasi adalah merah, membengkak dan nyeri. Radang tenggorokan pada bayi dan anak umumnya disebabkan oleh virus sehingga tidak memerlukan antibiotik, sedangkan radang yang disebabkan kuman streptokokus membutuhkan antibiotik. Radang akibat infeksi kuman ini menyerang anak di atas usia 4 tahun.

Diare dengan atau tanpa muntah, umumnya akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Berikan cairan sesering mungkin agar anak tidak dehidrasi adalah hal yang penting. Perlu diketahui bahwa diare merupakan upaya tubuh untuk “membuang” segala sesuatu yang tidak berkenan di saluran cerna anak. Diare pada anak & bayi pun umumnya disebabkan infeksi virus.

Bunda Wati menjelaskan, “Batuk itu bukan penyakit.” Batuk merupakan refleks untuk membersihkan saluran napas. Kebanyakan batuk diebabkan oleh infeksi virus. Seperti penyakit yang sudah disebutkan sebelumnya, jangan meminta obat untuk menghentikan penyakit tapi pikirkan penyebabnya.

Infeksi yang disebabkan oleh virus hanya bisa diatasi dengan kekebalan tubuh. Antibiotik tidak berguna karena tidak dapat membunuh virus. Justru antibiotik dapat membunuh bakteri baik dalam tubuh kita.

Penggunaan Antibiotik yang Rasional

Berikut ini aturan pemakaian antibiotik yang lebih rasional:

  1. Seandainya anak kita membutuhkan antibiotik, pilihlah antibiotik yang hanya bekerja terhadap bakteri yang dituju. Dalam hal ini, antibiotik yang narrow spectrum.
  2. Untuk infeksi bakteri yang “ringan” (infeksi saluran napas atas/infeksi telinga dan infeksi sinus) yang memang perlu antibiotik, maka pilihlah yang bekerja terhadap bakteri Gram positif.
  3. Untuk infeksi kuman yang berat, seperti infeksi di bawah daerah diafragma (infeksi ginjal/saluran kemih, apendisitis, tifus, pneumonia, meningitis bakteri), pilihlah antibiotik yang juga membunuh kuman Gram negatif.
  4. Hindari pemakaian lebih dari satu antibiotik kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit.
  5. Hindari pemakaian salep antibiotik kecuali untuk infeksi mata.
Tanyakan penyebabnya

Dengan demikian, bila anak kita sakit, tanyakanlah penyebab semua gejala yang dialami oleh anak. Ingatlah bahwa demam, batuk, pilek, diare, muntah, radang tenggorokan merupakan gejala, bukan penyakit. Tanyakan, apakah penyebabnya infeksi atau bukan. Kalau infeksi, apakah disebabkan oleh virus atau kuman. Kemudian tanyakan apa yang harus dilakukan dan mengapa hal itu dilakukan.

Penggunaan antibiotik yang berlebihan akan merugikan, bahkan bisa membahayakan. Pasien dirugikan karena:

  1. Semakin sering mengonsumsi antibiotik, semakin sering kita jatuh sakit.
  2. Antibiotik merupakan karunia Tuhan yang tidak ternilai. Mari kita jaga dan lindungi karunia ini dengan cara penggunaan yang bijak dan rasional, agar dunia tidak “kehabisan” antibiotik. Jangan biarkan anak cucu kita menderita akibat ulah kita yang tidak bijak.
  3. Sakit semakin parah, semakin lama, angka kematian meningkat.
  4. Pemborosan, baik pasien, unit layanan kesehatan, dan negara. Penggunaan antibiotik yang berlebihan merugikan 3P, yaitu Planet, Patient dan Pocket.

Setelah tahu bahayanya penggunaan antibiotik yang tidak rasional, bagaimana dengan anda? Pilih “be smarter, be healthier” dong seperti motonya YOP.

Untuk mengundang liputan seminar kirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.

Total Hit : 4513
Saras Subur Ayoe

Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar
  Heppy17 Sep 2010
ya.... saya sekarang benar-benar menyadari kegunaan antibiotik dan kemudharatannya. Tapi terkadang saat konsultasi, dokter seperti memiliki status quo untuk menentukan pemberian antibiotik pada pasien.

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
  deslinar fitri16 Apr 2009
bagaimana penggunaan antibiotik pada pasien Tuberkulosis?

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 
Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com