nothing
Informasi kesehatan tentang ibu cerdas untuk kehamilan yg se
nothing
Medicastore
Ibu Cerdas, Kehamilan pun Sehat
07-11-2013 | Bekti-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Persiapan yang baik selama proses kehamilan dapat membuat ibu menjadi lebih tenang selama proes kehamilan & dalam menghadapi kelahiran sang buah hati. Demikian menurut Dr. Handi Suryana, Sp.OG, dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan RSPI-Puri Indah, dalam acara talk show tentang Smart Pregnancy, Smart Parentingsebagai bagian dari rangkaian acara ulang tahun ke-5 RS Pondok Indah-Puri Indah. Lebih lanjut, Dr. Handi menerangkan bahwa proses kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi yang baru lahir harus dihadapi dengan perasaan tenang dan menyenangkan. Ketenangan sangat mempengaruhi perkembangan janin saat dalam kandungan, sehingga memperlancar dan mempercepat proses kelahiran normal.

Persiapan sebelum hamil dapat meliputi pemeriksaan medik oleh dokter seputar riwayat penyakit dan keluarga, makanan, obat-obatan yang biasa dikonsumsi, riwayat kehamilan sebelumnya, serta masalah-masalah penundaan kehamilan setelah menikah. Sedangkan persiapan selama kehamilan antara lain dengan mengikuti program-program yang disediakan rumah sakit, seperti program senam hamil, relaksasi ibu hamil, informasi nutrisi dan ASI serta program Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Sebaiknya orang tua memilih fasilitas tempat persalinan untuk melahirkan dan perawatan bayi yang baik, aman, nyaman, menyenangkan, serta memenuhi standar kesehatan yang optimal,” ungkap Dr. Handi.

Dr. Handi juga menyarankan agar beberapa hal seperti pelayanan Emergency untuk wanita hamil beresiko tinggi, ketersediaan tim kebidanan dengan sertifikasi khusus bersama dokter spesialis kebidanan yang senantiasa berada di ruang jaga selama 24 jam, tersedianya unit perawatan intensif NICU (Neonatal Insentif Care Unit) dan ruang bayi Intermediate untuk bayi yang memerlukan penanganan khusus juga perlu dipertimbangkan dalam memilih rumah sakit untuk bersalin.

Selain itu, pada ibu hamil juga dapat terjadi perubahan-perubahan sesuai dengan usia kehamilannya. Pada awal kehamilan, akan terjadi berbagai perubahan, seperti mual, gangguan buang air besar, payudara membesar, puting dan areola menjadi lebih gelap, perut bagian bawah membengkak, dan cairan vagina bertambah. Dan, pada akhir kehamilan, dapat terjadi varises, wasir, sering buang air kecil, kaki bengkak, pinggang atau pundak terasa pegal dan linu.

Untuk meringankan keluhan-keluhan tersebut, Ibu hamil terutama pada kehamilan trisemester ke-3 atau 7-9 bulan kehamilan sebaiknya berolahraga ringan atau senam hamil. Saat senam hamil, selain dibimbing cara/ proses melahirkan yang nyaman, juga akan dipelajari tanda-tanda berbahaya pada masa kehamilan dan tanda-tanda mulai terjadinya proses persalinan,” lanjut Dr. Handi.

 Masih dalam acara yang sama,  spesialis Gizi Klinik RSPI-Puri Indah, Dr. Ida Gunawan, Sp.GK, mengemukakan bahwa gizi pada Ibu hamil dan pasca melahirkan juga harus diperhatikan. “Selama masa kehamilan, banyak perubahan yang akan dialami oleh Ibu, baik fisik maupun emosional. Oleh karena itu, Ibu yang sedang hamil membutuhkan lebih banyak zat gizi. Kebutuhan ini diperlukan untuk pertumbuhan janin, persiapan organ Ibu saat mengandung, melahirkan dan menyusui,” ungkap Dr. Ida.

 Untuk tetap langsing setelah melahirkan, prinsipnya mengatur keseimbangan antara asupan makanan (melalui diet) dan pengeluaran energi tubuh (dengan olahraga atau aktivitas fisik) serta harus dilakukan secara terus menerus.

 Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan program pelangsingan ini. Jika Ibu masih menyusui, diet tidak dilakukan secara ekstrim, namun berpedoman pada kaidah gizi lengkap dan seimbang. Beberapa penelitian mengatakan, dengan menyusui tubuh membakar sekitar 300-500 kkal/ hari yang setara dengan bersepeda selama 1 jam. Pemilihan jenis makanan lebih banyak pada sayur, buah, karbohidrat kompleks, lemak skim dan sumber protein rendah lemak serta cukup cairan. Selain itu, hindari makanan cepat saji. Makanlah dalam porsi kecil dan sering (biasanya diberikan dalam 6x pemberian dengan 3x makan utama berupa sarapan, makan siang, makan malam dan 3x snack).

 Jadwal makan sebaiknya dibagi dalam porsi kecil dan sering. Lebih baik makan 5-6 kali dalam porsi kecil daripada makan 3 kali dalam porsi besar. Adapun contoh pembagiannya dapat mengikuti pola sebagai berikut: sarapan-snack pagi-makan siang-snack sore-makan malam serta snack malam (jika masih terasa lapar boleh ditambahkan).

 “Dengan porsi sering, Ibu tidak perlu menahan lapar lebih lama sehingga pembakaran kalori dapat berlangsung maksimal. Untuk olahraga, mulailah dengan latihan-latihan ringan seperti berjalan, bersepeda dan jogging. Lalu intensitas dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kondisi tubuh. Jika timbul rasa tidak nyaman, maka olahraga harus dihentikan dan segera berdiskusi dengan dokter,” lanjut Dr. Ida.

 

 

 

Total Hit : 2315
Saras Subur Ayoe

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 
Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com