nothing
Seminar himbauan memilih lensa kontak warna yang aman
nothing
Medicastore
Prioritaskan Kesehatan dan Keindahan Mata dengan Memilih Lensa Kontak yang Tepat
16-04-2015 | dr.zaky hasan-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Seminar media "Prioritaskan Kesehatan dan Keindahan Mata dengan Memilih Lensa Kontak yang Tepat" diselenggarakan di daerah jakarta pusat ini bertujuan menghimbau masyarakat untuk selalu memprioritaskan kesehatan dan keindahan mata dalam memilih lensa kontak warna. Seminar media ini diselenggarakan oleh Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN) dan didukung oleh PT. Johnson & Johnson Indonesia.

Pembicara Dalam Seminar media "Prioritaskan Kesehatan dan Keindahan Mata dengan Memilih Lensa Kontak yang Tepat"

Seminar ini dibuka oleh Business Unit Head – Vision Care PT. Johnson & Johnson Indonesia, bapak Dodi Rukminto, dalam sambutannya ia mengatakan, “Seiring perkembangan zaman, banyak dari masyarakat yang selain menggunakan kacamata, juga menggunakan lensa kontak terutama lensa kontak warna, yang
berfungsi untuk membantu penglihatan ataupun kecantikan. Kami dari Johnson & Johnson, berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk-produk yang dihasilkannya.”

Secara prinsip, lensa kontak sebenarnya mempunyai fungsi yang sama dengan kacamata. Hanya saja ia melekat pada kornea mata. Secara teknis lensa kontak memang mampu menutupi beberapa kekurangan kacamata, antara lain lebih praktis, bebas embun, lapang penglihatan tertutupi 100%, tidak seperti kacamata yang dibatasi oleh tepi lensa kacamata, dan dalam beberapa kasus ia mengoreksi penglihatan lebih baik dibandingkan lensa kacamata.

Sifat lensa kontak yang bisa dibuat dalam berbagai macam warna juga menjadi daya pikat tersendiri. Lensa kontak warna banyak diminati oleh masyarakat, terutama kalangan muda. Selain karena dapat meningkatkan nilai estetika terhadap penggunanya, lensa kontak tersebut menawarkan beberapa kelebihan seperti lingkup pandang yang lebih sempurna serta keleluasaan dalam beraktivitas.

Bahkan saat ini lensa kontak sudah dilengkapi dengan UV protection dan teknologi pelembap dalam lensa seperti Lacreon atau Hydraclear. Teknologi ini yang berfungsi untuk menjadikan mata tetap lembap dan tidak mudah kering sehingga terasa lebih nyaman untuk dipakai dalam jangka waktu lebih lama. Akibatnya, lensa kontak bukan hanya berfungsi secara medis tapi juga untuk “mendongkrak” penampilan pemakainya. Fungsi kosmetik yang dimiliki lensa kontak ini pun membuat mereka yang penglihatannya normal tertarik memakainya.

Namun, pemakaian lensa kontak bukannya tanpa risiko. Di samping keunggulannya, lensa kontak pun memiliki beberapa sisi negatif. Di antaranya, menimbulkan mata merah yang disebabkan mata kurang oksigen dan kering, bahkan mengakibatkan gangguan penglihatan karena luka pada kornea.

Dan juga peredaran lensa kontak di Indonesia memiliki berbagai masalah, antara lain beberapa jenis lensa kontak tidak memiliki izin peredaran dari Kementerian Kesehatan RI, penjualan lensa kontak di online store, salon, gerai kecantikan, bahkan di tepi jalan yang tidak dilengkapi tenaga Refraksionis Optisien atau praktisi lensa kontak yang memahami aspek kesehatan mata. Untuk itu, masyarakat dianjurkan untuk memilih lensa kontak warna yang berkualitas tinggi dan terkontrol, serta membeli di optik yang terpercaya dan memiliki tenaga ahli dalam pelayanan pemeriksaan mata untuk lensa kontak warna.

Ketua Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN), Dian Leila Sari AMd RO, S.Pd, M.Kes pada kesempatan yang sama mengatakan, “Di tengah maraknya bisnis lensa kontak warna, beberapa masalah yang tidak diinginkan seringkali muncul, seperti lensa kontak warna yang tidak terdaftar di Kementerian Kesehatan RI, kualitas yang rendah dan tidak terkontrol sehingga dapat berdampak buruk pada mata. Di samping itu konsumen tidak patuh terhadap tata cara penggunaan lensa kontak, konsumen membeli lensa kontak warna di tempat yang tidak sesuai standar seperti di salon, di counter penjualan produk fashion/kecantikan, di internet, di apotik, dan lainnya. Konsumen seringkali langsung membeli lensa kontak warna tanpa pemeriksaan dan pengukuran mata terlebih dahulu kepada para Refraksionis Optisien atau praktisi lensa kontak.”

Oleh karena itu, ia berpendapat, “Masyarakat hendaknya membeli lensa kontak warna melalui optik resmi dan memiliki tenaga ahli kesehatan mata atau Refraksionis Optisien/Optometris yang sudah mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR). Saat ini masih banyak toko optik yang ternyata belum memiliki izin dan juga tenaga ahli kesehatan mata atau Refraksionis Optisien/Optometris yang teregistrasi dengan Kementerian Kesehatan. Masyarakat juga dihimbau untuk menggunakan produk lensa kontak warna yang sudah memiliki nomor ijin edar dari Kemenkes RI, karena lensa kontak warna harus dibuat berdasarkan standar kesehatan dan pabrikasi yang cukup baik agar tidak merusak mata penggunanya”.

Sedangkan dalam hal Jenis-Jenis Kontak Lensa terdiri dari beberapa jenis, yaitu lensa kontak keras (hard contact lens), lensa kontak lunak (soft contact lens), dan lensa RGP (Rigid Gas Permeable). Oleh karena hard lens merupakan generasi pertama lensa kontak, bentuknya yang masih kaku, dan belum dilengkapi dengan teknologi pelumasan mata serta sirkulasi oksigen, membuat hard lens sangat jarang sekali digunakan.

Masalah-masalah tersebut kemudian diatasi dengan pembuatan soft lens dan RGP. Tekstur soft lens lebih tipis dan lembut dibandingkan dengan RGP. Selain itu lensa kontak jenis soft lens memang jauh lebih banyak dijual di pasaran dan lebih populer digunakan, karena terasa lebih nyaman dan adaptasinya lebih singkat. Walaupun, dari segi kemampuan daya hantar oksigen, ketajaman penglihatan, dan tujuan koreksi astigmatisma/silindris, sebetulnya RGP lebih baik daripada soft lens.

lensa kontak merupakan alat bantu untuk penglihatan. Namun, penglihatan yang sempurna membutuhkan kornea yang sehat. Dan untuk itu, kornea membutuhkan asupan oksigen yang tinggi. Ketika kornea tidak mendapatkan oksigen yang cukup, gejalanya tidak dirasakan secara langsung oleh pengguna lensa kontak, melainkan hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan dokter mata. Salah satu masalah yang cukup sering terjadi akibat pemakaian lensa kontak yang kurang terkontrol yaitu gejala kekurangan oksigen pada mata.  

Gejala berat mata kekurangan oksigen yang dapat dirasakan pengguna lensa kontak adalah perih pada mata, silau (tidak tahan cahaya), dan buram karena kornea mata mengeruh atau membengkak. “Bila gejala ini berlangsung terus-menerus, kornea mata makin lama makin mudah mengalami infeksi. Mereka yang menggunakan lensa kontak dan bekerja lama di depan layar komputer, ruangan kering ber-AC, atau terpapar asap, sangat rentan mengalami kekurangan oksigen di mata. Penyebab utama kekurangan oksigen adalah penggunaan lensa kontak yang tingkat oksigennya rendah.“

dr. Yulia Aziza Sp.M, Hubungan Masyarakat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) menjelaskan, “Bila akan menggunakan lensa kontak warna untuk keperluan kosmetik, dianjurkan terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter spesialis mata dalam menentukan kesehatan mata. Banyak yang menggunakan lensa kontak warna sebagai penunjang kegiatan mereka sehari-hari, namun sebagian besar dari mereka masih kurang peduli terhadap faktor kesehatan mata dalam menentukan produk yang akan dibeli dan perawatan lensa kontak yang dipakai.”

Ia melanjutkan, “Kadar Oksigen yang didapatkan oleh kornea mata harus cukup tinggi. Masalah yang cukup sering terjadi akibat pemakaian lensa kontak warna yang kurang terkontrol yaitu gejala mata kering serta kurang Oksigen. Pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata juga penting agar kesehatan mata tidak terganggu akibat penggunaan lensa kontak warna dalam jangka waktu yang lama. Pastikan pigmen pewarna pada lensa kontak warna tidak berada pada bagian permukaan (depan maupun belakang) lensa kontak. Pigmen warna pada lensa kontak warna harus berada atau terbungkus di dalam lensa kontak tersebut, atau lebih tepatnya terjepit di antara 2 lapisan bening (lapisan depan dan belakang) agar tidak menimbulkan iritasi karena alergi, abrasi (luka atau baret), maupun infeksi pada kornea mata akibat gesekan langsung dengan pigmen warna.”

“Sangat dianjurkan bagi yang akan menggunakan lensa kontak, lebih selektif dalam memilih lensa kontak warna. Utamakan keamanan dan kenyamanan. Jika timbul keluhan atau masalah ketika memakai lensa kontak, maka segera menghubungi Ophthalmologist atau dokter mata,” himbaunya.

Lensa kontak dikategorikan berdasarkan cara pemakaian, yaitu lensa kontak sekali pakai atau harian (daily wear), lensa kontak dua mingguan (extended wear), lensa kontak bulanan (continuous wear). Semakin sering Anda mengganti lensa kontak semakin baik / memakai yang harian (daily wear), karena dapat mengurangi resiko infeksi atau radang mata karena perawatan yang kurang baik.

Seperti yang diutarakan Cheni Lee OD, FIACLE, dari Johnson & Johnson “Ditengah tengah masyarakat saat ini telah beredar lensa kontak warna ‘Harian’ yang sangat membantu bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi serta tidak ingin menghabiskan banyak waktu untuk melakukan perawatan lensa kontak warna untuk pemakaian berulang. Lensa kontak warna harian terbuat dari materi Hydrogel yang lembut dan fleksibel, serta meneruskan Oksigen ke mata. Lensa
kontak warna harian yang berkualitas lebih nyaman digunakan, memiliki masa adaptasi yang singkat serta biasanya dilengkapi juga dengan perlindungan dari sinar UV matahari yang berbahaya.”

Untuk memastikan kualitas softlens warna aman dipakai seperti softlens bening, terdapat dua faktor utama yang harus dipertimbangkan :

A. Pigmen warna harus tidak menyentuh mata dan tidak mudah berubah warna atau terlepas dari lensa. Pigmen warna yang dicetak di permukaan menyebabkan permukaan lensa menjadi kasar dan hal ini menimbulkan gesekan antara pigmen warna dengan mata dan seringkali pigmen warna dapat menyebabkan alergi.

B. Daya tembus oksigen pada seluruh permukaan lensa harus sama baik seperti softlens bening. Jadi pigmen warna harusnya dapat tembus oksigen.

Pemakaian lensa kontak telah dibuktikan sebagai pilihan yang aman dan sehat untuk membantu penglihatan manusia, berikut beberapa hal penting yang dapat disimpulkan dari seminar "Prioritaskan Kesehatan dan Keindahan Mata dengan Memilih Lensa Kontak yang Tepat" :

  • Mata perlu diperiksa oleh ahli mata / optisien yang profesional. Ahli mata akan menentukan jenis softlens yang cocok berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengukuran mata.
  • Pastikan memilih softlens warna yang sudah terdaftar / teregistrasi di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau regulator yang ditunjuk.
  • Lakukan pembelian softlens warna di Optik/ tempat pelayanan kesehatan yang terpercaya dimana terdapat tenaga ahli mata/ optisien sudah mempunyai STR (Surat Tanda Registrasi).
  • Ikuti cara perawatan, pembersihan, disinfeksi yang sudah dijelaskan oleh tenaga ahli mata profesional.
  • Jangan berbagi penggunaan lensa kontak dengan orang lain.
  • Bila mata merah, iritasi, bengkak, berair, nyeri, dan muncul rasa mengganjal setelah softlens dipakai, segera lepaskan softlens dan segera konsultasi dengan dokter spesialis mata.
  • Pilihlah lensa kontak sesuai kebutuhan. Jika lensa kontak dipakai dengan tujuan gaya hidup, bisa dipilih lensa kontak disposable  (sekali pakai).
  • Lensa kontak sebagai pengganti kacamata dengan masa pakai harian, memiliki beberapa masa pakai di antaranya bulanan, per tiga bulan, atau per enam bulan. Yang penting adalah menepati jangka waktu yang telah ditentukan. Apabila sudah kedaluarsa, jangan dipakai lagi.
  • Sangat dianjurkan untuk memilih lensa kontak dengan kadar air di atas 50%, untuk menghindari rasa kering pada mata, terutama bagi mata yang sensitif.
  • Mintalah petunjuk cara pemasangan lensa kontak yang baik dan benar kepada dokter mata atau tenaga kesehatan mata yang ada di optik.
  • Selalu cuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh dan memasang lensa kontak.
  • Bilas lensa kontak dengan cairan pembersih desinfektan sebelum pemasangan ke mata dan saat dilepas dari mata.
  • Cuci tempat lensa kontak setiap hari dan gantilah tempat lensa kontak secara teratur.
  • Jangan menyimpan lensa kontak dalam cairan yang tidak steril seperti air keran.
  • Jangan menggunakan lensa kontak saat tidur dan jangan dipakai saat tidur (overnight use), walaupun ada beberapa jenis lensa kontak yang aman dipakai saat tidur. Hal ini disebabkan mata yang tertutup akan kekurangan oksigen dan mempengaruhi pembengkakan pembuluh darah mata.
  • Hindari paparan terhadap debu dan kotoran yang bisa masuk ke daerah mata, menempel pada lensa kontak, dan bisa menyebabkan iritasi.
  • Jangan malas untuk menggunakan tetes mata khusus pengguna lensa kontak (lubrikan mata) agar mata tidak kering dan gatal.
  • Sebaiknya hindari penggunaan lensa kontak selama lebih dari 12 jam berturut-turut. Mata juga perlu berisitirahat dan mengambil oksigen tanpa terhalang lensa kontak.
  • Periksakan mata ke dokter mata secara teratur (minimal setahun sekali).
  • Jangan sepelekan keluhan-keluhan yang muncul saat memakai lensa kontak, seperti mata merah, gatal, berair, pandangan menjadi kabur, bengkak, dan sebagainya. Hentikan pemakaian lensa kontak segera, dan bila masalah berlanjut, segera hubungi dokter mata.
  • Selalu pakai lensa kontak terlebih dahulu sebelum memakai make up, agar tidak ada yang menempel pada lensa kontak. Demikian pula setelahnya, lepaskan lensa kontak terlebih dahulu sebelum menghapus make up.
Total Hit : 1574
Nutracare

Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 
Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com