nothing
AnimasiManis : Peningkatan Kesadaran Akan DM Melalui Animasi
nothing
Medicastore
AnimasiManis : Upaya Peningkatan Kesadaran Akan Diabetes Melalui Animasi
09-01-2015 | dr.zaky hasan-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Diabetes satu-satunya penyakit non infeksi dengan jumlah penderita sangat banyak dan tidak menurun. Saat ini diperkirakan 347 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes. Pada tahun 2012 diabetes menyebabkan kematian pada 1.5 juta orang. Lebih dari 80% kematian tersebut terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah. Sayangnya kesadaran akan penyakit diabetes masih tergolong rendah.

Para Nara Sumber Seminar Media : AnimasiManis

Diungkapkan Benoit Martineau, Presiden Direktur Sanofi Group Indonesia, masih terdapat dua isu utama terkait penyakit ini, khususnya yang terjadi di Indonesia. Yaitu :

  1. Masih banyaknya pasien diabetes di Indonesia yang masih tidak didiagnosa,
  2. Dan ketika didiagnosa sudah terlambat.

Banyak di antaranya tidak menyadari terkena diabetes karena penyakit silent killer ini tidak memunculkan gejala. Sementara angka penderita diabetes di Indonesia sudah berada pada peringkat 5 dengan perkiraan jumlah pasien mencapai 9.1 juta jiwa.

Prof Dr Agung Pranoto, dr, MSc, SpPD-KEMD, FINASIM menuturkan, satu dari lima pasien tidak sadar kena diabetes. Maka diperlukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Kenapa pasien nggak sadar? Karena sebagian tidak timbul gejala, kalau sudah ada gejala sudah tinggi gulanya dan sudah komplikasi. Kalau sudah begitu, biaya pengobatan tidak sedikit. Maka dari itu, penting adanya kampanye agar tidak membebani," tutur Agung.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit diabetes, Sanofi Group bersama Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menghadirkan AnimasiManis. Yakni program edukasi dan komunikasi berupa kompetisi film animasi pendek mengenai diabetes melalui platform digital.

 Acara Seminar Media AnimasiManis

Pakar animasi yang menjadi salah satu dewan juri, Wahyu Aditya mengatakan Animasi sebagai salah satu saluran komunikasi memberikan tampilan visual yang menarik sehingga suatu istilah atau konteks dapat lebih mudah dimengerti. Selain itu, Animasi dapat menjangkau penonton juga lebih luas, mulai dari anak kecil hingga dewasa, dan diakses dengan beragam pilihan media yang ada sehingga lebih efektif untuk mengedukasi masyarakat.

Kepala Pusat Promosi Kesehatan KEMENKES RI yang juga menjadi salah satu dewan juri, dr. Eni Gustina, MPH menyampaikan pemanfaatkan animasi sebagai medium edukasi publik sebenarnya bukanlah hal yang baru dan KEMENKES telah lama menggunakan animasi sebagai salah satu upaya promosi kesehatan dalam bentuk komik dan film animasi, oleh karena itu kami sangat mendukung program AnimasiManis sebagai upaya dalam mengedukasi masyarakat mengenai penyakit diabetes.

Apa itu Diabetes?

Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi apabila pankreas tidak dapat memproduksi insulin secara cukup atau manakala tubuh tidak dapat memproses insulin yang dihasilkan secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur tingkat gula dalam darah (glukosa). Akibatnya jumlah atau konsentrasi glukosa atau gula di dalam darah melebih keadaan normal.

Konsentrasi gula darah dikatakan normal bila dalam keadaan puasa di pagi hari tidak melebihi 100 mg/dL. Sementara seseorang dikatakan mengidap diabetes ketika konsentrasi gula darah dalam keadaan puasa di pagi hari lebih atau sama dengan 126 mg/dL, dan 2 jam setelah makan akan sama atau lebih dari 200 mg/dL .

Hiperglikemia atau kenaikan gula dalam darah secara terus menerus akibat diabetes yang tidak terkontrol dapat
membawa kerusakan serius pada tubuh, seperti pada organ saraf, mata, dan ginjal. Berikut contoh link film animasi tentang diabetes : Apa Itu Diabetes?

Tipe- Tipe Diabetes

  • Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 ditandai dengan kurangnya insulin yang diproduksi sehingga membutuhkan tambahan asupan insulin setiap harinya. Hal ini pada umumnya disebabkan oleh reaksi auto-immune dimana sistem pertahanan tubuh menyerang sel yang memproduksi insulin. Sampai dengan saat ini belum diketahui apa penyebab diabetes tipe 1 dan
bagaimana cara mencegahnya.

Penderita diabetes tipe 1 hanya dapat memproduksi sedikit insulin atau malah tidak sama sekali. Penyakit ini dapat diderita pada usia berapa pun, tapi biasanya mulai dapat diketahui sejak anak-anak atau remaja. Penderita diabetes tipe 1 memerlukan asupan insulin setiap hari untuk dapat mengendalikan tingkat gula darahnya. Tanpa asupan insulin tambahan ini, diabetes tipe 1 dapat menyebabkan kematian.

  • Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 terjadi akibat dari ketidakmampuan tubuh untuk memproses insulin yang dihasilkan secara efektif. Hal ini ditandai dengan resistensi insulin atau kekurangan insulin yang dapat didiagnosa. Diabetes tipe 2 mencakup 90% dari penderita diabetes di seluruh dunia.

Diagnosis diabetes tipe 2 dapat muncul di usia berapa pun. Bisa saja penyakit ini tidak terdeteksi selama bertahuntahun, tapi lalu terdiagnosa manakala terjadi komplikasi atau melalui pemeriksaan rutin gula darah. Penyakit ini seringkali dihubungkan dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang memang dapat menyebabkan resistensi insulin dan tingginya gula darah. Penderita diabetes tipe 2 pada umumnya dapat menatalaksana penyakitnya melalui diet dan olahraga. Tetapi seiring berjalannya waktu, hal tersebut seringkali tidak lagi cukup. Pada akhirnya mereka memerlukan obat-obatan dan/atau insulin.

  • Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional (DG) adalah tingginya gula darah selama masa kehamilan. Hal ini terjadi pada 1 dari 25 kehamilan di seluruh dunia dan dapat menyebabkan komplikasi pada ibu dan bayi baik selama kehamilan ataupun pada saat kelahiran.

DG pada umumnya akan menghilang dengan sendirinya setelah masa kehamilan usai. Tapi wanita yang mengidap DG selama hamil, dan anak yang dilahirkannya beresiko lebih tinggi untuk kemudian terkena diabetes tipe 2 . Hampir setengah dari wanita yang pernah mengalami DG kemudian didiagnosa mengidap diabetes tipe 2 dalam 5-10 tahun
setelah melahirkan.

Gejala & Komplikasi

Gejala penyakit diabetes terjadi secara bertahan dan perlahan-lahan. Gejala awal yang ringan dapat berupa : sering haus, sering lapar, sering kencing, berkurangnya penglihatan (pandangan menjadi kabur), berat badan turun tanpa
sebab yang jelas, dan rasa lesu cepat lelah.

Kemudian dapat juga dirasakan kesemutan atau rasa baal, atau rasa sakit pada tangan dan kaki, kulit kering, gatalgatal serta infeksi pada kulit, gusi, kandung kencing atau vagina yang berulang dan proses penyembuhan yang lama. Lama kelamaan seiring dengan bertambah beratnya penyakit, diabetes dapat menimbulkan kerusakan organ jantung, peredaran darah, mata, ginjal, dan saraf. Kemungkinan komplikasi kronis yang paling umum adalah :

  • Stroke
  • Penyakit kardiovaskular yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah yang dapat mengakibatkan komplikasi fatal seperti penyakit jantung koroner
  • Penyakit ginjal yang dapat mengakibatkan gagal ginjal tahap akhir dan membutuhkan dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal
  • Kerusakan pada retina mata yang dapat menyebabkan kebutaan
  • Penyakit saraf yang dapat mengakibatkan ulserasi dan amputasi kaki dan tungkai bawah

Pencegahan

Gejala-gejala dan komplikasi kronis tesebut dapat dihindari dengan penanganan awal yang tepat dan teratur. Karena belum ada cara atau obat untuk menyembuhkan diabetes, maka tujuan dari pengobatan diabetes adalah mengurangi gejala dan mencegah komplikasi, memperbaiki kualitas hidup dan mengurangi biaya pengobatan.

Deteksi dini juga dapat mencegah terjadinya komplikasi. Melalui pemeriksaan gula darah yang sederhana dapat diketahui secara dini mengenai penyakit diabetes yang diderita dan diberikan pengobatan yang tepat.

Faktor Resiko

Faktor resiko untuk diabetes tipe 1 saat ini masih diteliti. Namun demikian memiliki anggota keluarga yang mengidap diabetes tipe 1 meningkatkan resiko untuk terkena diabetes tipe 1. Faktor lingkungan dan terpapar beberapa jenis
infeksi juga sering dihubungkan sebagai faktor resiko diabetes tipe 1.

Sementara untuk diabetes tipe 2, beberapa faktor telah dihubungkan dapat meningkatkan resiko. Beberapa diantaranya adalah:

  • Faktor keturunan, jika ada di dalam keluarga yang menderita diabetes
  • Obesitas atau berat badan berlebih
  • Faktor umur, berusia 45 tahun atau lebih
  • Gaya hidup: pola makan tidak sehat dan ketidakaktifan fisik
  • Pernah mengalami diabetes gestasional (glukosa darah tinggi selama hamil)
  • Etnisitas, tingkat penderita diabetes tipe 2 ditemukan lebih tinggi pada ras yang berasal dari Asia, Afrika, dan penduduk asli Amerika dan Australia

Hidup Dengan Diabetes

Sampai saat ini belum ada obat untuk diabetes, tapi penyakit ini dapat dikelola agar penderitanya bisa hidup secara normal. Menyeimbangkan antara pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat akan dapat mengendalikan berat badan dan mempertahankan tingkat gula dalam darah pada level normal. Ini dapat menghindarkan komplikasi sehingga penderita diabetes dapat hidup secara normal dan berkualitas.

Hidup dengan diabetes tipe 1

Pada dasarnya tata laksana yang tepat penyakit diabetes tipe 1 meliputi dua elemen: pengendalian tingkat gula darah dan insulin. Hal ini dapat dilakukan dengan injeksi insulin yang disesuaikan dengan tingkat gula dalam darah. Adapun pilihan insulin dan bagaimana pengaturannya harus dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter agar dapat dipilih yang paling sesuai kebutuhan.

Selain itu pola makan dan gaya hidup juga merupakan faktor penting bagi penderita diabetes tipe 1. Dengan gaya hidup sehat yang memasukkan olahraga dan kegiatan fisik makan tingkat gula darah akan lebih stabil. Dan dengan mengerti bagaimana berbagai makanan dapat mempengaruhi tingkat gula dalam darah maka dapat ditentukan pola makan yang lebih sesuai.

Hidup dengan diabetes tipe 2

Manakala didiagnosa terkena diabetes tipe 2, banyak orang merasa putus asa karena mengira hidupnya sudah berakhir atau mereka tidak mampu lagi melakukan segala sesuatu seperti sebelumnya. Ini adalah persepsi yang salah, karena ada banyak cara untuk dapat tetap mempertahankan kualitas hidup walaupun sudah terkena diabetes tipe 2. Yang perlu dilakukan hanyalah mengubah rutin harian agar lebih sehat dan dapat mengendalikan tingkat gula dalam darah.

Bagaimana caranya?

  • Pilih makanan apa, berapa banyak, dan kapan
  1. Makan lebih banyak untuk jenis makanan: sayur-sayuran, buah-buahan, gandum, lemak tak jenuh, produk susu, dan daging tanpa lemak
  2. Kurangi porsi makanan
  3. Tidak memakan satu jenis makanan secara berlebihan
  4. Makan lebih sering dengan interval yang tetap sepanjang hari
  5. Tidak melewatkan jam makan
  • Menjadi lebih aktif secara fisik
  1. Kegiatan aerobik (jalan/lari, bersepeda, berenang)
  2. Aktif sepanjang hari (gunakan tangga daripada lift/escalator)
  3. Melatih otot (angkat beban)
  4. Melatih fleksibilitas (peregangan dan yoga)
  • Mengikuti pengobatan sesuai yang disarankan dokter. Penggunaan obat/tablet yang diminum secara rutin, dapat membantu untuk:
  1. Meningkatkan produksi insulin dari pankreas
  2. Membantu tubuh dalam menggunakan insulin secara lebih efisien
  3. Membantu pankreas dan tubuh dalam mengontrol kadar gula darah
  4. Memperlambat proses pencernaan karbohidrat dari makanan
  • Memeriksa tingkat gula darah secara berkala
  • Mengenali diabetes lebih lanjut

Yang diharapkan melalui program AnimasiManis ini, informasi mengenai penyakit diabetes dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, mencetuskan keingintahuan masyarakat akan penyakit ini, dan bagi pasien dapat memotivasi untuk dapat mengelola penyakitnya secara lebih baik guna mempertahankan kualitas hidup.

Sementara bagi praktisi kesehatan, sarana edukasi berupa animasi dapat turut meringankan dan mempermudah pengenalan penyakit diabetes di lingkungan klinik, puskesmas, rumah sakit, dan tempat pelayanan kesehatan lainnya. Dengan edukasi berupa animasi yang tersebar luas di masyarakat melalui berbagai media yang tersedia, dapat menghilangkan kepercayaan-kepercayaan yang salah terhadap pengelolaan diabetes sehingga pada akhirnya dapat membantu dokter ketika memberikan penjelasan mengenai permasalahan diabetes kepada pasien secara individu maupun kepada masyarakat secara umum.

Total Hit : 1052

Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 
Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com