nothing
Informasi Kesehatan | Obat | Penyakit | 02129323456
nothing
Medicastore
Peluncuran Kampanye Bantu Cegah Kanker Serviks<font color="#FFFFFF"> seminar</font>
27-04-2007 | Scientific Medicastore
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 
kampanye kanker serviks

ki-ka: Annisa Pohan; Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K); Prof. Dr. dr. Sjamsuridjal Djauzi, SpPD, KAI; Ny. Adiati Arifin M. Siregar; Ira Wibowo; Chika Putri Bagaskara; dr. Nugroho Kampono, SpOG; dr. Boy Abidin, SpOG



Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa kanker serviks adalah penyakit kanker nomor dua terbanyak yang diderita oleh kaum perempuan di seluruh dunia.

Sangat penting untuk memberikan kesadaran pada remaja putri akan bahaya kanker serviks yang telah membunuh 8000 perempuan setiap tahunnya dan upaya pencegahan yang mungkin dilakukan.

Kampanye edukasi masyarakat tentang kanker serviks, penyebab dan upaya pencegahannya telah diluncurkan di Jakarta, 18 April 2007 dan akan berlangsung sepanjang satu tahun penuh.

“Bantu Cegah Kanker Serviks!” dibentuk agar dapat memberikan pengetahuan pada para perempuan tentang penyakit ini dan konseksuensinya.

Untuk menyediakan informasi kritis tentang kanker serviks bagi para perempuan, website www.cegahkankerserviks.org (website ini akan segera berjalan dalam jangka waktu 1-2 bulan ke depan).

Website ini akan menjadi sumber informasi penting yang memuat uraian fakta-fakta utama tentang HPV dan kanker serviks sehingga setiap perempuan dapat membekali dirinya untuk mencegah kanker serviks.

Sumber informasi yang mudah diakses dan digunakan ini akan mempermudah para perempuan mencari topik yang mungkin sulit untuk didiskusikan, baik dengan dokter atau dengan keluarga mereka.

Ira Wibowo (39) dan Annisa Pohan (25) bertugas sebagai duta kampanye yang akan menjangkau perempuan-perempuan Indonesia dan menghimbau mereka untuk mencari lebih lanjut tentang upaya perlindungan diri dan anak-anak mereka.

Annisa Pohan akan menjangkau perempuan profesional dewasa muda yang seringkali disibukkan oleh tantangan di lingkuangan pekerjaan. Ira Wibowo yang telah memiliki 3 anak, berharap dapat memotivasi perempuan yang lebih tua serta para ibu untuk berbicara dengan dokter-dokter mereka tentang pencegahan kanker serviks.

Sebagai ibu, Ira juga ingin menggugah para perempuan untuk mulai berpikir tentang kesehatan anak-anak mereka, baik anak perempuan maupun anak laki-laki.

Ny. Adiati Arifin M. Siregar, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia juga ikut memberikan dukungannya, karena sudah menjadi misi YKI untuk mempromosikan setiap upaya untuk mengurangi masalah kanker di Indonesia.

Kanker Serviks, penyakit paling mematikan bagi perempuan Indonesia

Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada arean leher rahim atau serviks. Serviks adalah bagian rahim yang berhubungan dengan vagina.

Di seluruh dunia, kanker serviks adalah kanker kedua paling sering menyerang perempuan dan paling sering menyebabkan kematian pada perempuan.

Bahkan penyakit yang menular melalui hubungan seksual ini telah merenggut nyawa lebih dari 250.000 perempuan di seluruh dunia setiap tahunnya.

dr. Nugroho Kampono, SpOG (K) yang juga Ketua Komite Medik RSCM mengungkapkan bahwa kanker serviks merupakan penyebab kematian nomor satu pada perempuan di Indonesia. Diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut.

Badan Riset Kanker Internasional (The International Agency for Research on Cancer/IARC) menyimpulkan bahwa kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang telah ditemukan positif pada lebih dari 95% kasus kanker serviks.

HPV adalah sejenis virus yang menyerang manusia. Terdapat 100 tipe HPV dimana sebagian besar tidak berbahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya.

Virus ini menular menular melalui hubungan seksual, sehingga perempuan yang mulai berhubungan seksual pada usia di bawah 20 tahun serta sering berganti pasangan seksual berisiko tinggi untuk terkena infeksi HPV. dimana HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun).

Namun perlu diingat bahwa setiap wanita berisiko untuk terinfeksi HPV meskipun telah setia pada satu pasangan saja. Kemudian, paangan yang terinfeksi HPV akan elalu menjadi sumber penularan HPV bagi wanita.

Deteksi Dini Lesi Pra Kanker

Tidak banyak perempuan yang sudah menikah pernah melakukan tes papsmear. Tes pap smear (tes pap) dapat mendeteksi adanya sel yang tidak normal pada serviks secara dini.

Prof. Dr. dr. Sjamsuridjal Djauzi, SpPD, KAI menyayangkan tingkat kesadaran para perempuan untuk melakukan deteksi dini untuk mengetahui lesi (luka) pre kanker melalui pap smear sangat kurang.

“Padahal fatalnya kanker serviks baru timbul dalam kurun waktu 10-20 tahun mendatang,” jelas dr. Boy Abidin, SpOG. Jadi, kanker serviks bisa dideteksi asal perempuan mau periksa ke dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan.

Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K) yang akrab disapa Dr. dr. Ocvy menjelaskan bahwa ada cara lain untuk deteksi kanker serviks selain pap smear yaitu tes IVA. Tes ini menggunakan asam asetat atau asam cuka yang biasa dipakai di dapur.

Tes IVA ini cukup mudah dan murah meskipun tetap harus dilakukan oleh tenaga medis minimal bidan. Caranya dengan menyemprotkan asam asetat ke leher rahim kemudian setlah 2 menit dilihat warna serviksnya. Lesi pre kanker positif bila warna serviks berubah dari merah muda menjadi putih.

“Bantu Cegah Kanker Serviks”

Dr. dr. Ocvy menjelaskan bahwa kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang bisa dicegah. Segera datang dan konsultasi ke dokter. “Jangan tungu gejala, periksakan diri secara teratur,” saran Dr. dr. Ocvy.

Berdasarkan pengalamannya berpraktek, dr. Boy Abidin mengakui bahwa tidak semua perempuan mau dengan mudah periksa ke dokter apalagi melakukan tes papsmear. Banyak kendala pada perempuan untuk periksa, baik malu, merasa risih kalau dilihat dokter, tidak mau, tidak punya waktu, dll.

Ira Wibowo, aktris film senior yang telah berkarir lebih dari 20 tahun dan membintangi puluhan film layar lebar, sinetron drama dan FTV ini juga dikenal sebagai istri dan ibu yang penuh kasih bagi ketiga putra-putrinya.

Ira merasa sangat bangga bisa mendapat kesempatan menjadi duta atau ambassador program Bantu Cegah kanker Serviks. Sebagai ibu dari putra putri yang mulai beranjak dewasa, Ira sepenuhnya sadar bahwa penyakit ini mengintai siapa pun dan ingin melindungi orang-orang yang dicintai.

Ira Wibowo bersama putri tertuanya, Chika Putri Bagaskara, menjadi inspirasi bagi banyak wanita untuk dapat menjaga diri dan putri tercinta sebagai generasi penerus keluargadari infeksi HPV yang selanjutnya dapat menyebabkan kanker serviks.

Annisa Pohan, yang mulai dikenal di dunia entertainment melalui ajang Gadis Sampul dan Gadis Sunsilk berkat rambutnya yang indah ini menyatakan suka rela dan penuh semangat mengambil bagian dalam kampanye Bantu Cegah Kanker Serviks.

Annisa ingin menjangkau perempuan muda profesional yang seringkali terlalu sibuk untuk mempedulikan kesehatan diri. Annisa merasa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan himbauan seluas-luasnya kepada kaum perempuan Indonesia untuk melindungi diri dari kanker serviks.

Ada cara lain untuk mencegah kanker serviks yaitu dengan vaksin. Menurut Prof Dr. dr. Sjamsuridjal Djauzi, SpPD, KAI, vaksin akan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga bisa mencegah HPV. Namun, vaksin akan bermanfaat dalam mencegah kanker serviks bila dilakukan dalam cakupan yang besar, bukan hanya sebagian kecil yang divaksin.

Meskipun vaksin tersebut belum masuk ke Indonesia dan kemungkinan baru 4 tahun ke depan, Dr. Nugroho Kampono berkeyakinan bahwa vaksin perlu disosialisasikan kepada semua tenaga kesehatan. Vaksin HPV tersebut bisa digunakan untuk mencegah kanker serviks, kanker vagina dan kanker vulva, kutil kelamin.

Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain kirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.

Total Hit : 3718
Saras Subur Ayoe

Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar: seminar" />
  
Daftar Komentar
  no name20 Mar 2009
memang masih banyak wanita yang blm mengetahui tentang manfaat pap smear.jadi bagi patugas kesehatan terutama bidan&dokter obgyn harus tetap melaksanakan promosi tentang manfaat pap smear

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 
Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com