nothing
Informasi Kesehatan | Obat | Penyakit | 02129323456
nothing
Medicastore
Konferensi Pers: Simposium Mendengkur dan Obstructive Sleep Apnea (OSA), Another Sillent Killer
23-11-2007 | Sri - medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Tanggal 15 November 2007, di FKUI Salemba, Kelompok Kerja Snoring dan OSA (Obstructive Sleep Apnea) - Kelompok Studi Seminat Snoring dan OSA PPPerhati_KL dari Departemen THT FKUI/ RSCM, menggelar Konferensi Pers; Simposium Mendengkur dan Obstructive Sleep Apnea (OSA), Another Sillent Killer. Dengan pembicara:
Dr. Umar S Dharmabakti,SpTHT-KL(K)
Dr. Damayanti Soetijpto,Sp.THT-KL (K)
Dr. Syahrial MH, SpTHT


pembicara Snoring & OSA
Dalam acara tersebut, dijelaskan pula mengenai Mendengkur dan OSA , lengkap dengan penayangan video mengenai beberapa teknik penanganan mendengkur dan OSA. Diteruskan dengan kunjungan ke Klinik Mendengkur & OSA RSCM.



Snoring atau mendengkur adalah suatu penyakit yang tidak hanya mengganggu si pendengkur akibat kurang percaya diri, dan berkurangnya kualitas tidur tapi juga mengganggu ketenangan tidur orang lain, bahkan ada pasien dari Dr. Syahrial MH, Sp. THT yang datang karena mendengkur hingga ia harus pisah ranjang dengan istrinya selama 6 bulan ini.
Mendengkur merupakan suara getaran yang muncul pada saat tidur yang dihasilkan terutama waktu bernapas dan disebabkan oleh getaran langit-langit lunak (palatum mole) dan pilar yang membatasi rongga orofaring (bagian tengah faring).

Dengkur menunjukkan adanya obstruksi (sumbatan) pada sebagian saluran napas atas, yang berasal dari usaha udara untuk melewati saluran yang menyempit atau tersumbat. Dan bisa merupakan gejala penyakit Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau berhentinya napas saat tidur, sehingga bisa membahayakan jiwa.

OSA didefinisikan sebagai berhentinya aliran udara pernapasan selama 10 detik – 45 detik, yang disebabkan oleh sumbatan jalan napas. OSA selain dapat menurunkan kualitas hidup juga dapat memicu timbulnya sejumlah penyakit berbahaya seperti hipertensi, jantung koroner, stroke, disfungsi seksual bahkan kematian mendadak. Untuk itu mendengkur perlu dicermati dan diwaspadai dan merupakan the another silent killer too.

Siapa saja penderita OSA?

Kini mendengkur dan OSA dapat di jumpai pada: pria dewasa, wanita dewasa dan anak – anak

Pada anak anak lebih banyak disebabkan karena pembesaran amandel (tonsil) dan Adenoid yaitu kelenjar limfe yang terletak di belakang hidung, di bagian atas belakang langit-langit lunak.

Pada orang dewasa disebabkan oleh karena banyak hal, diantaranya karena:

  • Obesitas
  • Adanya sumbatan / obstruksi pada saluran napas atas mulai dari hidung, palatum mole (nasofaring), lidah (orofaring), hipofaring
  • Aktivitas neuromuskuler
  • Central sleep apnea, yakni saluran udara tidak tersumbat, tetapi otak gagal memberikan sinyal pada otot-otot untuk bernapas.
  • Central breathing instability
  • Hypocapnia
Bagaimana gejala – gejala OSA?
Gejala pada malam hari:
  • mendengkur dengan bunyi keras dan mengganggu
  • Napas berhenti di sela – sela mendengkur dan diakhiri dengan mendengus
  • Rasa sesak dan tecekik yang membuat penderita terbangun
  • Tidur tidak nyenyak karena sering terbangun dan berubah posisi
Gejala pada siang hari:
  • Bangun dengan perasaan tidak segar
  • Sakit kepala pagi hari
  • Sakit atau nyeri tenggorokan pada saat bangun tidur
  • Mengantuk yang berlebihan di siang hari (Excessive Daytime Sleepiness, EDS)
  • Kelelahan berkepanjangan
  • Perubahan kepribadian
  • Gangguan kosentrasi dan memori

Dalam mengobati OSA, setiap pasien akan mendapatkan terapi pengobatan yang berbeda, beda, sesuai dengan penyebab OSA. Dan untuk menemukan lokasi sumbatan / obstruksi penyebab OSA secara pasti, segeralah konsultasi ke dokter dan diperlukan pemeriksaan diagnostik, seperti:

  1. Indeks Masa Tubuh :
    < 30, 65 % OSA
    > 30, 25 % - 30 % OSA
  2. Pemeriksaan Fisik : Hidung, THT, lidah dll
  3. Skala Tidur Epworth (ESS), < 10 cenderung OSA
  4. Nasolaringkospy
  5. Sleep Endoscopy, dengan cara pembiusan dengan pemberian obat tidur
  6. Sefalometry : pemeriksaan tulang
  7. Sleep test
  8. Polysomonografy, memonitor gelombang otak, ketegangan otot, pergerakan mata, respirasi/pernapasan, kadar oksigen di dalam darah dan memonitor audio (dengkuran dan lain-lain) saat tidur.
Penatalaksanaan OSA

Mendengkur dan OSA dapat diatasi dengan berbagai terapi, baik bedah maupun bedah sesuai dengan penyembab OSA.

Non Bedah:
  • Penurunan Berat Badan
  • Perubahan posisi tidur : miring
  • Oral / Dental appliance
  • Penggunaan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), yang digunakan kala penderita beranjak tidur. CPAP biasanya digunakan penderita, hingga penyebab mendengkur sudah teratasi.
  • Obat
  • Produk Komersil

Bedah

Terapi bedah dilakukan oleh dokter spesialis THT apabila terapi non bedah gagal, dan dilakukan dengan berbagai metode yang disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan penyakit pasien. diantaranya;

Terapi Bedah

Pengangkatan Polip, Tonsil dan Amandel

Cautery Assisted palatal stiffening operation-somnoplasty

Implant Pillarimplant pillar

Tiga implant pillar sepanjang 18 milimeter dan berdiameter dua milimeter dimasukkan dan ditanamkan ke dalam jaringan otot lunak atau palmolle langit-langit lunak (palatum) dengan menggunakan alat khusus.

Efek dari pemasangan implan ini adalah otot langit-langit lunak menjadi kaku, sehingga mencegah vibrasi saat bernapas. Dengan demikian udara dapat leluasa keluar dan masuk melalui rongga pernapasan, dan tidur menjadi lebih enak dan nyaman tanpa dengkuran.
Radiofrekuensi Konka Inferior
Uvula Palato Pharyngoplasty (UPPP)pemotongan sebagan langit – langit lidah yang berlebihan, dilakukan + 10 menit, UPPP adalah operasi yang paling banyak dilakukan, dan tingkat efektifitasnya 60%–70% OSA akan berkurang namun dengkuran yang dihasilkan masih halus. Efek sampingnya, bila berlebihan akan menimbulkan sengau pada suara dan regulitasi.

Hyoid Suspension

penarikan otot lidah agar tidak menyumbat
Tounge Base Surgery
Maksilo Mandibular Advancement memajukan rahang
TrakeostomiDilakukan pada OSA yang berat sehingga dapat mengancam jiwa atau kematian mendadak


Dr. Syahrial MH, SpTHT,mengatakan belum ini beliau telah melakukan operasi pemotongan / pembuangan sebagian lidah pada pasien yang obesitas (berat badan + 132 kg) karena lidahnya menutupi jalan napasnya.

Terapi bedah maupun non bedah, tidak dapat menghilangkan suara dengkuran 100 %, namun suara dengkuran yang ditimbulkan sangat halus dan tidak lagi mencetuskan terjadinya henti napas saat tidur (OSA), sehingga tidak mengancam jiwa penderita.


Penggunaan CPAP, merupakan salah satu terapi non bedah yang sangat efektif, sehingga dianjurkan oleh dokter, walaupun penggunaannya sedikit merepotkan, namun tingkat keberhasilan dan minimnya efek sampingnya dapat diandalkan mengatasi mendengkur dan OSA, hingga penyebab OSA diatasi.

CPAP model terbaru secara otomatis dapat menyesuaikan pola napas alami sesuai kebutuhan si pemakai, dan dikemas dengan bentuk yang lebih kecil dan rindgan serta lebih mudah dan nyaman digunakan.
CPA
dr. damayanti

Prevalensi penderita OSA di USA, untuk usia di atas 40 tahun adalah 45% Pria dan 10-15 % adalah wanita, sdangkan untuk usia di bawah 40 tahun adalah 60 % Pria, 40 % Wanita.

Menurut Dr. Damayanti Soetijpto,Sp.THT-KL (K), berdasarkan hasil studi di Indonesia, perbandingan penderita Snoring dan OSA di Indonesia pria dan wanita adalah 7 : 1 terutama kelompok umur 40-49 tahun

Hasil Studi Level Obstruksi Saluran Nafas Penyebab Snoring & OSA pada penderita Indonesia yaitu:
Hidung: Konka 76,14 %
Velofaring: Palatal 64,81 %
Orofaring: lidah 65,91 %

Manusia setiap harinya tidur selama 6 – 8 jam, dan I/2 – 1/3 hidup manusia digunakan untuk tidur. Untuk itu gangguan terhadap pola tidur, khususnya snoring dan OSA perlu ditindaklanjuti.

Untuk membantu kalangan medis meng-update informasi dan pengetahuan seputar mendengkur dan OSA, Kelompok Kerja Snoring dan OSA dari Departemen THT FKUI/RSCM dan Kelompok Studi Seminat Snoring dan OSA PPPerhati-KL (Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis THT – Bedah Kepala Leher ) mengadakan “Simposium dan Pelatihan Diagnosis & Penatalaksanaan Terkini Mendengkur dan OSA” pada tanggal 18 November 2007.

Pokja Snoring & OSA didirikan dengan visi mewujudkan eksistensi para staff Departemen THT FKUI-RSCM dalam memberikan pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan di bidang gangguan mendengkur dan OSA yang diakui kepakarannya oleh masyarakat awam dan kalangan kedokteran tingkat nasional, regional dan internasional.

Kelompok Kerja Snoring & OSA
kelompok studi

Pokja ini terdiri dari berbagai dokter spesialis, seperti THT, Bedah Plastik, Endoskopi, Paru – paru dll. Selain anggota Pokja, menjadi pembicara di berbagi pertemuan ilmiah baik nasional maupun internasional, Pokja ini juga mengundang para ahli luar negeri untuk menjadi pembicara di seminar atau pelatihan – pelatihan, untuk meningkatkan kualitas dan sharing perkembangan medis terkini di dunia tentang Snoring & OSA.

Sedangkan Kelompok Studi Seminat Snoring & OSA PPPerhati-KL, memiliki visi meujudkan Dokter spesialis THT Indonesia yang berkompetensi di bidang pelayanan diagnostic dan terapi kasus mendengkur dan OSA, dengan level kompetensi terstandardisasi secara nasional dan tersebar merata di seluruh pusat pelayanan kesehatan dan pendidikan Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut tentang:
Kelompok Kerja Snoring dan OSA Departemen THT FKUI/RSCM dan Kelompok Studi Seminat Snoring dan PSA PPPerhati-KL, silahkan hubungi: Klinik Mendengkur dan OSA
Departemen THT FKUI/RSCM
Gedung Poliklinik Lt. 4
Jl. Diponegoro No. 71
Telp : 021 319 35 088

klinik OSA


Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain hkirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.

Total Hit : 4070
Saras Subur Ayoe

Artikel Terkait
Gangguan Yang Terdapat Dalam Tidur Anda
 
Penyakit Terkait
Sleep Disorder
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 
Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com