nothing
Informasi Kesehatan | Obat | Penyakit | 02129323456
nothing
Medicastore
Resmi Diluncurkan, ASPI Wadahi Penelitian Stem Cell di Indonesia
02-06-2008 | nita-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Sabtu, 2 Februari 2008, bertempat di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI) resmi diluncurkan. Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh pendiri ASPI, dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D disaksikan oleh Ketua Dewan Penasehat ASPI, Dr. Ir. Kusmayanto Kadiman.

Peluncuran ASPI merupakan bagian dari Seminar Sel Punca bertema “The New Era of Biotechnology”, hasil kerjasama Dewan Riset Nasional (DRN), Kementerian Negara Riset dan Teknologi, PT Kalbe Farma dan Fakultas Kedokteran UI.

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Tusy A. Adibroto, MSi selaku Ketua Panitia menyatakan bahwa pembentukan ASPI merupakan tindak lanjut dari salah rumusan hasil workshop “Arah dan Kebijakan dalam Penelitian dan Pemanfaatan Stem Cell dalam Bidang Kedokteran” yang diselenggarakan Komisi Teknis Kesehatan dan Obat DRN pada bulan November yang lalu.

Perkembangan stem cell (sel punca) di seluruh dunia saat ini sudah sedemikian pesat, sehingga besar harapan ASPI sebagai koordinator dapat memajukan perkembangan stem cell di Indonesia. Hal ini karena Indonesia masih harus merayap dalam mengembangkan stem cell, berbeda dengan negara-negara tetangga yang sudah sedemikian maju seperti Singapura, Malaysia, Cina, India, Jepang, dan Korea.

Adanya ASPI diharapkan mampu membentuk kerjasama yang baik antara academician (akademisi), businessmen (pelaku bisnis) dan government (pemerintah), sehingga ASPI dapat mempelopori kemajuan stem cell di Indonsia. Demikian yang disampaikan oleh dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D.

Lebih lanjut, dr. Boen mengkritisi masih sedikitnya dana yang dikucurkan pemerintah untuk penelitian. Sebagai gambaran, dana penelitian dunia mencapai US$ 1 triliun pada tahun 2006, sekitar 2,5% dari GDP dunia. Besarnya dana ini tak lain karena dunia mengetahui pentingnya penelitian, tanpa penelitian tidak akan ada kemajuan.

dr. Boen yang berbicara tanpa teks menyebutkan dana penelitian yang terbesar masih dipegang oleh Amerika Serikat (US$ 250 milyar), diikuti Cina (US$ 160 milyar), Jepang, Jerman, Perancis, India (US$ 40 milyar) dan Inggris. Sementara Indonesia hanya mengeluarkan Rp 1,5 triliun (sekitar US$ 150 juta), hanya 0.04% dari APBN 2006 yang sebesar Rp. 700 triliun. Dana penelitian yang sedemikian kecil sangat disesalkan oleh dr. Boen. Untuk ke depannya, dr. Boen berharap dana penelitian ini dapat ditingkatkan menjadi 0,5% dari APBN pada tahun 2010, 1% (2015) dan 2,5% (2020).

Dr. Ir. Kusmayanto Kadiman yang juga Menteri Negara Riset dan Teknologi menanggapi pernyataan provokatif dari dr. Boen secara positif, agar penelitian di Indonesia kembali mendapatkan ruhnya sehingga dapat hidup dan berkontribusi positif.

Menurut Menristek, ada 3 aspek yang harus diperhatikan ASPI, yakni aspek etika, hukum dan sosial, sehingga ASPI dapat menjadi tempat bertanya tentang stem cell, baik dalam tahap menciptakan awareness sampai pada pertanyaan-pertanyaan sulit tentang stem cell yang dilontarkan oleh masyarakat. Langkah selanjutnya, ASPI akan membuat website sehingga dapat menjadi wadah pembelajaran publik.



Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain kirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.
Total Hit : 3642
Saras Subur Ayoe

Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar
  anon13 Sep 2010
sorry your comment contains disallowed character

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 
Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com