nothing
Informasi Kesehatan | Obat | Penyakit | 02129323456
nothing
Medicastore
Faktor Psikologis dan Masalah Kesehatan Anak
21-05-2008 | nita-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Selalu perhatikan tingkah laku putra dan putri anda. Apakah anak anda mempunyai kebiasaan menggosok-gosok hidung dengan punggung tangan sehingga timbul garis di hidung mungilnya? Atau anak anda sering mengalami dermatitis berulang? Jika ya, besar kemungkinan anak anda menderita alergi.

Perhatikan juga kapan bentuk alergi ini muncul, jika hanya pada saat-saat tertentu saja, misalnya ketika akan menghadapi ujian di sekolah, maka kemungkinan ada faktor psikologis di balik masalah kesehatan anak anda tersebut.


Anak dituntut untuk beradaptasi menghadapi semua perubahan yang terjadi, baik perubahan dalam dirinya, maupun perubahan di bidang pendidikan dan lingkungan masyarakat sekitar. Tetapi tidak semua anak mampu beradaptasi dengan cepat, sehingga banyak di antara mereka yang mengalami masalah dan memerlukan bantuan dari lingkungan. Bila mereka tidak mendapat bantuan dalam penyelesaian masalah yang di hadapi, maka akan dapat menghambat perkembangan mereka.

Untuk itu, pada hari Sabtu, 10 Mei 2008 lalu Sanatorium Dharmawangsa menyelenggarakan mini simposium yang bertajuk “Masalah Pada Siswa dan Cara Mengatasinya”. Sekitar 100 peserta yang kebanyakan adalah guru sekolah hadir dalam acara tersebut.

Psikiater dari Sanatorium Dharmawangsa, Dr. Jusni I Solichin, Sp.KJ, mengungkapkan bahwa perilaku dan pencapaian akademik anak ditentukan oleh keluarga, sekolah, dan lingkungan. Namun terkadang lingkungan kurang mendukung, baik di rumah maupun di sekolah dan masyarakat, sedangkan untuk pencapaian akademik diperlukan lingkungan yang kondusif.

Guru (dan juga orang tua) mempunyai peranan yang amat penting dalam mengenali masalah psikologis dan memberikan bantuan agar anak dapat mengatasi masalahnya dan kembali dapat belajar dengan baik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah melakukan konseling bagi anak yang bermasalah (bukan menasihati atau menghukum mereka), sehingga mereka dapat kembali mengikuti pelajaran dengan baik.

Alergi Sebagai Manifestasi Psikologis

Alergi merupakan suatu reaksi hipersensitif seseorang yang disebabkan oleh alergen yang dapat mengakibatkan timbulnya gejala khas yang tidak didapatkan pada orang normal. Alergen ada di sekitar kita, dapat berupa debu rumah (tungau), bulu binatang, serbuk sari, spora jamur, makanan, obat-obatan, dan udara dingin.

Reaksi alergi pada hidung dapat berupa rinitis alergika yakni pilek karena alergi. Sementara reaksi alergi pada kulit dapat menimbulkan biduran (urtikaria) dan dermatitis (eksim). Bentuk alergi seperti ini banyak ditemukan pada anak. Dimana faktor psikologis juga dituding sebagai pencetusnya. Misalnya saja ketika musim ujian sekolah dimulai. Beberapa anak mendadak akan mengalami bersin-bersin atau gatal-gatal.

Menurut Dr. Cita H. Murjantyo, Sp.THT dari RS Internasional Bintaro, orang tua harus mengetahui apakah anak mereka menderita rinitis alergi dengan cara mengenali gejala, yaitu:

  • Bersin-bersin (biasanya lebih dari 5 kali tiap serangan)
  • Ingus bening, encer, dan banyak
  • Hidung tersumbat
  • Rasa gatal di hidung, tenggorok, langit-langit atau telinga
  • Mata gatal, berair atau kemerahan
  • Penciuman berkurang
  • Ingus mengalir ke belakang hidung
  • Batuk berulang
  • Sakit tenggorokan berulang
  • Suara sengau dan mendengkur
  • Mengalami gangguan tidur dan aktivitas
  • Sakit kepala, nyeri wajah, penurunan pendengaran, penurunan konsentrasi, dan kelelahan.

Sementara itu, Dr. Detty Dwi Kurniati, Sp.KK juga dari RS. Internasional Bintaro menjelaskan bahwa dermatitis yang umum pada anak awalnya terjadi karena adanya gangguan pada sawar kulit. Kulit yang terasa kering akan menyebabkan rasa gatal sehingga menimbulkan keinginan anak untuk menggaruk. Proses menggaruk ini akan menyebabkan kulit meradang dan akhirnya akan menimbulkan apa yang disebut dermatitis.

Dermatitis yang sering juga disebut eksim cenderung berlangsung lama dan berulang, sehingga cukup merepotkan dalam terapi pengobatannya. Kulit yang merah, bengkak, beruntusan, kering, tebal, bersisik dan gatal merupakan gambaran dari dermatitis.

Sedangkan biduran atau dalam istilah medis urtikaria adalah pembengkakan kulit berupa bentol dan kemerahan disertai rasa gatal yang terjadi pada sebagian atau seluruh tubuh. Urtikaria timbul secar cepat dan dapat hilang perlahan-lahan jika alergen dapat dihindari.

Baik Dr. Cita maupun Dr. Detty sependapat bahwa alergi pada anak perlu ditangani secara dini agar dapat mencegah kemungkinan komplikasi yang terjadi, misalnya sinusitis, polip hidung, dan radang telinga tengah. Bayi atau anak dengan eksim yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan alergi pada hidung dan asma saat anak berusia 5-6 tahun.

Penanganan alergi yang terbaik adalah dengan menghindari alergen yang dapat mencetuskan alergi pada anak. Untuk itu diperlukan pengetahuan orang tua tentang alergi yang terjadi pada anak mereka. Jika diperlukan dapat digunakan obat anti alergi yang banyak dijual di pasaran. Saat ini alergi bisa diobati tanpa menyebabkan mengantuk, yakni dengan loratadine, sehingga tidak mengganggu aktivitas anak sehari-hari.

Info terkait di medicastore.com:
Rinitis Alergi
Urtikaria
Dermatitis
Mengatasi Gangguan Alergi pada Si Kecil


Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain kirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.

Total Hit : 2834
Saras Subur Ayoe

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 
Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com