nothing
Informasi Kesehatan | Obat | Penyakit | 02129323456
nothing
Medicastore
Tiga Gangguan Kesehatan Perempuan yang Terabaikan
07-02-2008 | Sri - medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Sepanjang hidupnya, seorang perempuan banyak mengalami gangguan kesehatan. Dan yang paling sering dialami dan yang sering diabaikan adalah keputihan (flour albus), sering buang air kecil (Overactive Bladder) dan kanker payudara.

Kampanye Pfizer Woman Care (PWC)

Sebagai wujud komitmen terhadap kesehatan perempuan, pada tanggal 23 Juni 2008 di Jakarta, PT Pfizer Indonesia meluncurkan Kampanye Pfizer Women Care (PWC), upaya edukasi kepada kaum perempuan untuk penanganan tepat akan penyakit yang umum dan sering dialami perempuan di sepanjang hidupnya, yaitu keputihan, sering buang air kecil dan kanker payudara.

Kegiatan edukasi dilakukan melalui diskusi media, diskusi awam dan brosur akan terfokus pada media, pasien dan keluarganya serta perempuan dewasa berusia 20– 60 tahun.

Andriani Ganeswari selaku Marketing & Communications Manager PT Pfizer Indonesia mengatakan, "Kami tergerak melihat kenyataan bahwa kesadaran perempuan dan keluarga masih rendah dalam menangani ketiga masalah kesehatan ini hingga terlanjur menjadi parah. Oleh sebab itu, sejalan dengan komitmen Pfizer terhadap pengembangan kesehatan perempuan, kami menyerukan pentingnya mewaspadai ketiga penyakit tersebut melalui kampanye Pfizer Woman Care yang bertujuan membantu meningkatkan kepedulian perempuan dan keluarganya akan ketiga masalah kesehatan tersebut. Dengan demikian, perempuan dapat mencapai status kesehatan yang lebih baik, beraktivitas dengan nyaman, produktif dan berperan optimal di dalam keluarga dan masyarakat."

pembicara_PWC
logo_kampanye_PWC
(kiri-kanan) dr. Noorwati, dr. Ovi, Ibu Andriani
dan dr. Siti Setiati
Logo Kampanye PWC


KEPUTIHAN, SERING BUANG AIR KECIL
dan KANKER PAYUDARA

Walau perempuan sering mengalami keputihan dan sering buang air kecil , banyak perempuan yang mengabaikannya. Hal ini dikarenakan mereka mengganggap kedua penyakit tersebut tidak membahayakan dan malu untuk datang ke dokter sehingga lebih suka melakukan pengobatan sendiri. Padahal bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat bisa bertambah parah, sehingga pengobatan lebih susah, mahal dan mempengaruhi aktivitas kesehariannya.

Dalam peluncuran kampanye PWC, Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) menuturkan,”Keputihan memang sering dialami oleh semua perempuan, anak – anakpun banyak yang mengalaminya. Akan tetapi sudah tidak normal lagi jika cairan yang keluar berlebihan, berwarna putih susu atau kehijauan, gatal, panas atau nyeri saat buang air kecil dan berbau, sehingga menimbulkan rasa ketidaknyaman. Apabila Anda mengalaminya, segeralah konsultasi dengan dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat.”

Jangan biarkan atau mengobati sendiri keputihan yang tidak normal, karena bisa bertambah parah dan dapat menimbulkan kemandulan. Keputihan yang parah dan tak kunjung sembuh bisa saja sebagai gejala dari penyakit kanker serviks atau penyakit lainnya.

Para ahli yang tergabung dalam PERKINA (Perkumpulan Kontinensia Indonesia) pada penderita Overactive Bladder menemukan adanya kontraksi yang berlebihan pada otot kandung kemih, yang menyebabkan sensasi untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya (lebih dari 8 kali dalam sehari, dengan asupan air minum dalam jumlah normal).

Overactive Bladder akan menimbulkan permasalahan baru, yaitu rasa tidak nyaman, bau tidak sedap, kulit lecet, sulit tidur hingga masalah seksual. Hingga tentunya akan mempengaruhi aktivitas dan dapat menimbulkan depresi sehingga mengurangi kualitas hidup perempuan.

Dr. dr. Siti Setiati, SpPD. K-Ger, dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri menyarankan para penderita overactive bladder untuk melakukan Senam kegel atau berlatih menahan buang air kecil selama 30 menit. agar dapat membantu mengencangkan otot – otot sekitar vagina. Segera datang ke dokter agar dapat diteliti penyebabnya lebih lanjut. Pemberian obat Tolterodine Tartrate oleh dokter pada penderita Overactive Bladder, ditujukan untuk mengontrol keinginan buang air dengan mengurangi kontraksi otot yang berada di dinding kandung kemih, meningkatkan kapasitas penampungan urine pada kandung kemih dan dapat menunda keinginan untuk buang air kecil.

sadariSedangkan untuk kanker payudara, kesadaran perempuan untuk mendeteksi dini adanya kanker payudarapun masih rendah. Padahal setiap perempuan terutama pada perempuan berisiko tinggi dan survisor kanker payudara perlu senantiasa melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) atau mammografi untuk deteksi dini adanya sel yang abnormal sehingga membantu mencapai tingkat kesembuhan kanker payudara.

Untuk survivor payudara biasanya diharuskan untuk tetap mengkonsumsi obat agar sel kanker tidak timbul kembali. Tetapi kesadaran para survivor kanker payudara untuk tetap patuh pada pengobatan masih rendah.

Menurut Dr. dr. Noorwati Sutantyo, SpPD. KHOM mengatakan,“Saya pernah mendapatkan pasien yang masih berusia 20 tahun sudah menderita kanker payudara stadium awal, untuk itu lakukanlah SADARI setiap bulan, tepatnya hari ke sepuluh dari awal menstruasi. Pemeriksaan dilakukan setiap bulan sejak umur 20 tahun. Bila ada keganjalan segera konsultasikan kedokter untuk segera ditindaklanjuti.”

Sedangkan untuk mencegah timbulnya sel kanker, perempuan yang sudah mengalami pengangkatan payudara disarankan agar secara rutin melakukan serangkaian terapi di bawah pengawasan dokter, seperti:

1.
Tetap meneruskan terapi yang diberikan oleh dokter Anda, misalnya terapi hormonal Exemestane pada perempuan yang telah menopause yang dapat memblok produksi estrogen
2.
Melakukan SADARI setiap bulannya
3.
Melakukan skrining Mammogram setahun sekali
4.
Jangan melewatkan pemeriksaan rutin dengan dokter yang frekwensinya akan berkurang bila dinyatakan bersih dari kanker
5.
Konsultasikan pada dokter mengenai kemungkinan alternative terapi lain untuk mencegah kanker payudara menyerang kembali, misalnya dengan diberikan terapi hormonal.

Jangan tunggu ketiga gangguan kesehatan diatas mengurangi Kualitas Hidup Anda!

Cegah dan bila mengalami gejala penyakit keputihan/overactive bladder/kanker payudara segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dengan tepat dan cermat.



Berita / Artikel / info penyakit terkait:
1. Vaginitis & Vulvitis
2. Kanker Payudara
3. Mitos seputar kanker payudara
4. 15 cara alami untuk mencegah kanker payudara
5. Kandung Kemih Neurogenik 6. Inkontinensia Uri

Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain kirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.

Total Hit : 6044
Saras Subur Ayoe

Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar
  aini19 May 2009
bagaimana cara menanganinya??? dan bagaimana bisa kita mengobatinya??

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 
Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com