nothing
Informasi Kesehatan | Obat | Penyakit | 02129323456
nothing
Medicastore
Smart Prenatal Seminar: Ibu Sehat, Anak pun Cerdas
09-08-2008 | nita-medicastore.com
Email EMAIL  | Print PRINT  | RSS RSS
 

Bagi Anda yang sedang hamil, tentunya Anda bertanya-tanya, akankah bayi yang Anda kandung menjadi cerdas di kemudian hari?

Kecerdasan dipengaruhi oleh faktor genetik, sehingga jika orang tuanya pandai, maka anak pun akan pandai. Faktor genetik merupakan landasan struktur dan fungsi otak, atau kapasitasnya untuk mencapai kecerdasan tertentu. Namun, faktor lingkungan dan stimulasi juga berperan penting karena akan membantu untuk mencapai kapasitas tersebut.

Demikian yang diungkapkan oleh Dr. Hardiono Pusponegoro Sp.A(K) dalam Smart Prenatal Seminar di Balai Kartini, Jakarta (23/8). Seminar yang diadakan oleh Frisian Flag Indonesia ini juga menghadirkan Dr. dr. Dwiana Ocviyanti SpOG(K) dan Marzuki Iskandar STP, MTP yang turut berbagi informasi seputar masa kehamilan.

Stimulasi Kecerdasan Bayi

Sel saraf otak bayi mulai terbentuk pada bulan ketiga. Pembentukan milyaran sel saraf otak selesai pada bulan kelima. Sel saraf terdiri dari badan sel, akson (kaki sel saraf yang panjang), dan dendrit (kaki sel saraf yang pendek). Akson terbungkus jaringan lemak yang disebut mielin. Satu sel saraf dengan sel saraf lainnya saling tersambung melalui sinaps. Cerdas atau tidak seorang anak, sebagian besar disebabkan fungsi mielin dan sinaps.

Proses pembentukan mielin (mielinasi) dimulai sejak lahir, berlangsung sangat cepat sampai anak berusia 2 tahun, lalu melambat sampai remaja bahkan sampai 30 tahun. Adanya mielin menyebabkan kecepatan pemrosesan impuls listrik di otak menjadi semakin cepat.

Mielinasi memerlukan nutrisi yang baik, terutama lemak. Sekali anak mengalami malnutrisi pada umur kurang dari 2 tahun, sangat sulit untuk mengembalikan fungsinya. Otaknya masih kecil karena kurangnya pertumbuhan dendrit, mielin dan jaringan penunjang otak. Mereka akan memperlihatkan IQ yang rendah, gangguan perilaku dan keterlambatan berbagai aspek perkembangan.

Di dalam sinaps, terdapat neurotransmiter yang berfungsi menghantarkan impuls dari satu sel saraf ke saraf lainnya. Jumlah sinaps dan kemampuan sinaps mengantarkan impuls listrik merupakan penentu kecerdasan terpenting.

Sinaps diproduksi sangat cepat sejak trimester ketiga kehamilan. Antara saat lahir sampai umur 2-3 tahun, terjadi produksi sinaps yang sangat banyak. Kemudian sinaps akan menetap bila mendapat stimulasi, atau akan menghilang bila tidak mendapat stimulasi. Selama masa ini, semua pengalaman anak meliputi rangsangan sensoris, motoris, emosi dan intelektual sangat mempengaruhi apakah sinaps akan dipertahankan atau menghilang.

Oleh karena itu, jelas Dr. Hardiono, bayi memerlukan stimulasi terhadap semua inderanya. Secara alamiah, orang tua terutama ibu akan melakukan stimulasi sejak bayi lahir. Menyentuh, menggendong, memeluk, membelai, bernyanyi dan bercerita, semua merupakan stimulasi yang baik.

Salah satu teknik stimulasi yang sangat baik adalah teknik floor time. Tujuan floor time adalah melakukan stimulasi untuk meningkatkan atensi, kedekatan emosional, kemampuan komunikasi 2 arah, merangsang ekspresi, perasaan dan gagasan, serta merangsang cara berpikir logis.



smart_prenatal_seminar
Ki-ka: Dr. dr. Dwiana Ocviyanti SpOG(K);
Dr. Hardiono Pusponegoro Sp.A(K); dan Marzuki Iskandar STP, MTP


Masa Kehamilan Harus Menyenangkan

Dalam kehamilan yang sehat, makanan yang dikonsumsi sebelum dan selama hamil akan berperan untuk mempersiapkan tubuh dalam menunjang pertumbuhan janin. Makanan yang baik merupakan awal bagi pertumbuhan janin yang sehat.

Ada beberapa indikator untuk mengetahui apakah Anda makan dengan benar selama masa kehamilan. Diantaranya adalah berat badan naik 2-3 kg selama trimester pertama; dan 0,5 kg minggu selama trimester kedua dan ketiga; mengonsumsi makanan yang bervariasi; serta terjaganya keseimbangan makanan bernutrisi. Adapun nutrisi penting yang diperlukan oleh ibu hamil adalah zat besi, asam folat, kalsium dan vitamin D.

Dr. Ovi berpesan agar ibu hamil mengonsumsi air putih minimal 8 gelas per hari karena cairan penting untuk proses pembuangan dan mencegah sembelit. Sementara yang harus dihindari ibu hamil adalah alkohol; kafein; susu yang belum dipasteurisasi; telur mentah; daging, ikan dan kerang yang masih mentah/tidak dimasak dengan matang; daging olahan; serta makanan tinggi lemak dan gula.

Ada 2 masalah yang kerap terjadi pada ibu hamil yakni anemia dan kenaikan berat badan berlebihan. Keguguran; hambatan pertumbuhan janin; gangguan pada proses persalinan; perdarahan pada persalinan; serta ancaman pada keselamatan jiwa ibu dan janin merupakan sederet bahaya anemia pada kehamilan.

Anemia pada kehamilan dapat diatasi dengan makan makanan yang mengandung cukup protein dan zat besi; deteksi dini dengan pemeriksaan darah sebelum dan selama kehamilan; mewaspadai gejala anemia yaitu mudah lemas, mengantuk, susah berkonstrasi; cukup istirahat dan tidur; serta mengonsumsi suplemen yang mengandung zat besi.

Sementara bahaya kenaikan berat badan yang berlebihan adalah terjadinya kegemukan/obesitas yang akan menimbulkan ketidaknyamanan selama proses kehamilan; meningkatkan risiko preeklamsi; meningkatkan risiko gangguan pada proses persalinan karena janin dapat tumbuh terlalu besar dan ibu akan sulit untuk mejalani proses persalinan normal.

Dr. Ovi memberikan tips untuk mengatasi kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan yakni dengan makan secara “cerdas” dan teratur; memiilih makanan dengan gizi seimbang; hindari mengkonsumsi makanan danminuman yang terlalu tinggi lemak, tepung dan gula.

Gizi Ibu Hamil

Untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, maka ibu hamil harus makan teratur 3 kali sehari dimana hidangan harus tersusun dari bahan makanan yang bergizi yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran dan buah-buahan dan diusahakan minum susu minimal 1 gelas setiap hari. Pilih bahan makanan yang segar dan hindari bahan makanan yang diawetkan.

Ibu hamil membutuhkan lebih banyak energi, protein, vitamin A, C, D dan kelompok vitamin B (B1, B2, B6, B12), zat besi, kalsium, serat makanan untuk menjaga kesehatan ibu dan zat gizi untuk perkembangan otak janin dalam kandungan seperti Omega 3, Omega 6, DHA, asam folat dan kolin.

Selama hamil, banyak hal yang perlu dicermati pada masa kehamilan, antara lain kebutuhan gizi ibu dan janin harus dapat dipenuhi. Menurut Marzuki Iskandar dari PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia), hal yang lebih penting adalah kualitas dan bukan hanya kuantitas makanan.

Kebutuhan gizi bagi ibu hamil lebih lebih banyak daripada kebutuhan untuk wanita tidak hamil. Kegunaan gizi tersebut untuk pertumbuhan janin yang ada dalam kandungan, baik pertumbuhan otak maupun organ tubuh lainnya; untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri; agar luka-luka persalinan lekas sembuh dalam masa nifas (40 hari setelah melahirkan); dan untuk cadangan makanan pada masa laktasi (menyusui).

Dalam seminar tersebut juga dilakukan peluncuran Frisian Flag Mama, susu khusus ibu hamil yang diformulasikan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak bayi sejak dalam kendungan dan ibu pada masa kehamilan. Frisian Flag Mama dilengkapi dengan Nutribrain® yang merupakan campuran dari Asam folat, Omega 3, Omega 6, DHA, dan Kolin untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak bayi pada tahap yang paling awal dalam kehidupannya.

Kebutuhan Zat Gizi Utama Ibu Hamil Tiap Trimester

Trimester ke-1
(masa pertumbuhan dasar)
Masa kritis bagi pembentukan organ janin (sistem saraf, otak, jaringan, otot dan sel-sel darah) dan pembentukan plasenta. Jadi, selain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, jangan abaikan kebutuhan tubuh akan protein, asam folat, seng, kolin, DHA dan zat besi.
Trimester ke-2
(masa pertumbuhan menyeluruh)
Masa pertumbuhan janin dan plasenta, serta pertambahan volume darah. Konsumsi akan protein, kalsium dan zat besi harus mencukupi.
Trimester ke-3
(masa pertumbuhan penyempurnaan)
Masa mengoptimalkan tumbuh kembang otak janin serta persiapan persalinan dan menyusui. Tubuh perlu cukup zat besi, kalsium, seng, vitamin B6, DHA, Omega 3, Omega 6 dan kolin.


Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain kirim ke redaksi kami di fax. 021-7397069 atau redaksi@medicastore.

Total Hit : 10342
Nutracare

Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar
  AYA11 Nov 2009
kalau untuk ibu masa nifas bagaimana,,????

 0 dislike
 0 like
Laporkan
Beri Tanggapan
 
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda:
 
 
Korespondensi - Copyright - Disclaimer - Profil Medicastore - Cari Info Penyakit - Cari Info Obat - Cari Dokter
Informasi yang tersedia di medicastore.com dikumpulkan dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi
ataupun kunjungan kepada dokter anda. Bila anda memiliki masalah kesehatan, hubungilah dokter anda.
All rights reserved | © 2016 - www.medicastore.com