Dahulu, perut buncit karena obesitas merupakan lambang kemakmuran, namun kini dianggap sebagai “penyakit modern” yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan di kemudian hari. Risiko terjadinya gangguan kesehatan semakin meningkat bila obesitas terkonsentasi di seputar perut atau yang dikenal sebagai obesitas sentral
Perut buncit atau obesitas sentral merupakan pertanda adanya bahaya yang mengancam kesehatan kita.
“Meskipun tidak ada keluhan, dalam tubuh orang yang berperut buncit sudah terjadi gangguan metabolisme yaitu sindrom metabolik yang meningkatkan risiko diabetes melitus serta penyakit jantung dan pembuluh darah,” hal ini di ungkapkan oleh DR. Dr. Aris Wibudi, Sp.PD, KEMD pembicara seminar ilmiah populer yang bertepatan dengan peresmian Prodia Tower di ulang tahun laboratorium Prodia yang ke-36.
Obesitas terjadi karena penimbunan lemak di dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko terjadinya berbagai berbagai gangguan kesehatan. Penyebab obesitas beragam, diantaranya faktor genetik dan lingkungan. Perubahan pola makan yang bergeser ke arah makanan tinggi kalori dan perubahan pola hidup modern yang kurang gerakan atau aktivitas fisik dituding sebagai penyebab utama terjadinya obesitas yang semakin meningkat.
Lingkungan
Banyak makan makanan tidak sehat (junk food) yang banyak tersedia, harganya murah, rasanya enak dan siap saji.
Kurangnya aktivitas fisik
Baik dalam bekerja maupun berolahraga, aktivitas fisik semakin berkurang.
Genetik
Keturunan menyebabkan seseorang mempunyai potensi untuk menjadi obes, kecendrungan obesitas meningkat sampai 25-30%. Diperparah bila dalam lingkungan makanan tinggi kalori dan aktifitas rendah.
Penyakit
Hipotiroidisme, kelainan hipotalamus, yang menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal dalam tubuh berakibat memicu penimbunan lemak tubuh.
Pakar jantung pembuluh DR. Dr. Idrus Alwi, Sp.PD, KKV, FACC mengungkapkan bahwa gagal jantung bisa juga diakibatkan oleh obesitas.
“Jadi dapat kita bayangkan, apa yang terjadi ketika sakit jantung. Kualitas tubuh kita tentu terganggu bahkan dapat berakibat fatal. Oleh sebab itu, kita harus memberikan perhatian dan menjaga jantung agar tetap dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Terlebih lagi penyandang diabetes melitus, dan hipertensi, mereka perlu memberikan perhatian lebih kepada jantungnya karena kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan rusaknya otot jantung atau memberatkan kerja jantung sehingga lama kelamaan jantungan menjadi lemah dan tidak dapat bekerja lagi atau istilah medisnya disebut gagal jantung,“ paparnya.
Baru-baru ini ditemukan bahwa ternyata perlemakan hati juga disebabkan oleh obesitas. Hal ini diungkapan pakar liver Dr. Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 di Jakarta, didapatkan kejadian perlemakan hati sebesar 30,6%. Faktor risiko penting yang ditimbulkan adalah obesitas, diabetes melitus, dan peningkatan trigliserida. Tetapi ada pula kasus perlemakan hati yang tidak disertai faktor risiko apapun (berat badan dan profil lipid normal, serta tidak mengidap diabetes melitus).
Perlemakan hati dapat terjadi pada semua usia, termasuk anak-anak, tetapi paling banyak ditemukan pada usia 40 sampai 50-an tahun, dan cenderung terjadi pada perempuan. Umumnya pasien perlemakan hati ditemukan secara kebetulan saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Perlemakan hati sering terlacak setelah didapat kenaikan kadar SGOT dan SGPT pada medical check-up.
Cara sederhana untuk menentukan terjadinya obesitas sentral adalah dengan mengukur lingkar perut. Pengukuran lingkar perut dilakukan pada bagian pinggang, diantara tulang panggul bagian atas dan tulang rusuk bagian bawah. Seseorang dikatakan obesitas sentral bila lingkar perut >90 cm (untuk pria) atau >80 cm (untuk wanita).
Perubahan Gaya Hidup
Turunkan lingkar pinggang dengan pola hidup sehat
Olahraga teratur
Perbanyak makan buah, sayur dan makanan yang berbahan dasar kedelai seperti tahu, tempe dan susu kedelai
Artikel yang menarik dan yang pasti bermanfaat.
http://indouniline.blogspot.com
0
0
Laporkan
Beri Tanggapan
ubay02 Feb 2012
saya tiap hari fitnes,tiap hari lari,, mkan jga berkurang kadang sehari 2 x,, knpa turun bb saya lama sekali dok??? *Red : Mohon maaf rubrik ini bukan diasuh oleh seorang dokter. Selain olahraga, pola makan juga harus diatur termasuk jumlah & jenis makanan yg dikonsumsi. Kurangi / hindari makanan yg banyak mengandung lemak (daging, keju dll) serta perbanyak makan sayur & buah. Ganti cemilan yg dikosumsi (bila sering ngemil) dgn buah-buahan segar. Semoga bisa membantu menurunkan berat badan
0
0
Laporkan
Beri Tanggapan
ubay28 Oct 2011
saya ingin menurunkan berat badan saya tapi susah,, *Red : Bisa dengan cara diatur pola makannya & lakukan aktifitas fisik secara teratur
0
0
Laporkan
Beri Tanggapan
kadija slimming yogyakarta09 Jul 2011
hayoo sdh tau kan bahaya obesitas????
ingin perut langsing dan sehat??
mamapir ke kadija slimming yogyakarta yuk..
efek seketika
langsung susut 3-10cm
turun BB 0,5-1 kg
hanya 45 menit
garansi 100%
tanpa obat tanpa alat tanppa rasa sakit dan tanpa ketergantungan
alami dan islami
0
0
Laporkan
Beri Tanggapan
willy wardiaman14 Aug 2010
kenapa ya dok suka males sekali olahraga
padahal saya pengidap diabetes sama kolesterol ?
trims *Red : Hal itu karena masalah kebiasaan saja. Coba untuk melakukan aktifitas olahraga bersama teman/keluarga sehingga bisa menambah semangat untuk berolahraga
0
0
Laporkan
Beri Tanggapan
Klik disini untuk berkomentar melalui account anda: