medicastore.com
Cari info penyakit | Cari info obat | Cari dokter
RSS    
Medicastore > Seminar Kesehatan
Bahaya Obesitas
05-11-2009 | kuwat mulyono - medicastore.com
EmailEMAIL  | PrintPRINT  | RSSRSS
 

Dahulu, perut buncit karena obesitas merupakan lambang kemakmuran, namun kini dianggap sebagai “penyakit modern” yang dapat  menyebabkan gangguan kesehatan di kemudian hari. Risiko terjadinya gangguan kesehatan semakin meningkat bila obesitas terkonsentasi di seputar perut atau yang dikenal sebagai obesitas sentral
Perut buncit atau obesitas sentral merupakan pertanda adanya bahaya yang mengancam kesehatan kita.

DR. Dr. Aris Wibudi, Sp.PD, KEMD“Meskipun tidak ada keluhan, dalam tubuh orang yang berperut buncit sudah terjadi gangguan metabolisme yaitu sindrom metabolik yang meningkatkan risiko diabetes melitus serta penyakit jantung dan pembuluh darah,” hal ini di ungkapkan oleh DR. Dr. Aris Wibudi, Sp.PD, KEMD pembicara seminar ilmiah populer yang bertepatan dengan peresmian Prodia Tower di ulang tahun laboratorium Prodia yang ke-36.

Obesitas terjadi karena penimbunan lemak di dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko terjadinya berbagai berbagai gangguan kesehatan. Penyebab obesitas beragam, diantaranya faktor genetik dan lingkungan. Perubahan pola makan yang bergeser ke arah makanan tinggi kalori dan perubahan pola hidup modern yang kurang gerakan atau aktivitas fisik dituding sebagai penyebab utama terjadinya obesitas yang semakin meningkat.

Penyebab Obesitas
Lingkungan
  • Banyak makan makanan tidak sehat (junk food) yang banyak tersedia, harganya murah, rasanya enak dan siap saji.
  • Kurangnya aktivitas fisik
    Baik dalam bekerja maupun berolahraga, aktivitas fisik semakin berkurang.
Genetik
  • Keturunan menyebabkan seseorang mempunyai potensi untuk menjadi obes, kecendrungan obesitas meningkat sampai 25-30%. Diperparah bila dalam lingkungan makanan tinggi kalori dan aktifitas rendah.
Penyakit
  • Hipotiroidisme, kelainan hipotalamus, yang menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal dalam tubuh berakibat memicu penimbunan lemak tubuh.
Bahaya akibat obesitas
Dr. Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH & DR. Dr. Idrus Alwi, Sp.PD, KKV, FACCPakar jantung pembuluh DR. Dr. Idrus Alwi, Sp.PD, KKV, FACC mengungkapkan bahwa gagal jantung bisa juga diakibatkan oleh obesitas.

“Jadi dapat kita bayangkan, apa yang terjadi ketika sakit jantung. Kualitas tubuh kita tentu terganggu bahkan dapat berakibat fatal. Oleh sebab itu, kita harus memberikan perhatian dan menjaga jantung agar tetap dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Terlebih lagi penyandang diabetes melitus, dan hipertensi, mereka perlu memberikan perhatian lebih kepada jantungnya karena kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan rusaknya otot jantung atau memberatkan kerja jantung sehingga lama kelamaan jantungan menjadi lemah dan tidak dapat bekerja lagi atau istilah medisnya disebut gagal jantung,“ paparnya.

Baru-baru ini ditemukan bahwa ternyata perlemakan hati juga disebabkan oleh obesitas. Hal ini diungkapan pakar liver Dr. Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 di Jakarta, didapatkan kejadian perlemakan hati sebesar 30,6%. Faktor risiko penting yang ditimbulkan adalah obesitas, diabetes melitus, dan peningkatan trigliserida. Tetapi ada pula kasus perlemakan hati yang tidak disertai faktor risiko apapun (berat badan dan profil lipid normal, serta tidak mengidap diabetes melitus).

Perlemakan hati dapat terjadi pada semua usia, termasuk anak-anak, tetapi paling banyak ditemukan pada usia 40 sampai 50-an tahun, dan cenderung terjadi pada perempuan. Umumnya pasien perlemakan hati ditemukan secara kebetulan saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Perlemakan hati sering terlacak setelah didapat kenaikan kadar SGOT dan SGPT pada medical check-up.

Cara mudah mendeteksi obesitas
Cara sederhana untuk menentukan terjadinya obesitas sentral adalah dengan mengukur lingkar perut. Pengukuran lingkar perut dilakukan pada bagian pinggang, diantara tulang panggul bagian atas dan tulang rusuk bagian bawah. Seseorang dikatakan obesitas sentral bila lingkar perut >90 cm (untuk pria) atau >80 cm (untuk wanita).

Strategi Mengatasi Obesitas
Perubahan Gaya Hidup
  • Turunkan lingkar pinggang dengan pola hidup sehat
  • Olahraga teratur
  • Perbanyak makan buah, sayur dan makanan yang berbahan dasar kedelai seperti tahu, tempe dan susu kedelai
  • Stop Merokok
  • Hentikan konsumsi alkohol
  • Minum obat sesuai anjuran dokter
Total Hit : 11472
Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
Obesitas
Obesitas Pada Remaja
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
*willy wardiaman pada 14-08-2010, menulis:
 kenapa ya dok suka males sekali olahraga padahal saya pengidap diabetes sama kolesterol ? trims *Red : Hal itu karena masalah kebiasaan saja. Coba untuk melakukan aktifitas olahraga bersama teman/keluarga sehingga bisa menambah semangat untuk berolahraga
*adian romiani pada 19-06-2010, menulis:
 wahh,,,sepertinya seminar diatas bagus yaa. kira-kira kapan lagi akan diadakan semnar seperti ini? terima kasiii
*MURNI PALAYUKAN pada 14-06-2010, menulis:
 TOLONG DILENGKAPI DENGAN MENU UNTUK PASIEN OBESITAS
*nas chan pada 06-04-2010, menulis:
 apakah sesorang yg gemuk dari keturunan di sebut jg obesitas , *Red : Disebut obesitas apabila BMI atau body mass indexnya > 30. Untuk menghitung BMI dapat dilihat di : http://medicastore.com/penyakit/757/Body_Mass_Index_BMI.html
*Widnyana pada 27-05-2010, menulis:
 Apa hubungan Obesitas dengan Diabetes Militus, sejauh mana obesitas bisa sebagai faktor resiko DM, trims*Red : Obesitas merupakan salah satu faktor resiko untuk mengalami DM
 Next
Email       :
Password :
  
Subscribe to newsletter medicastore.com

Powered by us.groups.yahoo.com

Grup Google
Ingin mendapat newsletter & promosi Medicastore? Join:
Email:
Kunjungi grup kami
 Artikel Kesehatan
 Berita Kesehatan
 Seminar Kesehatan
 Forum
 Komentar
  Contact Us | Copyright | Profil Medicastore
Cari info penyakit | Cari info obat | Cari dokter  
Home | Info Penyakit | Info Obat | Info Dokter | Artikel Kesehatan | Berita Kesehatan | Seminar | Newsletter | Forum | Kuis | Iklan | Apotik Online
Disclaimer