medicastore.com
Cari info penyakit | Cari info obat | Cari dokter
RSS    
Medicastore > Seminar Kesehatan
Kenali Reumatoid Artritis: Si Sistem Imun yang tak lagi Menjalankan Fungsinya
25-05-2009 | Enny Sophia-medicastore.com
EmailEMAIL  | PrintPRINT  | RSSRSS
 

Reumatoid artritis vs Asam Urat
Rheumatoid arthritis (RA) atau sering juga disebut artritis reumatoid (AR) merupakan salah satu jenis penyakit rematik yang merupakan penyakit autoimun. Jenis penyakit rematik bermacam-macam. Lebih kurang terdapat lebih dari 100 jenis penyakit rematik. Penyakit rematik memiliki gejala yang mirip satu dengan yang lain. Masyarakat umumnya menganggap semua penyakit rematik disebabkan oleh asam urat, padahal penyakit rematik karena asam urat (reumatoid gout) hanya terjadi sekitar 7% dari keseluruhan penyakit rematik. Penyakit reumatoid artritis merupakan salah satu penyakit rematik yang termasuk jarang dijumpai, namun bila tidak diobati, penyakit ini dapat mengakibatkan kecacatan sendi secara permanen.

Reumatoid Artritis si Penyakit Autoimun
Reumatoid artritis termasuk penyakit autoimun yang menyerang persendian tulang. Sendi yang terjangkit biasanya sendi kecil seperti tangan dan kaki secara simetris (kiri dan kanan) mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan kemudian sendi mengalami kerusakan. Kerusakan sendi sudah mulai terjadi pada 6 bulan pertama terserang penyakit ini, dan  cacat bisa terjadi setelah 2-3 tahun bila penyakit tidak diobati.

Penyakit autoimun terjadi karena adanya gangguan pada fungsi normal dari sistem imun yang menyebabkan sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri atau dikarenakan adanya kegagalan antibodi dan sel T untuk mengenali sel tubuhnya sendiri sehingga merusak sel tubuh sendiri karena menganggap sel tubuh merupakan benda asing.


Reumatoid artritis menyerang lapisan dalam bungkus sendi (sinovium) yang mengakibatkan radang pada pembungkus sendi. Akibat sinovitis (radang pada sinovium) yang menahun, akan terjadi kerusakan pada tulang rawan sendi, tulang, tendon dan ligamen dalam sendi.

Peradangan sinovium menyebabkan keluarnya beberapa zat yang menggerogoti tulang rawan sel sehingga menimbulkan kerusakan tulang dan dapat berakibat menghilangnya permukaan sendi yang akan mengganggu gerak sendi. Dalam seminar yang diadakan Wyeth Indonesia  20 Mei 2009 lalu juga mengungkap bahwa artritis reumatoid dapat menyerang semua usia, dari anak sampai usia lanjut dan perbandingan wanita : pria adalah 3 : 1.

Gejala Reumatoid Artritis:
Terjadi peradangan pada sendi, terasa hangat di bagian sendi, bengkak, kemerahan dan sangat sakit. Biasanya pada banyak sendi, simetris, sendi terasa kaku di pagi hari. Selain itu, gejala lainnya adalah demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemah, dan anemia.

Pengobatan Rheumatoid Artritis
Bertindak sebagai nara sumber, Prof. Dr. dr. Harry Issbagio, SpPD-KR, K Ger menyatakan bahwa  belum ada obat yang menyembuhkan reumatoid artritis, dalam artian bila obat sihentikan, maka penyakit tidak kambuh lagi. Pengobatan reumatoid artritis ditujukan untuk:
  1. Mengurangi nyeri
  2. Mengurangi inflamasi
  3. Menghentikan kerusakan sendi
  4. Mencegah cacat
  5. Memperbaiki fungsi sendi
  6. Memperbaiki kualitas hidup
  7. Mencegah kematian dini
Dahulu, pengobatan reumatoid artritis hanya untuk menghilangkan gejalanya saja, seperti mengurangi bengkak,nyeri (pengobatan simptomatik). Dengan pengobatan untuk mengurangi gejala saja, cacat tetap terjadi.
Sekarang, pengobatan reumatoid artritis dimaksudkan untuk menghentikan penyakit agar tidak berlanjut, mencegah hilangnya fungsi sendi, dan mencegah cacat, sehingga dapat mencegah kematian prematur.
Di masa depan, pengobatan diarahkan untuk mengurangi penyakit meskipun pengobatan dihentikan.
Pengobatan RA dibagi dua, yaitu terapi menggunakan obat, dan terapi non obat seperti fisioterapi, psikologik, dan pembedahan.
Pengobatan dengan menggunakan obat pengubah perjalanan penyakit (disease modifying anti rheumatic drug/DMARD) seperti metroteksat, sulfasalasin, kloroquin dapat digunakan. Namun kekurangan dari penggunaan obat tersebut adalah efek samping yang ditimbulkan cukup besar, prosedur penggunaan cukup rumit, efek lambat, dan angka kegagalan yang cukup besar.

Prof. Dr. dr. Harry Isbagio, Sp.PD-KR - moderator - dr. Widjaja Kusuma (Wyeth)
Kiri-kanan : Prof. Dr. dr. Harry Isbagio, Sp.PD-KR - moderator - dr. Widjaja Kusuma (Wyeth)

Penggunaan agen biologi yang mekanisme kerjanya menginaktivasi sel T memiliki keuntungan bekerja lebih cepat, efek samping yang sedikit, dan angka keberhasilan yang cukup tinggi. Namun kekurangan penggunaan agen biologi dalam pengobatan RA adalah harganya yang cukup mahal bagi kebanyakan masyarakat. Yang perlu diingat adalah bahwa kunci keberhasilan pengobatan RA yaitu diagnosa dini dan pengobatan awal yang prograsif, yaitu sesegera mungkin menggunakan obat pengubah perjalanan penyakit (DMARD) bila diagnosa telah ditegakkan. reumatoid artritis belum dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol sampai tercapainya tingkat remisi (sembuh sementara), di mana gejala penyakit terutama kerusakan sendi dapat dihentikan.

Total Hit : 9139
Artikel Terkait
 
Penyakit Terkait
Artritis Rematoid
 
Komentar
Masukkan komentar Anda, untuk seminar diatas.
Nama:
Email:
Komentar:
  
Daftar Komentar :
*Mya pada 20-02-2010, menulis:
 Apa orang yang menderita RA akn berpengaruh pada keturunannya(anak)?????? *Red : Penyakit RA ini memang dapat diturunkan secara genetik, tetapi bukan berarti langsung dari orang tua ke anaknya, bisa saja itu merupakan gen dari kakek/neneknya
*PRICILIA RORONG pada 02-08-2010, menulis:
 salam... saya mau tanya apa bisa Anda poakan tentang juvenile RA ???? * Red : juvenile RA merupakan RA yang diderita sejak masih kanak-kanak. Untuk informasi tersendiri mengenai juvenile RA kami tdk mempunyai, tetapi utk informasi mengenai RA dapat dilihat di :http://medicastore.com/penyakit/18/Artritis_Rematoid.html
*Topan Aditya Handoko pada 30-12-2009, menulis:
 kalau faktor predisposisinya apa saja ya???? * Red : Faktor predisposisi yang diketahui adalah perempuan beresiko 2 kali lebih tinggi terhadap penyakit ini serta faktor genetik juga mempengaruhi
*Dahlia pada 18-12-2009, menulis:
 lumayan bagus, tolong beritahu jika ada jenis obat yang paling baru untuk RA, karena dari semua sumber belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit, rata-rata hanya dapat menekan reaksi radangnya saja.. thanks
*VERONIKA pada 12-10-2009, menulis:
 berapa harga obat agen biologi untuk rematik AR ? Red : Untuk harga pastinya kami kurang mengetahui, tetapi disebutkan berkisar sekitar 5 juta rupiah/vial
 Next
     
Email       :
Password :
  Lupa Password?

 Artikel Kesehatan
 Berita Kesehatan
 Seminar Kesehatan
 Forum
 Komentar
  Contact Us | Copyright | Profil Medicastore
Cari info penyakit | Cari info obat | Cari dokter  
Home | Info Penyakit | Info Obat | Info Dokter | Artikel Kesehatan | Berita Kesehatan | Seminar | Newsletter | Forum | Kuis | Iklan | Apotik Online
Disclaimer