Penyakit
23-02-2018

Ischemic Cholangiopathy

Ischemic cholangiopathy adalah kerusakan pada satu atau lebih saluran empedu yang disebabkan oleh suplai aliran darah yang tidak adekuat.

Saluran empedu diperdarahi hanya oleh satu pembuluh darah utama, yaitu arteri hepatika. Dengan demikian, adanya gangguan aliran darah pada arteri hepatika dapat menghambat suplai oksigen yang diterima oleh saluran empedu. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel-sel pada saluran empedu yang disebut ischemic cholangiopathy.

Gangguan aliran darah dapat terjadi karena :

- trauma bedah saat transplantasi hati (penyebab paling sering) atau saat operasi pengangkatan kandung empedu

- cedera karena terapi radiasi

- kelainan yang menyebabkan darah lebih mudah menggumpal

- tindakan untuk menghambat perdarahan yang menyebabkan pembentukan bekuan darah (embolisasi)

Kerusakan yang terjadi pada saluran empedu menyebabkan penyempitan pada saluran empedu itu sendiri sehingga aliran empedu menjadi berkurang atau terhambat. Dengan demikian, pigmen empedu (bilirubin) dapat tertahan dan menyebabkan berbagai gejala:

- perubahan warna pada kulit dan bagian putih pada mata menjadi kuning (jaundice)

- air seni menjadi berwarna gelap/pekat

- feces (tinja) menjadi berwarna pucat

Selain itu, keluhan gatal juga sering dijumpai, kadang-kadang dimulai di tangan dan kaki, namun biasanya gatal dirasakan di seluruh tubuh. Rasa gatal terutama dirasakan sangat mengganggu saat malam hari.

Infeksi saluran empedu juga dapat terjadi dan menyebabkan rasa nyeri pada perut, menggigil, dan demam.

Diagnosa penyakit dibuat berdasarkan gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan darah yang abnormal. Selain itu adanya kondisi yang mungkin menyebabkan terjadinya ischemic cholangiopathy, seperti pasien dengan riwayat transplantasi hati, juga dapat membantu.

Pemeriksaan ultrasonografi dapat membantu untuk melihat keadaan saluran empedu. Namun untuk pemeriksaan yang lebih baik terkadang diperlukan MRI (Magnetic Resonance Imaging) saluran empedu (yang disebut MRCP-Magnetic Resonance Cholangiopancreatography) atau endoskopi (ERCP-Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography). Tindakan ERCP dilakukan dengan memasukkan alat pelihat elastis (endoskopi) melalui mulut sampai ke dalam usus kecil dan kemudian menyuntikkan pewarna ke dalam sistem saluran empedu.

Tindakan ERCP juga dapat digunakan untuk pengobatan, yaitu dengan memperbaiki penyempitan pada saluran empedu. ERCP dilakukan dengan memasukkan kabel dengan balon pada ujungnya melalui endoskopi kemudian balon dikembangkan pada saluran empedu yang menyempit, setelah itu sebuah stent diletakkan untuk menjaga agar saluran empedu tetap terbuka.

Terkadang pada pasien-pasien yang sudah mendapatkan transplantasi hati, dibutuhkan transplantasi hati ulang.