Penyakit
23-10-2019

Fenomena Raynaud

(Sumber gambar: www.nejm.org)

Fenomena Raynaud merupakan suatu keadaan dimana terjadi penyempitan pembuluh darah-pembuluh darah arteri kecil pada beberapa bagian tubuh (biasanya di jari-jari tangan atau jari-jari kaki, tetapi bisa juga di ujung hidung, bibir, atau telinga), sebagai respon terhadap paparan dingin atau stress.

Penyebab

Fenomena Raynaud bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya (primer) - disebut juga sebagai penyakit Raynaud, atau bisa juga disebabkan oleh gangguan tertentu (sekunder). 

Berbagai gangguan atau kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya fenomena Raynaud sekunder antara lain :

  1. Penyakit pembuluh darah arteri, misalnya aterosklerosis dan penyakit Buerger
  2. Pemakaian obat-obat yang menyempitkan pembuluh darah arteri, misalnya amfetamin atau beberapa obat untuk migrain. Obat-obat ini juga bisa membuat fenomena Raynaud bertambah berat.
  3. Penyakit radang sendi dan autoimun, misalnya reumatoid artritis
  4. Cedera berulang, misalnya akibat menggunakan alat tertentu secara berlebihan
  5. Merokok
  6. Hormon tiroid yang rendah

Gejala

Sekitar 60-90% kasus fenomena Raynaud primer terjadi pada wanita berusia 15-40 tahun. Penyempitan pembuluh darah-pembuluh darah arteri kecil pada jari-jari tangan dan jari-jari kaki terjadi dengan cepat, seringkali dipicu oleh paparan udara dingin.

Sumber gambar: www.medicinenet.com

Gejala-gejala yang bisa ditemukan antara lain :

  1. Jari-jari tangan dan jari-jari kaki tampak pucat atau kemudian menjadi kebiruan
  2. Biasanya jari-jari tangan dan kaki tidak terasa nyeri, tetapi bisa timbul rasa baal, kesemutan, seperti terbakar atau ditusuk-tusuk jarum.
  3. Gejala-gejala bisa berlangsung selama beberapa menit atau jam.
  4. Sensasi dan warna kulit akan kembali normal jika tangan atau kaki dihangatkan.
  5. Luka kecil pada ujung-ujung jari jika gangguan terjadi berulang dan lama.

Meskipun gejala-gejala fenomena Raynaud paling sering terjadi pada jari-jari tangan dan jari-jari kaki, tetapi kondisi ini juga bisa mengenai bagian tubuh lainnya, misalnya hidung, bibir, atau telinga.

Diagnosis

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Jika diduga terdapat sumbatan pada pembuluh darah arteri, maka bisa dilakukan pemeriksaan ultrasonografi Doppler sebelum dan sesudah paparan udara dingin. Pemeriksaan darah juga bisa dilakukan untuk melihat apakah terdapat kondisi lain yang bisa menyebabkan terjadinya fenomena Raynaud.

Penanganan

Beberapa penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi fenomena Raynaud :

  1. Melindungi kepala, tubuh, dan anggota gerak dari paparan dingin.
  2. Berhenti merokok, karena nikotin menyebabkan pembuluh darah menyempit.
  3. Teknik relaksasi untuk orang-orang yang mengalami gejala ketika merasa bergairah atau bersemangat.
  4. Pengobatan untuk mengatasi gangguan yang mendasari
  5. Tindakan pemotongan saraf simpatik, bisa dilakukan jika gejala-gejala bertambah berat dan tidak bisa diatasi dengan cara-cara lainnya. Tindakan ini biasanya lebih efektif pada orang-orang dengan sindroma Raynaud primer dibandingkan fenomena Raynaud sekunder.

Pencegahan

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah terjadinya serangan, antara lain :

  1. Berpakaian yang hangat saat ke luar ruangan. Saat udara dingin, gunakan topi, kaus kaki, jaket, dan sarung tangan.
  2. Gunakan kaus kaki saat di dalam rumah.
  3. Gunakan sarung tangan atau kain tebal untuk mengeluarkan makanan dari lemari es.
  4. Atur suhu ruangan menjadi lebih hangat. Jangan pasang AC terlalu dingin.
  5. Pertimbangkan untuk pindah rumah ke daerah dengan iklim yang lebih hangat.

Referensi:

- H, John W. Functional Peripheral Arterial Disease. Merck Manual Handbook. 2008.

- Mayo Clinic. Raynaud's Disease. 2011.

- S, Gordon A. Raynaud's Phenomenon. Medline Plus. 2013.