Merawat Anak dengan Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan genetik dimana darah seseorang tidak dapat membeku dengan semestinya. Normalnya bila seseorang mengalami luka, baik tergores ataupun terpotong, maka darah akan keluar & kemudian berhenti dengan sendirinya dengan kondisi luka yang semakin menutup, hal itu terjadi karena adanya faktor pembekuan darah. Sedangkan seseorang yang mempunyai hemofilia mempunyai kecenderungan untuk mengalami pendarahan hebat bila mengalami luka, bahkan luka yang kecil sekalipun karena darahnya tidak dapat / sulit untuk membeku.

Untuk lebih mengetahui mengenai kondisi hemofilia ini terutama pada anak-anak, maka kali ini medicastore.com mencoba membuat artikel mengenai cara merawat anak dengan hemofilia, yang diambil dari kidshealth.org. Lebih jelasnya bisa dilihat dibawah ini :

 

Sekilas mengenal proses pembekuan darah  & hemofilia

 

Medicastore
Sumber : hemophiliafoundation.webs.com

 

Bila darah dapat membeku secara normal, maka tubuh secara alami melindungi diri sendiri. Platelet atau keping darah, akan menuju tempat terjadinya pendarahan, menempel & menutupi luka tersebut. Hal ini adalah langkap pertama proses pembekuan darah, ketika platelet telah menutupi luka, maka mereka akan mengeluarkan zat kimia yang akan menarik lebih banyak lagi platelet & juga mengaktifkan faktor pembekuan darah lainnya, seperti misalnya protein yang ada dalam darah.

Protein-protein tersebut bersama dengan platelet akan membentuk serat / benang yang membuat pembekuan darah menjadi lebih kuat & menutup luka. Benang / serat yang dapat menutup luka tersebut adalah fibrinogen, yang dibuat tubuh dari berbagai faktor pembekuan darah. Bila salah satu atau beberapa faktor tersebut tidak terdapat, maka proses pembekuan darah dapat tergganggu.

Seseorang bisa mempunyai salah satu dari 2 tipe hemofilia yaitu tipe A tau tipe B, kedua tipe ini berbeda tergantung dari jenis faktor pembekuan darah mana yang mereka punya dalam jumlah sedikit. Berat ringannya kasus hemofilia yang dialami tergantung dari persentase faktor pembekuan darah yang dihasilkan.  Bila faktor yang mempengaruhi proses pembekuan darah tersebut dihasilkan < 1 % maka kasus hemofilia yang dialami disebut kasus hemofilia berat. Kemudian bila faktor tersebut dihasilkan antara 2 %-5 % maka disebut kasus hemofilia berat, sedangkan bila seseorang dapat menghasilkan 5 %-50 % faktor pembekuan darah maka kasusnya disebut kasus hemofilia ringan.

 

Kenapa anak-anak bisa mengalami hemofilia ?

Hemofilia biasanya terjadi pada laki-laki, kenapa ? hal ini karena penyakit tersebut berkaitan dengan adanya kelainan pada kromosom X & diturunkan dari ibu ke anak laki-lakinya. Anak laki-laki (kromosom XY) mendapatkan kromosom X dari ibunya & kromosom Y dari ayahnya, sedangkan anak perempuan (kromosom XX) mendapatkan kromosom X masing-masing dari pihak ayah & ibu. Bila sang ibu menjadi pembawa hemofilia pada salah satu kromosom X nya, maka kemungkinan anak lelakinya akan mempunyai hemofilia adalah sebesar 50 %.

Seorang ibu yang menjadi pembawa hemofilia juga mempunyai kemungkinan 50 % untuk menurunkan kromosom X dengan hemofilia tersebut ke anak perempuannya. Tetapi hal tersebut tidak membuat si anak perempuan mengalami hemofilia, melainkan ia menjadi pembawa sifat hemofilia, sehingga mungkin saja salah satu anak laki-lakinya kelak juga akan mempunyai hemofilia.

 

Cara mengetahui seorang anak mempunyai hemofilia atau tidak

 

Medicastore
Sumber : impact-r.com

 

Dokter dapat mengetahui seorang anak mempunyai hemofilia bila anak tersebut mudah mengalami memar atau mengalami perdarahan yang banyak saat luka. Tanda lainnya adalah adanya bengkak pada persendian anak. Anak yang baru belajar merangkak, biasanya sering terbentur benda lain, tetapi umumnya hal tersebut tidak akan menyebabkan bengkak di persendian. Oleh karena itu, bila terjadi bengkak di persendian dapat menjadi pertanda adanya perdarahan di persendian, yang umumnya hal tersebut tidak akan terjadi karena aktifitas normal atau benturan yang ringan.

 Biasanya dokter akan melakukan wawancara dengan orang tua & juga melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kemungkinan sang anak mempunyai hemofilia. Selain itu ada juga pemeriksaan darah yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seorang wanita menjadi pembawa penyakit hemofilia atau tidak.

 

Bagaimana bila anak saya mempunyai hemofilia ?

 

Orang tua tidak perlu berputus asa bila ternyata anaknya mempunyai hemofilia, karena bahkan anak yang mempunyai hemofilia berat masih tetap dapat hidup dengan sehat & panjang umur. Luka terpotong atau luka ringan biasanya tidak menimbulkan masalah serius bagi orang yang mempunyai hemofilia, tetapi yang perlu menjadi perhatian adalah terjadinya perdarahan di dalam tubuh yang dapat menimbulkan masalah yang serius. Bila terjadi perdarahan di persendian, otot atau organ dalam tubuh lainnya maka diperlukan perawatan khusus.

Pasien yang mempunyai hemofilia berat, seringkali diberikan obat suntik yang berisi faktor pembekuan darah yang kurang dari tubuh mereka secara rutin, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan. Sedangkan anak yang mempunyai hemofilia kasus sedang & ringan, biasanya tidak membutuhkan suntikan tersebut, kecuali bila mereka mengalami luka yang serius atau akan menjalani prosedur operasi.

Saat ini, para ilmuwan sedang melakukan penelitian mengenai terapi gen bagi orang yang mempunyai hemofilia. Terapi gen tersebut adalah teknin percobaan yang mencoba menyediakan bagi tubuh informasi genetik yang tidak terdapat pada orang dengan hemofilia. Hemofilia dapat menjadi contoh yang baik bagi terapi gen, karena hal tersebut disebabkan adanya salah satu gen yang cacat. Hal ini juga dapat merubah cara kerja tubuh, sehingga tubuh dapat menghasilkan sendiri faktor pembekuan darah yang kurang tersebut.

Bagaimana cara anak dengan hemofilia dapat tetap sehat ?

Sebenarnya anak dengan hemofilia dapat menjalani hidup seperti anak-anak lainnya. Meskpun demikian, anak-anak tersebut perlu mendapatkan pengawasan untuk beberapa hal. Seperti misalnya, bila si anak mengalami sakit, maka sebaiknya jangan mengkonsumsi obat yang mengandung aspirin, ibuprofen atau naproxen karena dapat menyebabkan perdarahan berlangsung lebih lama.

Kemudian aktifitas fisik yang banyak melibatkan kontak fisik seperti gulat, hoki atau kegiatan beladiri juga jangan dilakukan karena berbahaya & tidak aman bagi anak yang mempunyai hemofilia. Selain itu kegiatan olahraga tim seperti sepakbola, basket atau baseball tidak dilarang untuk dilakukan, meskipun juga masih beresiko bila dilakukan oleh anak yang mempunyai hemofilia.

Tetapi secara umum, olahraga sangat dianjurkan bagi anak yang mempunyai hemofilia karena olahraga dapat membuat otot semakin kuat, sehingga dapat melindungi persendian. Otot yang lemah tidak dapat melindungi persendian dengan baik, sehingga membuat perdarahan lebih sering terjadi.

Sebaiknya orang tua & sang anak yang mempunyai hemofilia berkonsultasi dengan dokter untuk memilih olahraga apa yang tepat untuk dilakukan. Meskipun demikian, olahraga seperti berenang, berlari & bersepeda merupakan jenis olahraga yang sering direkomendasikan oleh dokter untuk dilakukan oleh anak yang mempunyai hemofilia.

 

Sumber :

1. kidshealth.org


Diskon 24% Produk Kosmetika Italia ACTIVA hingga 31 Juli 2012 Buy 1 get 1 item tertentu
Free Tas Silver Untuk pembelian produk Kinohimitsu minimal Rp. 150.000
Diskon 24 % Evian hingga 31 Juli 2012, Pelembap dengan kandungan mineral yang seimbang
Diskon 30% Rossmax, Omron, Gluco Dr, produk tertentu hingga 31 Juli 2012
Program Ramadhan Nutra care, Buy 1 get 1 & diskon 35% sampai 20 September
Diskon 35% Suplemen Kesehatan A. Vogel Hingga 20 September 2012
UNIVERSAL Diskon 24% Hingga 31 Juli 2012
NATURE'S PLUS Diskon 24 % Hingga 30 Juli 2012
NATURE'S HEALTH Diskon 24% Hingga 31 Juli 2012
TWINLAB Diskon 24% Hingga 31 Juli 2012
DISKON 24% Suplemen Kesehatan NATROL & NORDIC hingga 31 Juli 2012
DISKON 24% Suplemen Kesehatan Natra Bio, AH Newbust, The Righ C