Womens Health Center, Karena Perempuan Butuh Dimengerti
Berita Bekti-medicastore.com
20-02-2012

Womens Health Center, Karena Perempuan Butuh Dimengerti

Bertepatan dengan tanggal 14 Februari 2012 kemarin, yang bagi sebagian orang dirayakan sebagai hari kasih sayang, maka RSCM Kencana meresmikan pembukaan cluster terbarunya yaitu Women’s Health Center, yang terletak di lantai 5 RSCM Kencana.

 

Women’s Health Center ini dimaksudkan sebagai pusat pelayanan kesehatan perempuan di Indonesia, dimana pelayanannya dilandasi oleh 3 pilar yaitu : kehamilan & persalinan aman, pencegahan disfungsi dasar panggul & penapisan kelainan kandungan.

 

Pada acara tersebut juga berlangsung seminar media mengenai kesehatan perempuan yang diberikan oleh beberapa nara sumber. Salah satu diantaranya adalah dr. Aria Wibawa, SpOG (K) yang mengemukakan mengenai tujuan jangka panjang dari kesehatan sistem reproduksi adalah menciptakan generasi platinum dimasa yang akan datang. Yang dimaksud dengan generasi platinum adalah generasi yang cerdas, tangguh, tanggap, mampu bersaing & mampu menghasilkan produk unggulan. Dalam hal ini perempuan sangat mendominasi & berperan, mulai dari rencana pembentukan (prakonsepsi), pembentukan (konsepsi), kehamilan, persalinan, nifas, laktasi (early life) serta pengaturan kehamilan selanjutnya.

 

Menurut dr. Aria Wibawa, SpOG (K), ” dengan perencanaan atau manajemen reproduksi yang baik, pasangan suami istri dapat merencanakan & mempersiapkan agar proses tersebut berjalan lancar & mengembangkan hasil yang optimal. Teknik terkini memungkinkan bidang kedokteran untuk mendeteksi & memprediksi hasil luaran janin untuk melakukan optimalisasi kondisi ibu, pertumbuhan janin, koreksi dini & terapi/intervensi jika diperlukan, baik selama dalam proses kehamilan (intra uteri) maupun setelah lahir”.

 

Nara sumber lainnya, yaitu dr. Budi Iman Santoso, SpOG (K) menjelaskan mengenai kondisi disfungsi dasar panggul sebagai akibat dari kehamilan & persalinan yang tidak aman. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kerusakan otot levator ani berkaitan dengan riwayat persalinan melalui vagina (lahir secara normal). Kerusakan tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu kualitas hidup seperti : inkontinensia urin, inkontinensia alvi, prolaps organ panggul & disfungsi seksual. ”Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan otot dasar panggul, yaitu dengan melakukan suatu sistem skoring untuk memprediksi terjadinya kerusakan otot dasar panggul. Bila skoring menunjukkan risiko kerusakan otot dasar panggul adalah rendah, maka pasien dapat diyakinkan untuk memilih persalinan normal tanpa ada rasa khawatir mengalami disfungsi dasar panggul”, tambahnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Dr.dr.Junita Indarti, SpOG juga menjelaskan mengenai resiko kanker serviks (mulut rahim) pada wanita. Kanker mulut rahim merupakan kanker yang paling tinggi tingkat kejadiannya ataupun tingkat kematiannya. Di Indonesia sendiri didapatkan 40-45 kasus baru dengan 20-25 kematian akibat kanker tersebut setiap harinya atau 1 kematian setiap jamnya.

 

Penyebab kanker mulut rahim adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Untuk mencegah infeksi tersebut sudah tersedia vaksin yang diberikan dalam 3 kali ulangan, sedangkan untuk deteksi dininya dapat dilakukan dengan metode pap smear atau dengan metode terkini, yaitu gabungan antara sitologi berbasis cairan dengan pemeriksaan HPV DNA genotyping test yang mempunyai akurasi yang sangat baik.

 

Narasumber dalam acara media edukasi tentang kesehatan perempuan