Mengenal Hidrosefalus, Penyakit Pembesaran Kepala bayi
Kesehatan vidya - medicastore
02-10-2020

Mengenal Hidrosefalus, Penyakit Pembesaran Kepala bayi

Apa itu Hidrosefalus?

Hidrosefalus adalah penumpukan cairan serebrospinal (CSS) di rongga yang berada di dalam otak. Rongga-rongga ini disebut dengan ventrikel.

Ketika CSS menumpuk di dalam otak, dapat terjadi penekanan jaringan otak yang membahayakan.

Hidrosefalus dapat terjadi pada semua usia, akan tetapi paling sering terjadi pada bayi dan lansia (60 tahun ke atas).

Gejala dan Tanda Hidrosefalus

Biasanya hidrosefalus identik dengan bayi atau anak yang ukuran kepalanya besar.

Oleh karena itu mengukur lingkar kepala bayi secara teratur sangat penting dilakukan.

Gejala dari hidrosefalus dapat bervariasi terutama pada kelompok usia yang berbeda.

Gejala Hidrosefalus pada Bayi dan Anak

  • Ukuran kepala yang lebih besar dari normal
  • Pertambahan ukuran lingkar kepala sangat cepat
  • Ubun-ubun menonjol dan tegang
  • Pembuluh darah di kepala menonjol
  • Rewel
  • Mata selalu melihat ke bawah
  • Muntah
  • Kejang
  • Nafsu makan buruk
  • Lunglai
  • Pertumbuhan terhambat
  • Respons terhadap sentuhan buruk

Gejala Hidrosefalus pada Anak dan Remaja

  • Ukuran kepala membesar
  • Mual dan muntah
  • Pandangan kabur atau pandangan ganda
  • Mata selalu memandang ke bawah
  • Gangguan keseimbangan tubuh dan cara berjalan
  • Keterlambatan perkembangan atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah bisa dilakukan (misalnya berjalan atau bicara)
  • Kejang
  • Respons terhadap sentuhan kurang baik
  • Inkontinensia urin (tidak dapat menahan buang air kecil)
  • Nafsu makan turun
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mengantuk atau lemas
  • Rewel
  • Performa di sekolah menurun
  • Perubahan kepribadian

Anak yang lebih besar dapat mengeluhkan sakit kepala.

Gejala Hidrosefalus pada Orang Dewasa

Gejala pada kelompok usia ini antara lain:

  • Sakit kepala
  • Gangguan koordinasi atau keseimbangan
  • Letargi
  • Gangguan penglihatan
  • Mual muntah
  • Sulit berjalan atau gangguan cara berjalan
  • Tidak bisa mengontrol buang air kecil
  • Gangguan keterampilan kognitif
  • Gangguan ingatan, konsentrasi dan keterampilan berpikir lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuan bekerja
  • Demensia ringan

Apa Sebenarnya Penyebab Hidrosefalus?

Cairan di dalam otak (cairan serebrospinal, CSS) membasahi otak dan medulla spinalis. Cairan ini juga memberikan nutrisi ke otak dan membawa zat-zat sisa. Kemudian diserap ke aliran darah dan akan digantikan dengan CSS yang baru.

Penyebab hidrosefalus

Sumbatan Menyebabkan terjadinya Hidrosefalus

Sumber gambar: www.aboutkidshealth.ca

Hidrosefalus terjadi bila:

  • Aliran dari CSS tersumbat (hidrosefalus obstruktif)
  • CSS tidak terserap ke aliran darah dengan baik (disebut dengan communicating hydrocephalus)

Penyebab hidrosefalus belum sepenuhnya dipahami.

Beberapa kasus hidrosefalus ditemukan saat bayi lahir, sementara kasus lainnya muncul di masa kanak-kanak atau dewasa.

Hidrosefalus dapat diturunkan (secara genetika), infeksi saat kehamilan, dapat berkaitan dengan gangguan perkembangan seperti spina bifida, ensefalokel, atau terjadi karena tumor otak, cedera kepala, perdarahan, atau akibat penyakit meningitis, komplikasi dari kelahiran prematur.

Bagaimana Memastikan Diagnosis Hidrosefalus?

Dokter mendiagnosis hidrosefalus dengan melakukan anamnesis (menanyakan gejala), melakukan pemeriksaan fisik langsung dan akan meminta pemeriksaan pencitraan seperti ultrasonografi, CT scan, atau MRI.

Bagaimana Penanganan Hidrosefalus?

Penanganan hidrosefalus bergantung pada usia dan penyebabnya.

Penanganan dapat salah satu dari pembedahan berikut ini:

terapi hidrosefalus

Pemasangan Shunt pada Hidrosefalus

Sumber gambar: www.childrens.health.qld.gov.au

  1. Ventriculoperitoneal (VP) shunt.

Dokter akan memasang selang dari ventrikel otak ke rongga peritoneum (rongga perut).

Sistem shunt terdiri tiga komponen:

    1. Selang kateter yang berada di dalam ventrikel otak
    2. Katup yang dapat mengendalikan aliran CSS
    3. Selang kateter yang membawa keluar CSS ke bagian tubuh lainnya

Setelah pembedahan, semua komponen berada sepenuhnya di bawah kulit.

Shunt akan perlu diganti saat:

  • Anak bertambah besar dan memerlukan shunt yang lebih besar
  • Shunt terinfeksi atau tersumbat
  1. Endoscopic third ventriculostomy (ETV).

Sebagian pasien dapat menjalani proses ETV. Prosedur ini menggunakan sebuah kamera kecil yang memungkinkan dokter dapat melihat ke permukaan ventricular.

Kemudian ventrikel ketiga akan dilubangi sehingga CSS dapat bypass sumbatan ke lokasi penyerapan di permukaan otak.

Selain dengan pembedahan, anak-anak juga akan memerlukan terapi untuk tumbuh kembang yang mengalami hambatan, misalnya:

  • Program intervensi awal
  • Terapi fisik
  • Terapi okupasi

Bagaimana dengan Kesembuhan setelah Pembedahan?

Operasi pemasangan shunt dapat membantu mengurangi disabilitas atau ketergantungan pasien pada orang lain. Selain itu operasi juga dapat mencegah perburukan neurologis di masa yang akan datang.

Kesembuhan total setelah pembedahan bisa dicapai, akan tetapi jarang terjadi.

Kesembuhan bergantung pada penyebab hidrosefalus, keparahan gejala dan waktu diagnosis dan penanganan.

Beberapa pasien hidrosefalus menunjukkan perbaikan yang signifikan setelah pembedahan, sementara yang lain tidak menunjukkan perubahan.

Misalnya pada hidrosefalus dengan tekanan normal, demensia dapat hilang dengan pemasangan shunt.

Gejala lain, misalnya sakit kepala dapat hilang dengan cepat bila gejala berkaitan dengan peningkatan tekanan.

Secara umum, semakin cepat hidrosefalus terdiagnosis, kesempatan keberhasilan terapi semakin baik.

Semakin lama gejala diderita pasien, kemungkinan keberhasilan terapi akan semakin kecil.

Sayangnya tidak ada cara untuk memprediksi apakah pembedahan dapat berhasil untuk setiap pasien.

Kegagalan shunt juga bisa terjadi, katup dapat tersumbat atau tekanan di shunt tidak sesuai dengan kebutuhan pasien sehingga diperlukan pembedahan tambahan.

Komplikasi pembedahan lainnya adalah infeksi sehingga diperlukan terapi antibiotik dan shunt harus dibuka sementara.

 

 

 

 

 

Referensi:

  • https://kidshealth.org/en/parents/hydrocephalus.html
  • https://www.aans.org/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Hydrocephalus
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/hydrocephalus
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hydrocephalus/symptoms-causes/syc-20373604
  • https://guardian.ng/features/hydrocephalus-ailment-in-children-deadly-but-curable/ (Gambar cover)