Obat-obatan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Menyusui
Kesehatan Vidya
17-02-2021

Obat-obatan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Menyusui

Seringkali kita mendengar nasehat mengenai makanan yang sebaiknya banyak dikonsumsi dan makanan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu yang menyusui bayinya.

Bagaimana dengan obat-obatan?

Karena sifat obat ataupun efek sampingnya, tentu ada beberapa jenis obat yang sebaiknya dihindari ketika ibu menyusui.

Mari simak penjelasannya berikut ini yang Medicastore rangkum dari beberapa sumber.

ASI diketahui merupakan asupan terbaik untuk bayi karena berbagai manfaatnya yang penting seperti memberikan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan bayi dan mengandung antibodi.

Selain itu, memberikan ASI juga memiliki manfaat untuk ibu. Selain meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi dan efek relaksasi (karena pelepasan hormon selama menyusui), menyusui juga menghemat biaya karena tidak perlu membeli susu formula, dan menurunkan risiko terkena kanker payudara dan indung telur.

ASI eksklusif (ASI saja tanpa makanan atau minuman lain) direkomendasikan selama 6 bulan, dalam jangka waktu tersebut, Ibu mungkin memiliki keluhan yang memerlukan pengobatan.

Bagaimanakah Keamanan Mengkonsumsi Obat-obatan untuk Ibu Menyusui?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) dalam laporan klinis di tahun 2013 dengan judul: “The Transfer of Drugs and Therapeutics into Human Breast Milk”, disebutkan bahwa sebagian besar obat-obatan dan imunisasi aman diberikan kepada ibu yang menyusui.

Meskipun begitu, sejumlah zat dalam obat dapat ditemukan di dalam ASI dan mungkin mempengaruhi produksi ASI (ASI berkurang).

Teh atau minuman yang disebut-sebut herbal dapat mengandung zat seperti ephedra (dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah) atau bahan berbahaya lainnya.

Menurut AAP, pemberian obat bagi ibu yang menyusui harus mempertimbangkan manfaat dan risikonya kepada ibu menyusui dan bayinya.

Beberapa pertimbangan tersebut misalnya:

  • Kebutuhan pengobatan ibu (apakah penyakit berat/perlu obat untuk dapat sembuh atau menstabilkan kondisi kesehatan ibu)
  • Efek yang mungkin terjadi terhadap produksi ASI
  • Jumlah obat yang terkandung dalam ASI
  • Kemungkinan efek samping pada bayi
  • Usia bayi
  • Jumlah/proporsi ASI yang dikonsumsi bayi
  • Kondisi kesehatan bayi (apakah bayi lahir premature, baru lahir, sedang sakit berat, atau mengalami gangguan fungsi ginjal)

Obat-obatan yang Sebaiknya Dihindari

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), obat-obatan berikut ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu menyusui:

  • Amiodaron
  • Obat-obatan anti kanker
  • Kloramfenikol
  • Ergotamine
  • Garam emas
  • Phenindione
  • Obat-obatan radioaktif
  • Retinoid
  • Tetrasiklin (pemakaian dalam waktu >3 minggu)
  • Obat-obat psikotropika tertentu

Catatan:

Lithium dapat digunakan dengan monitor ketat kadarnya dalam darah ibu dan bayi.

Haruskah Ibu Menyusui Berhenti Mengkonsumsi Obat?

Terkadang dokter akan merekomendasikan ibu untuk berhenti menyusui sementara, atau seterusnya, bergantung pada jenis obat dan lamanya waktu yang diperlukan untuk minum obat.

Kita tentu tidak ingin sakit sehingga harus mengkonsumsi obat, akan tetapi sebelum terjadi, ada baiknya setiap ibu menyusui menyimpan ASI dan membekukannya (meskipun ibu menyusui adalah ibu rumah tangga), karena bayi akan tetap bisa mendapatkan ASI selama ibu mengkonsumsi obat.

Ibu sebaiknya tetap memompa ASI selama mengkonsumsi obat untuk mempertahankan produksi ASI tetapi ASI tidak diberikan kepada bayi.

Bayi berusia 6 bulan ke atas yang sehat, memiliki risiko terendah mengalami efek samping akibat obat yang dikonsumsi ibunya karena dapat mengeluarkan obat dari tubuh secara efisien.

Ketika sudah berusia 1 tahun ke atas, jumlah ASI yang dikonsumsi anak sudah jauh berkurang, sehingga jumlah obat dalam ASI yang masuk ke tubuh anak juga berkurang.

Apa Gejala yang Dapat Timbul pada Bayi Bila Ibu Menyusui Mengkonsumsi Obat-obatan Tertentu?

Perhatikan apakah bayi Anda mengalami perubahan pada pola makan, pola tidurnya (sering mengantuk, tidur terus menerus), atau menjadi rewel. Perhatikan juga apakah timbul ruam merah di tubuh bayi.

Apabila ada hal-hal yang membuat ibu khawatir atau curiga terjadi akibat obat yang dikonsumsi ibu, segera hubungi dokter anak Anda.

Obat-obatan Apa yang Aman Dikonsumsi Ibu Menyusui?

Obat-obatan berikut ini aman dikonsumsi oleh ibu yang menyusui. Akan tetapi sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat-obatan berikut ini karena obat yang aman bagi satu orang belum tentu aman bagi yang lainnya.

Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan keamanan penggunaan obat pada ibu menyusui seperti telah disebutkan di atas.

Obat Pereda Nyeri

  • Asetaminofen (parasetamol)
  • Ibuprofen
  • Naproxen (hanya boleh dikonsumsi dalam waktu singkat)

Obat Antimikroba

  • Flukonazol
  • Mikonazol (hanya gunakan sedikit)
  • Klotrimazol (hanya gunakan sedikit)
  • Golongan penisilin, misalnya amoksisilin dan ampisilin
  • Golongan sefalosporin, misalnya cefaleksin

Antihistamin

  • Loratadin
  • Fexofenadine

Dekongestan

  • Pseudoefedrin (gunakan dengan hati-hati karena dapat menurunkan produksi ASI)

Pil KB

  • Pil yang hanya mengandung progestin, misalnya minipil

Obat-obatan Gastorintestinal

  • Famotidine
  • Simetidin

Antidepresan

  • Paroksetin
  • Sertraline
  • Fluvoxamine

Obat-obat Konstipasi

  • Natrium Docusate

Apabila Anda ibu menyusui yang harus mengkonsumsi obat, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Karena efek obat-obatan yang dikonsumsi ibu menyusui pada bayi tidak diketahui, sebaiknya hanya gunakan obat yang benar-benar diperlukan, dengan dosis terendah dan durasi pemakaian yang singkat.
  • Apabila memungkinkan, konsumsi obat yang hanya memerlukan satu dosis dalam sehari. Waktu terbaik untuk mengkonsumsi obat ini adalah ketika bayi tidak menyusu dalam waktu yang lama, misalnya malam hari (kecuali bila bayi masih sering terbangun malam hari).
  • Hindari obat-obatan dengan kerja panjang, atau obat-obatan jenis ‘lepas lambat’, dan kombinasi beberapa obat bila memungkinkan. Obat-obatan dengan kerja singkat dikeluarkan dari tubuh lebih cepat.
  • Apabila ibu menyusui harus menggunakan beberapa jenis obat, ikuti rekomendasi obat-obatan untuk ibu menyusui untuk mengobati masalah kesehatan yang paling berat.

 

 

 

 

Referensi:

  • https://www.cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/vaccinations-medications-drugs/prescription-medication-use.html
  • https://www.drugs.com/drug-safety-breastfeeding.html
  • https://www.huggies.com.au (Cover)
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breastfeeding-and-medications/art-20043975