Penyebab ISK (Infeksi Saluran Kemih) pada Anak
Kesehatan dr. Vidya Hartiansyah
14-12-2021

Penyebab ISK (Infeksi Saluran Kemih) pada Anak

Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga dapat menderita infeksi saluran kemih.

Infeksi saluran kemih selain menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri, juga bisa menyebabkan komplikasi, oleh karena itu penting untuk mengenali gejalanya dan segera mengobati infeksinya.

Penyebab ISK (Infeksi Saluran Kemih) pada Anak

Infeksi saluran kemih terjadi ketika ada bakteri dari kulit atau tinja yang masuk ke saluran kemih dan berkembang biak.  

Anak-anak perempuan lebih rentan terkena infeksi saluran kemih dibandingkan anak laki-laki karena saluran uretranya lebih pendek, sehingga bakteri dari anus dapat dengan dengan mudah masuk. Anak laki-laki yang belum disunat juga sedikit lebih berisiko mengalami ISK.

Beberapa anak juga memiliki masalah pada kandung kemih atau ginjalnya sehingga lebih rentan terkena ISK.

Penyebab ISK

Sebagian besar infeksi disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) yang normalnya berada di saluran pencernaan. Selain itu, bakteri lainnya yang dapat menjadi penyebab ISK antara lain:

  • Klebsiella
  • Proteus
  • Enterobacter
  • Citrobacter
  • Staphylococcus saprophyticus
  • Enterococcus

Tanda-tanda dan Gejala ISK (Infeksi Saluran Kemih) pada Anak

Pada anak-anak yang masih sangat kecil, orang tua mungkin sedikit kesulitan mengenai tanda dan gejala ISK.

Bayi mungkin rewel, nafsu makan menurun, atau demam. Anak yang sudah bisa menggunakan toilet, mungkin dapat kehilangan kendali kandung kemih, dan dapat mengompol. Terkadang dapat terlihat darah di air seni, dan/atau air seni berwarna merah muda.

Pada anak yang lebih besar, gejala lebih jelas dan lebih mudah diketahui. Gejala utama adalah nyeri di perut bawah, punggung atau pinggang, dan sering buang air kecil.

Gejala ISK pada bayi antara lain:

  • demam
  • air seni sangat bau
  • anak gagal tumbuh
  • berat badan turun
  • rewel
  • mual muntah
  • lemah
  • kulit kuning

Gejala ISK pada anak yang lebih besar antara lain:

  • sering ingin buang air kecil, tetapi ketika buang air kecil hanya keluar sedikit.
  • mengompol saat siang/malam hari (meskipun sudah bisa menggunakan toilet).
  • buang air kecil sulit dan nyeri.
  • rasa tidak nyaman di area tulang kemaluan.
  • air seni sangat bau.
  • ada darah dalam air seni.
  • mual dan/atau muntah.
  • demam, menggigil.
  • nyeri di punggung atau pinggang (di bawah tulang iga).
  • lemah.

Bagaimana Dokter Mengetahui dan Mendiagnosis ISK?

Mendiagnosis ISK pada anak agak sulit karena gejalanya kurang spesifik, padahal bila lambat ditangani, ISK dapat menyebabkan infeksi lebih lanjut, seperti infeksi pada ginjal.

Bila anak Anda masih sangat kecil dan terdapat keluhan-keluhan kesehatan yang tidak spesifik, atau pada pemeriksaan lainnya tidak ditemukan masalah, pemeriksaan urin dapat dipertimbangkan.

Untuk memastikan diagnosis ISK, diperlukan sampel air seni untuk memeriksa apakah terdapat bakteri.

  • Pada anak-anak yang lebih besar, air seni dapat dikumpulkan di botol penampung khusus
  • Anak-anak yang lebih kecil dapat menggunakan kantung khusus yang dipasang di alat kelaminnya untuk mengumpulkan air seni
  • Pada bayi, dokter mungkin perlu mengambil sampel menggunakan jarum khusus untuk mengambil air seni di kandung kemih melalui dinding perut

Selain itu, mungkin diperlukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah ada infeksi pada ginjal dan untuk mengentahui fungsi ginjal.

Bagaimana Cara Mengatasi ISK pada Anak?

ISK diatasi dengan antibiotik. Umumnya antibiotik digunakan antara 3 hingga 10 hari. Setelah itu dokter akan meminta pemeriksaan urin (air seni) ulang untuk memastikan infeksi telah sembuh.

Selama pengobatan, pastikan anak minum cukup banyak air, dan hindari minuman yang mengandung kafein, misalnya minuman soda dan teh, karena dapat mengiritasi kandung kemih.

Sebagian besar ISK sembuh dalam waktu satu minggu. Segera konsultasikan ke dokter bila gejala tidak membaik setelah 3 hari penggunaan antibiotik, atau bila gejala memburuk.

Pengobatan ISK Berat

Anak-anak dengan infeksi yang lebih berat perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan antibiotik injeksi atau melalui intravena.

Tanda ISK berat yaitu:

  • anak demam tinggi atau terlihat tampak sakit
  • anak berusia kurang dari 6 bulan
  • anak mengalami dehidrasi atau muntah-muntah dan tidak dapat makan-minum atau minum obat

Apakah Jus Cranberry Benar Bisa Mengatasi ISK?

Berdasarkan beberapa bukti sains, jus cranberry dapat membantu mengatasi infeksi saluran kemih. Akan tetapi, bukti menunjukkan jus cranberry dapat membantu ISK berulang pada wanita, bukan pada anak-anak.

Bisakah ISK pada Anak Dicegah?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko infeksi saluran kemih:

  1. Pada bayi dan balita, sering ganti popok untuk mencegah penyebaran bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Bila anak sudah dapat menggunakan toilet, ajarkan hygiene personal yang baik. Anak perempuan harus diajarkan untuk membasuh dari arah depan ke belakang, untuk mencegah penyebaran bakteri dari anus ke saluran kemih.
  2. Anak-anak perempuan usia sekolah sebaiknya menghindari mandi busa dan sabun dengan bahan kimia yang keras yang dapat menyebabkan iritasi. Pakaian dalam yang digunakan juga sebaiknya berbahan katun, bukan nilon, untuk memperbaiki aliran udara dan mencegah pertumbuhan bakteri.
  3. Semua anak harus diajarkan untuk tidak menahan bila sudah ingin buang air kecil. Air seni yang tertahan lama di kandung kemih dapat menjadi media yang baik untuk bakteri berkembang biak.
  4. Anak-anak harus minum cukup banyak air yang tidak mengandung kafein untuk membantu membuang bakteri keluar dari saluran kemih. Air yang cukup juga dapat membantu mencegah konstipasi yang dapat menghambat saluran kemih sehingga bakteri tumbuh berkembang.

 

 

 

 

Referensi:

  • https://kidshealth.org/en/parents/urinary.html
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12415-urinary-tract-infection-childrens
  • https://www.webmd.com/children/if-your-child-gets-a-uti