Mengenal Lebih Jauh Penyakit Asma, Bisakah Dihindari?
Kesehatan dr. Vidya Hartiansyah
25-01-2022

Mengenal Lebih Jauh Penyakit Asma, Bisakah Dihindari?

Asma adalah kondisi di mana saluran napas menyempit dan membengkak dan memproduksi mucus/lendir yang berlebihan.

Hal ini menyebabkan bernapas menjadi sulit dan timbul batuk, bunyi napas mengi ketika mengeluarkan napas, serta sesak napas.

Gejala asma berbeda-beda, bagi sebagian penderitanya, asma hanyalah gangguan kecil, sementara bagi yang lain, asma dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan bahkan dapat mengancam nyawa.

Asma tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat dikendalikan.

Apa Sebenarnya Penyebab Penyakit Asma?

Penyebab pasti dari penyakit asma tidak diketahui.

Pembengkakan dan sumbatan saluran napas terjadi akibat respons terhadap sejumlah pencetus.

Faktor genetika, polusi, dan standar hygiene modern dianggap sebagai penyebab penyakit asma, tetapi belum ada cukup bukti menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut merupakan penyebab penyakit asma.

Pencetus Penyakit Asma

Banyak orang mengira, asma muncul akibat alergi terhadap substansi yang terbawa udara, seperti debu atau serbuk bunga.

Faktanya, setiap orang memiliki pencetus yang berbeda-beda. Selain debu, hewan, dan bahkan makanan pun juga dapat mencetuskan asma.

Beberapa pencetus asma misalnya:

  • infeksi, misalnya pilek dan flu
  • alergi, misalnya terhadap debu, bulu binatang, serbuk bunga, dll
  • asap, polusi udara
  • obat-obatan tertentu, terutama anti nyeri seperti ibuprofen dan aspirin
  • emosi, termasuk stress atau tertawa
  • cuaca, misalnya perubahan suhu tiba-tiba, udara dingin, angina, badai, panas dan lembab
  • kelembaban
  • olahraga

Pada beberapa kasus, asma dikaitkan dengan paparan di lingkungan kerja. Misalnya:

  • isocyanate (bahan kimia yang sering ditemukan dalam cat semprot)
  • serbuk tepung
  • lateks
  • hewan
  • debu kayu
  • colophony (substansi yang sering ditemukan pada asap solder)

Orang-orang yang berisiko tinggi terpapar bahan-bahan tersebut adalah pekerja di pabrik roti atau kue, pabrik kimia, tukang cat, dan pekerja yang berkaitan dengan kayu.

Siapa yang Berisiko Terkena Penyakit Asma?

Beberpa hal dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit asma, misalnya:

  • memiliki penyakit yang berkaitan dengan alergi, misalnya eksim, atau alergi makanan
  • ada riwayat asma atau alergi lain di keluarga
  • pernah terkena penyakit bronkiolitis
  • terpapar tembakau di masa kanak-kanak
  • ketika Anda masih dalam kandungan, ibu Anda merokok
  • lahir premature (sebelum 37 minggu) atau lahir dengan berat badan rendah

Gejala Penyakit Asma

Gejala asma berbeda-beda pada setiap orang. Gejala juga dapat muncul kadang-kadang, hanya pada waktu tertentu, atau gejala muncul setiap waktu.

Gejala asma yang Anda ketahui mungkin adalah sesak napas, tetapi ada beberapa gejala lain dari penyakit asma, yaitu:

  • dada terasa kencang atau nyeri
  • bunyi mengi ketika mengeluarkan napas
  • sulit tidur akibat sesak, batuk atau mengi
  • batuk atau mengi yang memburuk akibat penyakit virus pernapasan, misalnya pilek atau flu

Gejala asma pada bayi

Gejala Penyakit Asma pada Bayi

Sumber gambar: www.verywellhealth.com

Kapan asma dikatakan memberat atau memburuk? Tanda-tanda penyakit asma memburuk yaitu:

  • gejala muncul lebih sering dan semakin mengganggu
  • bernapas semakin sulit
  • perlu lebih sering menggunakan obat inhalasi

Apa Komplikasi Penyakit Asma?

Penyakit asma yang tidak terkendali dapat menimbulkan beberapa komplikasi, yaitu:

  • penyempitan saluran napas permanen
  • efek samping dari obat-obatan asma yang digunakan dalam waktu lama
  • seringnya kunjungan ke rumah sakit/rawat inap sehingga menurunkan produktivitas dan kualitas hidup

Bagaimana Pengobatan Penyakit Asma?

Penyakit asma tidak dapat disembuhkan, penyakit ini adalah masalah kesehatan seumur hidup penderitanya. Akan tetapi, dengan penanganan dan perawatan yang tepat, penyakit ini dapat dikendalikan.

  1. Inhaler

Inhaler dapat membantu:

  • meredakan gejala saat serangan (reliever inhaler)
  • mencegah gejala muncul (preventer inhaler)

Beberapa orang memerlukan kombinasi keduanya.

    1. Reliever inhaler

Inhaler ini digunakan untuk mengatasi gejala saat serangan asma muncul. Inhaler golongan ini dapat meredakan gejala dalam beberapa menit.

Reliever inhaler memiliki beberapa efek samping, terkadang dapat menyebabkan gemetar atau denyut jantung yang cepat, beberapa menit setelah digunakan.

inhaler penyakit asma

    1. Preventer inhaler

Inhaler golongan ini digunakan bila Anda sering menggunakan reliever inhaler.

Preventer inhaler digunakan setiap hari untuk mengurangi peradangan dan sensitivitas saluran napas, yang dapat menghentikan gejala. Inhaler golongan ini tetap harus digunakan meskipun tidak ada gejala.

Inhaler golongan ini mengandung steroid, sehingga terkadang dapat menimbulkan efek samping seperti:

  • infeksi jamur di mulut atau tenggorokan
  • suara serak
  • sakit tenggorokan

Efek samping tersebut dapat dicegah dengan penggunaan ‘spacer’, sebuah tabung plastik yang dipasang di inhaler, dan dengan berkumur setelah menggunakan inhaler.

  1. Inhaler kombinasi

Inhaler kombinasi digunakan bila reliever dan preventer tidak dapat mengendalikan asma Anda.

Inhaler kombinasi digunakan setiap hari untuk membantu meredakan gejala yang muncul dan memberikan efek pereda bila gejala muncul.

Inhaler harus digunakan setiap hari meskipun tidak ada gejala. Efek samping penggunaannya serupa dengan inhaler reliever dan preventer.

  1. Obat minum

Apabila penggunaan obat-obatan inhaler tidak dapat membantu mengendalikan gejala, Anda mungkin memerlukan obat-obatan dalam bentuk tablet.

Beberapa obat tablet untuk asma yaitu: Leukotriene receptor antagonists (LTRAs), teofilin, atau steroid bila obat lainnya tidak dapat mengendalikan gejala.

Obat golongan steroid tidak dapat digunakan dalam jangka waktu lama karena dapat menyebabkan efek samping:

  • meningkatnya nafsu makan
  • perubahan mood
  • osteoporosis
  • mudah memar
  • tekanan darah tinggi

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat-obatan yang Anda gunakan.

Penanganan Lain

Penanganan lain, misalnya injeksi, atau pembedahan, jarang diperlukan, tetapi mungkin akan direkomendasikan oleh dokter bila terapi lainnya tidak berhasil.

Banyak beredar informasi mengenai suplemen atau vitamin tertentu dapat menyembuhkan asma, tetapi hal tersebut hanyalah mitos, karena tidak ada bukti (atau hanya sedikit sekali bukti) mengenai kebenarannya.

Bisakah Penyakit Asma Dihindari atau Dicegah?

Penyakit asma tidak dapat dihindari atau dicegah.

Akan tetapi Anda dapat mengurangi kekambuhan dan mencegah serangan asma.

  • Gunakan obat-obat dengan teratur, sesuai dengan dosis/anjuran dokter Anda
  • Kenali pencetus serangan asma, dan hindari terpapar pencetus tersebut
  • Dapatkan vaksinasi influenza dan pneumonia
  • Pantau pernapasan Anda. Anda dapat belajar untuk mengenali tanda-tanda bahaya dari serangan asma, misalnya batuk, mengi atau sesak.

Apakah penderita asma harus menghindari olahraga atau aktivitas fisik lainnya?

Menderita asma tidak berarti harus menghindari olahraga atau aktivitas fisik lainnya, tetapi harus dipastikan Anda cukup beristirahat.

Memiliki tubuh yang bugar dapat mengurangi beban pada paru-paru saat berolahraga.

Apakah berat badan tidak berkaitan dengan asma?

Menurut American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine?tahun 2007, orang-orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, lebih rentan mengalami asma.

Para peneliti di Emory University di Atlanta menemukan bahwa, 66% orang dewasa yang obesitas cenderung mengalami gejala, 36% orang cenderung tidak dapat masuk kerja, dan 52% orang cenderung mengalami asma berat dibandingkan orang yang tidak gemuk.

Apakah asma akan hilang setelah dewasa?

Pada sebagian anak, penyakit asma akan menghilang.

Gejala asma berkurang seiring bertambahnya usia pada sekitar separuh dari anak-anak penderita asma usia dua hingga sepuluh tahun. Akan tetapi asma dapat kembali muncul ketika mencapai usia 30-an. Sedangkan pada sebagian penderita asma lainnya, penyakit menetap hingga dewasa.

 

 

 

 

Referensi:

  • https://www.asthma.com/understanding-asthma/what-is-asthma/myth-or-fact/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653
  • https://www.nhs.uk/conditions/asthma/causes/
  • https://www.nhs.uk/conditions/asthma/treatment/
  • https://www.uthct.edu/myth-or-fact-whats-true-about-asthma-2/
  • www.australiawidefirstaid.com.au (gambar cover)