Mengenal Disleksia, Penyebab Anak Sulit Belajar
Kesehatan dr. Vidya Hartiansyah
24-02-2022

Mengenal Disleksia, Penyebab Anak Sulit Belajar

Apa itu Disleksia?

Disleksia bukanlah sebuah penyakit. Disleksia adalah kesulitan belajar yang sering terjadi yang dapat menimbulkan masalah membaca, menulis, dan mengeja. Akan tetapi berbeda dengan gangguan belajar, kecerdasan tidak terganggu.

Membaca memerlukan kerja otak untuk menghubungkan huruf-huruf dengan bunyi, mengatur bunyi sesuai urutannya, dan mengucapkan bunyi tersebut sesuai urutannya, dan membentuk kata-kata menjadi kalimat dan paragraf yang dapat dibaca dan dimengerti.

Orang dengan disleksia mengalami kesulitan mencocokkan huruf dengan bunyi, dan bunyi dari kombinasi huruf. Bila mengalami kesulitan ini, maka langkah selanjutnya akan menjadi lebih sulit.

Anak dan orang dewasa dengan disleksia mengalami kesulitan membaca, akan tetapi hal ini tidak berkaitan dengan kecerdasan umum.

Meskipun kesulitan membaca, seringkali penderita disleksia sangat cepat dan kreatif dalam berpikir dengan kemampuan alasan yang kuat.

Disleksia tidak dapat “disembuhkan’, akan tetapi dengan dukungan yang tepat, penderitanya dapat menjadi murid dan orang dewasa yang sukses.

Apa Penyebab Disleksia?

Penyebab pasti dari disleksia tidak diketahui, akan tetapi disleksia seringkali ditemukan menurun dalam keluarga.

Gejala Disleksia

Usia Pra Sekolah

  • Sulit menghafal nama-nama huruf
  • Tidak dapat mengenali huruf di namanya sendiri
  • Salah mengucap kata-kata umum
  • Tidak memahami bahwa kata buku, kuku, suku, memiliki irama yang sama
  • Ada riwayat kesulitan membaca dan/atau mengeja dalam keluarga

Usia Taman Kanak-kanak dan SD Kelas 1

  • Kesalahan membaca yang tidak menunjukkan hubungan antara bunyi huruf di halaman yang dibaca
  • Tidak mengerti bahwa kata-kata itu terpisah
  • Mengeluhkan membaca itu sulit
  • Ada riwayat kesulitan membaca pada orang tua atau saudara kandung
  • Tidak dapat menyebutkan kata-kata sederhana

SD Kelas 2 hingga SMA

gejala disleksia

Sumber gambar: www.everydayhealth.com

  • Kemampuan membaca lambat
  • Kesulitan membaca kata-kata yang asing
  • Tidak tahu bagaimana membaca kata-kata baru
  • Menghindari membaca dengan suara keras
  • Sering kesulitan menemukan kata, dan menggantinya dengan “sesuatu”, “yang itu”, atau “seperti itu”
  • Sering berhenti, atau sering bergumam “mmm” ketika bicara
  • Bingung dengan kata-kata yang berbunyi serupa
  • Memerlukan waktu lebih untuk merespons pertanyaan
  • Sulit mengingat tanggal, nama, nomor telepon, dan daftar acak
  • Kesulitan untuk menyelesaikan tes tepat waktu
  • Sulit mempelajari bahasa asing
  • Tulisan berantakan

Masa Dewasa

  • Ada riwayat kesulitan membaca dan mengeja di masa kanak-kanak
  • Keterampilan membaca berkembang seiring waktu, tetapi masih memerlukan banyak usaha dan membaca dengan lambat
  • Jarang menikmati membaca
  • Menghindari membaca dengan suara keras
  • Kesulitan bicara fasih dan banyak mengucapkan “mmm”, dan bahasa yang tidak jelas, dan mengalami kecemasan saat bicara
  • Sering salah mengucapkan nama orang dan tempat dan sulit mengingatnya
  • Bingung dengan nama-nama yang terdengar serupa
  • Kesulitan untuk menyebutkan kata, dan sering mengatakan “sudah diujung lidah”
  • Jarang merespons percakapan dengan cepat
  • Menghindari kata-kata yang berisiko salah ucap

Kelebihan Penderita Disleksia

Meskipun memiliki kesulitan membaca, penderita disleksia memiliki kelebihan di bidang lain, diantaranya:

  • Pikiran penuh rasa ingin tahu
  • Kemampuan menyelesaikan masalah
  • Memahami ide-ide baru
  • Mencetuskan ide-ide
  • Berpikir analitis, dan kreatif
  • Menemukan strategi berbeda
  • Melihat secara keseluruhan
  • Pikiran yang dalam dan cermat

Bagaimana Cara Mendukung Penderita Disleksia?

Bila anak Anda menderita disleksia, langkah awal adalah dengan membicarakannya dengan guru sekolah anak Anda. Sekolah mungkin memiliki layanan khusus untuk membantu anak Anda.

Bila anak Anda tetap memiliki masalah meskipun sudah mendapatkan bantuan di sekolah, anak mungkin memerlukan pemeriksaan dan penilaian lebih dalam dari ahlinya.

Dengan dukungan yang tepat, anak dengan disleksia bisa bersekolah di sekolah umum, meskipun sebagian anak lebih cocok bersekolah di sekolah khusus.

Beberapa dukungan yang dapat diberikan untuk anak dengan disleksia diantaranya:

  • pengajaran khusus oleh satu orang guru untuk satu orang anak, atau pelajaran dalam kelompok kecil dengan guru khusus
  • teknik belajar khusus yang memfokuskan pada meningkatkan kemampuan untuk mengidentifikasi dan memproses bunyi yang membentuk kata-kata

penanganan disleksia

Beberapa contoh dukungan untuk anak dengan disleksia

Sumber gambar: assistedtechnology.weebly.com

  • menggunakan teknologi, misalnya komputer dan software ‘speech recognition’ yang memudahkan anak dengan disleksia untuk membaca dan menulis

 

 

 

Referensi:

  • http://dyslexia.yale.edu/dyslexia/what-is-dyslexia/
  • http://dyslexiaassociation.org.au/how-is-dyslexia-evaluated
  • https://www.nhs.uk/conditions/dyslexia/