Benarkah Es Penyebab Sakit Amandel?
Kesehatan dr. Vidya Hartiansyah
11-03-2022

Benarkah Es Penyebab Sakit Amandel?

Sejak dulu, kalimat “jangan makan es nanti sakit amandel” mungkin sering Anda dengar.

Akan tetapi, benarkah anggapan tersebut?

Bila tidak benar, apa sebenarnya penyebab sakit amandel?

Simak penjelasannya berikut ini yang kami rangkum dari berbagai sumber.

 

Amandel, atau dalam istilah medis disebut dengan tonsil, adalah dua buah jaringan yang berada di bagian belakang tenggorokan.

Amandel berfungsi sebagai ‘penyaring’, yang memerangkap kuman yang dapat menyebabkan infeksi. Amandel juga membuat antibodi untuk melawan infeksi.

Terkadang, amandel bekerja berlebihan dalam melawan bakteri atau virus, sehingga amandel membengkak dan meradang.

Amandel yang meradang disebut dengan tonsillitis. Penyakit ini sering dialami anak-anak, tetapi bisa juga dialami remaja dan orang dewasa.

Gejala Sakit Amandel

Gejala utama dari sakit amandel adalah tonsil yang bengkak dan meradang, bila penyakit sangat berat, terkadang penderitanya sulit bernapas dari mulut.

Gejala umum lainnya yaitu:

  • sakit tenggorokan
  • demam
  • amandel memerah
  • ada bercak putih, kuning, di amandel
  • ada luka di tenggorokan

gejala sakit amandel

  • sakit menelan
  • sakit kepala
  • tidak nafsu makan, mual
  • sakit telinga
  • pembengkakan kelenjar di leher atau rahang (pada infeksi yang lebih berat)

Pada anak terkadang ada gejala keluar air liur, dan muntah

Penyebab Sakit Amandel

Jadi, apa penyebab sakit amandel?

Penyebab sakit amandel adalah infeksi bakteri dan virus, yang mungkin saja terdapat di dalam es yang diminum anak, terutama bila es yang dikonsumsi tidak higienis.

penyebab sakit amandel

Penyebab Sakit Amandel; Infeksi Bakteri atau Virus

Sumber gambar: fortworthent.net

Penyebab sakit amandel yang sering adalah bakteri Streptococcus. Penyebab sakit amandel lainnya yaitu:

  • virus flu
  • adenovirus
  • virus Epstein-Barr
  • virus parainfluenza
  • enterovirus
  • virus herpes simpleks

Beberapa hal dapat membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit amandel, misalnya faktor usia. Anak yang lebih kecil lebih banyak terkena tonsillitis atau radang amandel akibat virus, sedangkan anak usia 5 hingga 15 tahun lebih cenderung terkena tonsillitis akibat bakteri.

Anak-anak lebih rentan terkena tonsillitis karena banyak menghabiskan waktu bermain sehingga lebih banyak terpapar kuman dari lingkungannya.

Diagnosis Sakit Amandel

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan melihat apakah amandel membengkak atau merah atau ada bercak luka.

Dokter mungkin juga akan memeriksa telinga dan hidung untuk melihat tanda-tanda adanya infeksi dan meraba sisi leher untuk mencari pembengkakan kelenjar atau nyeri tekan.

Pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab sakit amandel. Pemeriksaan tersebut misalnya swab tenggorokan untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri Streptococcus. Pemeriksaan lainnya yaitu pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah sakit amandel disebabkan karena infeksi virus atau bakteri.

Komplikasi Sakit Amandel

Komplikasi dari sakit amandel jarang terjadi, biasanya hanya terjadi pada infeksi bakteri.

  • abses peritonsillar (kumpulan nanah di sekitar amandel)
  • infeksi telinga tengah
  • sulit bernapas saat tidur
  • selulitis tonsillar (infeksi yang menyebar dan masuk ke dalam jaringan di sekitar amandel)

Terkadang terdapat kantung berisi nanah di antara amandel dan dinding tenggorokan, yang disebut dengan quinsy.

Bila penyebab sakit amandel adalah infeksi bakteri Streptococcus dan tidak diobati dengan tuntas, dapat timbul penyakit serius, seperti:

  • demam rematik
  • sinusitis
  • infeksi ginjal (glomerulonephritis)
  • demam Scarlet

Pengobatan Sakit Amandel

Pengobatan bergantung pada penyebab sakit amandel.

  1. Virus. Pengobatan bersifat simptomatik, atau mengobati gejala yang ada. Misalnya obat demam.
  2. Bakteri. Diperlukan antibiotik untuk mengatasinya. Dokter mungkin akan memberikan antibiotik dalam bentuk injeksi, atau tablet. Gejala akan membaik setelah 2 hingga 3 hari, tetapi obat harus tetap dihabiskan seluruhnya.

Pengobatan Sakit Amandel di Rumah

Beberapa cara berikut ini dapat Anda lakukan di rumah ketika terkena radang amandel:

  • Banyak istirahat
  • Banyak minum air hangat atau sangat dingin untuk meringankan sakit tenggorokan
  • Makan makanan yang cair atau lembut
  • Menggunakan humidifier
  • Berkumur dengan air garam hangat (jangan minta anak yang masih terlalu kecil untuk berkumur)
  • Mengkonsumsi parasetamol untuk meredakan demam dan nyeri
  • Mengkonsumsi tablet hisap pereda nyeri tenggorokan

Radang amandel biasanya membaik dalam beberapa hari.

Kapan Harus Segera ke Dokter?  

Ketika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala berikut, segera periksakan diri ke dokter:

  • sakit tenggorokan yang cepat memburuk, terutama di satu sisi
  • pembengkakan di dalam mulut dan tenggorokan
  • sulit bicara, menelan, bernapas, atau membuka mulut
  • demam tinggi, sakit telinga, keluar air liur, atau suara serak

Gejala-gejala tersebut dapat menandakan adanya abses atau kumpulan nanah, yang perlu ditangani di rumah sakit.

Apakah Sakit Amandel Harus Selalu Dioperasi?

Tidak.

Operasi pengangkatan amandel dilakukan atas beberapa pertimbangan. Diantaranya:

  • Amandel sangat bengkak sehingga anak sulit bernapas di malam hari
  • Anak sering radang amandel berulang; 7 kali dalam setahun, 5 kali setahun dalam 2 tahun berturut-turut, atau 3 kali setahun dalam 3 tahun berturut-turut.

operasi amandel

Sumber gambar: kidshealth.org

Penyembuhan setelah Operasi Amandel

Operasi pengambilan amandel (atau disebut dengan tonsilektomi) termasuk prosedur rawat jalan. Kecuali ada faktor lain, pasien tidak perlu di rawat di rumah sakit.

Prosedur biasanya dilakukan selama kurang lebih satu jam, setelah beberapa jam, pasien diperbolehkan pulang bila kondisi baik.

Penyembuhan biasanya memerlukan waktu antara 7–10 hari. Nyeri setelah operasi biasanya dirasakan di tenggorokan, telinga, rahang, atau leher.

Pasien dianjurkan untuk banyak beristirahat dan minum selama masa penyembuhan, tetapi jangan konsumsi makanan atau minuman mengandung susu selama 24 jam pertama.

Bisakah Sakit Amandel Dicegah?

Cara terbaik untuk mencegah radang atau sakit amandel adalah dengan menjaga hygiene yang baik, diantaranya:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah memegang benda yang banyak dipegang oleh orang lain
  • Tidak menggunakan alat makan atau sikat gigi yang sama, terutama dengan orang yang menderita sakit amandel (pisahkan alat makan seperti sendok, garpu, piring dan gelas, dan cuci dengan sabun dan air hangat)
  • Jangan makan makanan atau minuman yang sama dengan orang yang sedang sakit amandel
  • Hindari anak dari kontak dengan penderita sakit amandel

Seseorang yang sakit amandel sebaiknya mengganti sikat giginya setelah sembuh.

 

 

 

 

Referensi:

  • https://kidshealth.org/en/parents/tonsillitis.html
  • https://www.babycenter.com (Gambar Cover)
  • https://www.nhs.uk/conditions/tonsillitis/
  • https://www.webmd.com/oral-health/tonsillitis-symptoms-causes-and-treatments