Terkena Cacar Air, Bagaimana Pengobatannya?
Kesehatan dr. Vidya Hartiansyah
18-03-2022

Terkena Cacar Air, Bagaimana Pengobatannya?

Cacar air adalah salah satu penyakit yang sering dialami terutama anak-anak. Biasanya, penyakit ini dapat membaik dengan sendirinya setelah satu hingga dua minggu.

Siapa yang Berisiko Terkena Cacar Air?

Anda lebih berisiko terkena cacar bila:

  • Belum pernah terkena cacar sebelumnya
  • Belum mendapatkan vaksin
  • Bekerja di sekolah atau fasilitas perawatan anak
  • Tinggal bersama anak-anak

Apa Penyebab Cacar Air?

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Virus ini dapat menular dengan mudah.

Cacar air menular melalui kontak langsung/menyentuh ruam.

Kita juga dapat tertular hanya dengan berada di satu ruangan dengan seseorang yang terkena cacar air, karena penyakit ini dapat menular ketika penderitanya batuk atau bersin dan kita menghirup dropletnya.

Cacar air menular sejak 2 hari sebelum ruam muncul, sampai 5 hari setelah semua keropeng (koreng) terbentuk (biasanya 5 hari setelah ruam muncul).

Gejala Cacar Air

Gejala cacar terbagi menjadi tiga tahap. Gejala masing-masing tahap yaitu:

gejala cacar air

  • Tahap 1: munculnya ruam merah kecil

Ruam yang muncul dapat:

  • timbul di bagian tubuh manapun, termasuk mulut dan sekitar alat kelamin, yang nyeri
  • menyebar atau hanya berada di suatu area
  • berwarna merah, merah muda, lebih gelap atau sama dengan warna kulit
  • sulit dilihat pada orang dengan kulit berwarna coklat dan hitam
  • Tahap 2: ruam berubah menjadi berisi cairan

Pada tahap ini, ruam berubah menjadi berisi cairan. Ruam berisi cairan ini sangat gatal, dan dapat pecah.

  • Tahap 3: ruam berisi cairan berubah menjadi keropeng

Ruam yang berisi cairan kemudian berubah menjadi keropeng. Sebagian keropeng kering dan bersisik, dan sebagian lainnya mengeluarkan cairan.

Gejala akan muncul dalam 10–21 hari setelah kontak dengan orang yang terinfeksi virus, dan biasanya muncul selama 5 hingga 10 hari.

Gejala lain yang dapat timbul misalnya:

  • demam tinggi
  • merasa lelah dan badan nyeri
  • tidak nafsu makan
  • sakit kepala

Gejala cacar air pada anak dan dewasa tidak berbeda, tetapi demam pada orang dewasa lebih lama dan lebih banyak ruam dibandingkan dengan anak-anak.

Pengobatan Cacar Air

  1. Pengobatan di Rumah

Pada anak atau dewasa sehat, penyakit ini biasanya tidak memerlukan penanganan khusus.

Beberapa cara berikut dapat dilakukan di rumah untuk membantu mengurangi gejala dan mempercepat penyembuhan:

  • banyak minum air putih
  • konsumsi obat penurun demam seperti parasetamol. Jangan gunakan ibuprofen kecuali disarankan oleh dokter Anda, beberapa penelitian menyebutkan, ibuprofen dapat menyebabkan infeksi kulit atau kerusakan jaringan
  • gunakan krim atau bedak cair yang dingin untuk membantu mengurangi rasa gatal
  • mandi menggunakan air dingin, dan keringkan dengan cara menepuk (tidak digosok)
  • jangan menggaruk ruam karena dapat menimbulkan bekas dan berisiko terjadi infeksi, tepuk-tepuk bila gatal, atau gunakan kain yang direndam dalam air dingin untuk mengompres area yang gatal

Penderita cacar air sebaiknya menghindari kontak dengan orang lain, terutama bayi-bayi kecil agar tidak menularkan virus.

Segera konsultasikan ke dokter apabila:

  • anak yang menderita cacar air mengalami dehidrasi
  • gejala memburuk/memberat, ruam menyebar hingga ke mata, atau ruam menjadi sangat merah, panas atau sakit (tanda infeksi sekunder)
  • cacar air mengenai bayi baru lahir
  • penderita cacar merupakan pasien dengan gangguan sistem imun
  • terkena cacar saat sedang hamil dan belum pernah terkena penyakit ini sebelumnya
  1. Pengobatan oleh Dokter

Dokter mungkin akan memberikan obat antivirus untuk membantu mengurangi keparahan penyakit. Akan tetapi obat akan efektif bila diberikan dalam waktu 24 jam setelah ruam pertama kali muncul.

Antivirus harus diminum 5 kali sehari selama 7 hari.

Apa Komplikasi Cacar Air?

Biasanya cacar air adalah penyakit ringan, tetapi komplikasi dapat timbul, misalnya infeksi bakteri di kulit, dehidrasi, pneumonia, atau radang otak.

Cacar Air dan Herpes

Bila Anda pernah terinfeksi virus cacar, Anda berisiko terkena herpes dikemudian hari. Virus cacar menetap di sel-sel saraf setelah infeksi di kulit sembuh.

herpes zoster setelah cacar

Sumber gambar: my.clevelandclinic.org

Beberapa tahun kemudian, virus dapat aktif kembali dan muncul sebagai herpes. Penyakit ini muncul pada orang dewasa dan yang sistem imunnya lemah.

Bagaimana Cara Mencegah Cacar Air?

Vaksin cacar air (varicella) adalah cara terbaik untuk mencegah tertular penyakit ini.

Para ahli memperkirakan vaksin memberikan perlindungan lengkap dari infeksi virus pada sekitar 98% orang yang sudah divaksin. Dan secara signifikan menurunkan tingkat keparahan penyakit.

Vaksin varicella direkomendasikan untuk:

  • Anak-anak kecil
  • Anak-anak yang lebih besar yang belum pernah mendapatkan vaksin cacar air
  • Orang dewasa yang belum pernah tertular cacar air dan berisiko terpapar oleh orang yang terinfeksi, misalnya tenaga kesehatan, guru, pekerja di tempat perawatan anak, pelancong, tentara, dan lain-lain.

Tidak semua orang boleh mendapatkan vaksin varicella, diantaranya:

  • wanita hamil
  • orang dengan sistem imun lemah, misalnya penderita HIV, atau orang yang mengkonsumsi obat penekan sistem imun
  • orang yang alergi terhadap gelatin atau antibiotik neomisin

 

 

 

 

Referensi:

  • https://chickenpox.me (Gambar Cover)
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/diagnosis-treatment/drc-20351287
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/symptoms-causes/syc-20351282
  • https://www.nhs.uk/conditions/chickenpox/
  • https://www.webmd.com/children/what-is-chickenpox