Kesehatan www.beliefnet.com
04-02-2008

Makanan dan Mood: Adakah Hubungannya?

Pernyataan bahwa mengkonsumsi makanan tertentu akan mempengaruhi mood anda maupun penjelasan fisilogis mengidam masih merupakan sesuatu yang kontroversial.

Beberapa ahli percaya, anda memilih makanan dengan alasan tertentu dan dengan mengkonsumsi makanan tersebut dapat mengubah perasaan anda. Sebagian lagi berpendapat bahwa mengidam hanyalah hasrat untuk merasa lebih baik.

Mood yang lebih baik hanya dapat anda peroleh melalui gaya hidup sehat dan tidak hanya dengan mengkonsumsi makanan tertentu. Berikut ini hasil penelitiannya.

Dapatkah Makanan Mempengaruhi Mood Anda?

Sudah jelas bahwa nutrisi yang kita peroleh dari makanan memungkinkan kita untuk beraktivitas. Namun karena sulit untuk mengukur kebiasaan dan perasaan seseorang dalam merespon nutrisi tertentu, membuat para peneliti tidak begitu yakin apa pengaruh antara nutrisi yang satu dengan yang lainnya terhadap otak.

Karbohidrat (seperti roti dan pasta) dan protein yang mengandung asam amino triptofan (seperti susu dan kalkun) diperkirakan memiliki efek menenangkan karena menstimulasi sintesis serotonin, neurotransmiter yang terlibat dalam sebagian besar fungsi tubuh, termasuk tidur, selera makan, belajar, sekresi hormon, dan imunitas.

Namun para ahli memperdebatkan, efek dari makanan tersebut terbilang kecil jika dibandingkan dengan obat yang berguna meningkatkan fungsi serotonin di otak. Penelitian menunjukkan karbohidrat dalam bentuk sederhana seperti kentang bakar atau selembar roti dapat menimbulkan efek sedatif (menenangkan) ringan.

Sebaliknya, asam amino tirosin merubah mood dengan meningkatkan kesadaran dan perbuatan. Tirosin ditemukan dalam makanan berprotein tinggi seperti telur, buncis, dan kacang-kacangan, juga daging, ikan, dan produk susu. Tirosin merupakan prekursor neurotransmiter dopamin, norepinefrin, dan epinefrin (adrenalin), yang mempengaruhi sel otak dengan membuat anda sigap dan bergerak.

Mengapa anda merasa mengantuk setelah pesta makan malam atau mengkonsumsi makanan sejenisnya, itu karena konsumsi kalori yang berlebih (jenis apapun) dapat menimbulkan efek hipnosis (mengantuk). Kurangnya darah (yang berakibatkan kurangnya oksigen) yang mencapai otak disebabkan aliran darah lebih banyak ke perut dan usus (untuk membantu pencernaan).

Bagaimana dengan lemak? Beberapa ahli berpendapat dengan mengkonsumsi lemak akan melepaskan zat kimia mirip morfin yang disebut endorfin yang dapat menyebabkan euforia.

Mengidam: Apa maksudnya?

Mengidam atau berkeinginan kuat untuk mengkonsumsi makanan tertentu merupakan hal yang nomal dan umum. Dipengaruhi oleh budaya dan individu, umumnya wanita cenderung mengidam coklat, kue, es krim, dan makanan yang manis, sementara pria lebih memilih makanan yang asin atau mengandung daging, seperti keripik, burger, kentang goreng, atau pizza.

Berdasarkan sejumlah penelitian, ada dasar fisiologis (versus psikologi) dari mengidam. Para peneliti belum yakin mengapa, namun fakta wanita mengalami rasa mengidam yang kuat selama masa pre-menstruasi mempelihatkan bahwa hormon mungkin memegang peranan. Masih menjadi perdebatan bahwa gula darah rendah atau defisiensi nutrisi dapat menjelaskan tentang mengidam.

Perasaan buruk, kata peneliti, dapat dihilangkan dengan makanan tertentu. Beberapa peneliti menyarankan makanan padat kalori sebagai mekanisme pertahanan (jadi ketertarikan kita kepada makanan berkalori tinggi datang dari naluri warisan dari nenek moyang kita yang perlu menyimpan lemak sehingga ketika makanan menjadi langka, mereka memiliki persediaan di dalam tubuh yang dapat digunakan).

Namun seperti yang telah disebutkan di atas, masih belum jelas apakah mengkonsumsi makanan tertentu dapat memperbaiki mood. Pemikiran dan sikap berhubungan dengan makanan dipengaruhi tidak hanya oleh dorongan untuk mengkonsumsi makanan tertentu namun juga banyak faktor, seperti perasaan tentang hubungan sosial dan pekerjaan.

Akar permasalahan mengidam bukan dari defisiensi nutrisi. Sebagai contoh, ketika coklat mungkin menjadi sumber magnesium (mineral yang tidak dikonsumsi oleh banyak orang berdasarkan jumlah yang disarankan), makanan lain seperti alpukat dan bayam merupakan sumber magnesium yang lebih baik dan anda tidak pernah cenderung mendengar orang mengidam makanan ini. Beberapa melaporkan bahwa kecanduan coklat tidak hanya merasakan kepuasan, namun juga rasa bersalah setelah mengkonsumsi coklat. Namun beberapa orang tidak mengalami mengidam sama sekali.

Untuk mengontrol mengidam, jangan menyangkal diri anda sendiri mengenai makanan yang ingin anda konsumsi. Ingatlah, semua makanan yang dikonsumsi tidak berlebihan amat baik untuk diet yang sehat.

Yang Perlu Digarisbawahi

Makanan dapat mempengaruhi apa yang kita rasakan, namun banyak faktor di luar nutrisi yang mempengaruhi mood. Tidak perlu fokus pada perbandingan antara makanan yang ini dan yang itu. Faktanya, pada kebanyakan makanan, anda mungkin mengkonsumsi kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak.

Tanpa melihat bagaimana satu jenis makanan mempengaruhi mood anda, cobalah untuk makan dalam diet seimbang, cukup tidur, dan berolahraga, dan anda akan merasa lebih baik.