Kesehatan Bekti-medicastore.com
31-05-2013

Hamil setelah Usia 35 Tahun

eskipun ada ungkapan yang menyatakan bahwa usia hanyalah sebuah angka, tetapi untuk urusan mengenai kehamilan, usia memegang peranan penting terutama untuk wanita. Akan tetapi bukan berarti bahwa hamil hanya hak wanita yang usianya muda saja. Wanita yang berusia lebih tua pun bisa untuk hamil dan memaksimalkan kesehatan dirinya serta bayi dikandungannya untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai seluk beluk kehamilan terutama pada wanita yang berusia diatas 35 tahun, bisa dilihat pada artikel dibawah ini yang medicastore.com ambil dari nhs.uk dan webmd.com. 

Usia dan Kesuburan

 

Sumber: webmd.com 

Banyak pasangan yang menunda untuk mendapatkan anak hingga mereka mapan atau ada juga yang memang baru menikah setelah memasuki usia diatas 30 tahun. Meskipun keputusan untuk menikah dan punya anak adalah pilihan pribadi, tetapi kesuburan dapat menurun seiring berjalannya waktu dan hal ini harus menjadi salah satu pertimbangan bila ingin memiliki anak. Baik pria dan wanita berada pada masa puncak kesuburannya di usia awal 20 tahun. Pada wanita, kesuburan akan menurun dengan cepat seiring dengan bertambahnya usia, terutama di usia lebih dari 35 tahun. Banyak hal yang menjadi penyebab turunnya kesuburan pada wanita diatas usia 35 tahun, tetapi yang terutama adalah penurunan kualitas sel telur yang dilepaskan oleh indung telur. Sekitar 1/3 pasangan, di mana wanitanya berusia lebih dari 35 tahun mempunyai masalah kesuburan. Angka ini akan meningkat menjadi 2/3 nya bila sang wanita berusia diatas 40 tahun. Sedangkan pada pria, kesuburan akan berkurang sejak usia 40 tahun, tetapi sebagian besar pria tetap dapat menjadi ayah meskipun sudah berusia diatas 50 tahun. 

Bagaimana cara untuk mendapatkan kehamilan yang sehat?

 

Sumber: niagararegion.ca

 

Berikut adalah beberapa tips untuk mendapatkan kehamilan yang sehat, terutama pada wanita diatas usia 35 tahun:

- Perawatan kehamilan secara teratur dan sedini mungkin

8 minggu pertama usia kehamilan merupakan masa yang penting untuk pertumbuhan janin dalam kandungan. Perawatan kehamilan yang teratur dan sejak dini dapat meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan kehamilan yang sehat dan tentu saja juga bayi yang sehat. Yang termasuk dalam layanan perawatan kesehatan kehamilan adalah: skrining, pemeriksaan kehamilan secara teratur, edukasi mengenai kehamilan dan melahirkan, sesi konseling dan grup pendukung.

Melakukan perawatan saat kehamilan juga memberikan manfaat tambahan, terutama pada wanita yang hamil diatas usia 35 tahun. Hal ini membuat dokter dapat melakukan pengawasan terhadap kondisi kesehatan yang lebih sering terjadi pada wanita yang hamil saat berusia lebih tua. Contohnya, risiko untuk mengalami diabetes gestational dan preeclampsia, yaitu suatu kondisi dimana terjadi kenaikan tekanan darah saat hamil disertai dengan adanya protein dalam urin. Saat pemeriksaan kesehatan, dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan urin untuk mengetahui ada tidaknya protein dan gula darah urin serta pemeriksaan kadar gula dalam darah. Dengan begitu, maka setiap masalah potensial yang bisa timbul dapat ditemukan sejak dini dan diberikan penanganan yang tepat.

- Pertimbangkan untuk melakukan tes saat hamil pada wanita berusia diatas 35 tahun

Dokter dapat menawarkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan khusus, terutama pada ibu hamil yang berusia lebih tua. Pemeriksaan tersebut dapat menunjukkan kemungkinan risiko mempunyai bayi yang cacat. Sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui risiko dan manfaat dari pemeriksaan tersebut, sehingga bisa dipilih apa yang terbaik untuk kita.

- Konsumsi vitamin selama kehamilan

Setiap wanita yang sedang hamil disarankan untuk mengkonsumsi vitamin kehamilan secara rutin. Vitamin tersebut setidaknya harus mengandung asam folat sebanyak 400 mcg. Dengan mendapatkan asupan asam folat yang cukup setiap hari sejak sebelum hamil hingga trimester pertama usia kehamilan dapat mencegah terjadinya cacat pada janin, terutama yang berhubungan dengan otak dan tulang belakang janin. Mengkonsumsi asam folat juga memberikan perlindungan lebih pada wanita yang berusia lebih tua, yang memiliki risiko lebih besar untuk melahirkan anak dengan cacat lahir.

Bagaimana meminimalkan risiko terjadinya masalah kehamilan?

 

Sumber: infertilitytexas.com 

Kesehatan ibu saat hamil sangat penting karena berkaitan dengan kesehatan janin dalam kandungan. Dengan merawat diri sendiri, maka ibu bisa membantu menghindari masalah kesehatan yang mungkin timbul saat hamil, termasuk diantaranya kondisi diabetes dan tekanan darah tinggi saat hamil. Berikut adalah beberapa tips yang bisa digunakan untuk membantu meminimalkan resiko terjadinya masalah selama kehamilan:

- Rutin memeriksakan kehamilan ke dokter

Bila memiliki masalah kesehatan kronis seperti misalnya diabetes atau tekanan darah yang tinggi, sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Dengan menjaga kondisi kesehatan sejak sebelum hamil akan dapat menjaga kesehatan ibu saat hamil nanti dan tentunya juga kesehatan janin dalam kandungan. Pastikan juga untuk rutin melakukan pemeriksaan gigi ke dokter gigi. Mempunyai gigi dan gusi yang sehat dapat memperkecil kemungkinan bayi lahir sebelum waktunya dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

- Jaga pola makan yang sehat

Mengkonsumsi makanan yang bervariasi akan membantu tubuh mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan. Pilihlah makanan yang mengandung banyak buah dan sayur, gandum utuh, daging tanpa lemak dan produk susu rendah lemak. Disarankan untuk mengkonsumsi 4 porsi produk susu dan makanan tinggi kalsium setiap hari. Dengan cara tersebut, maka tulang dan gigi akan terjaga kekuatannya ketika bayi tumbuh dalam rahim. Pastikan juga untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan asam folat seperti misalnya: sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, hati dan beberapa jenis buah jeruk.

- Dapatkan berat badan sesuai yang direkomendasikan

Konsultasikan dengan dokter mengenai kenaikan berat badan ideal yang harus didapatkan. Wanita dengan BMI (Body Mass Index) yang normal sebaiknya menambah berat badannya sebanyak 13-18 kg selama kehamilan. Sedangkan untuk wanita yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan sebaiknya hanya bertambah berat badannya sebanyak 6-10 kg selama hamil. Dengan kenaikan berat badan yang sesuai kebutuhan, akan dapat mengurangi risiko pertumbuhan bayi yang lambat dan kelahiran bayi sebelum waktunya. Selain itu, juga dapat menurunkan resiko untuk mengalami masalah saat hamil seperti misalnya diabetes gestational dan tekanan darah yang tinggi.

- Olahraga secara teratur

Dengan melakukan olahraga secara teratur dapat membuat ibu berada dalam rentang berat badan yang sehat saat hamil. Selain itu olahraga secara teratur juga dapat meningkatkan stamina tubuh dan membantu meredakan stress. Tetapi sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter, sebelum melakukan aktivitas olahraga. Biasanya ibu hamil tetap dapat melakukan olahraga yang biasa dilakukan  secara rutin selama masa kehamilan. Tetapi dokter dapat membantu memilihkan jenis olahraga atau aktifitas fisik yang sesuai dengan kondisi ibu hamil.

- Berhenti merokok dan mengkonsumsi alkohol

Seperti semua wanita hamil pada umumnya, maka sebaiknya hentikan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol selama masa kehamilan. Mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko terjadinya cacat mental dan fisik pada janin. Sedangkan merokok akan meningkatkan risiko untuk melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah. Berhenti merokok juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya pre-eclampsia.

- Obat-obatan saat hamil

Konsultasikan ke dokter mengenai obat-obatan yang aman untuk dikonsumsi saat hamil dan menyusui. Termasuk didalamnya obat yang dibeli  melalui resep dokter atau obat yang bisa dibeli bebas, suplemen dan obat herbal.

 

Sumber:

1. nhs.uk

2. webmd.com

 

Informasi Produk Terkait :

1. Caloma Plus

  

Program Promosi Medicastore :