Menopause juga Terjadi pada Pria
Kesehatan Bekti-medicastore.com
29-11-2013

Menopause juga Terjadi pada Pria

Perubahan hormon adalah hal yang alami terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Tetapi berbeda dengan wanita yang mengalami penurunan hormon reproduksi secara drastis saat memasuki masa menopause, pada pria tidaklah demikian. Perubahan hormon seksual yang dialami pria terjadi secara bertahap & dalam jangka waktu beberapa tahun. Perubahan hormon  seksual pada pria tersebut dikenal juga dengan nama andropause. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai menopause yang terjadi pada pria beserta efek yang mungkin terjadi & cara mengatasinya, maka bisa dibaca pada artikel terbaru dari medicastore.com yang diambil dari mayoclinic.com.

 

Menopause pada pria

Kondisi menopause pada pria sering digunakan untuk menggambarkan penurunan kadar testosteron atau pengurangan ketersediaan hormon testosteron yang berkaitan dengan proses penuaan. Akan tetapi proses menopause pada wanita & menopause pada pria adalah 2 situasi yang berbeda. Pada wanita yang mengalami menopause, proses ovulasi berhenti & produksi hormon juga berkurang dalam periode waktu yang relatif singkat. Sedangkan pada pria, produksi hormon & ketersediaan testosteron menurun secara bertahap sehingga perubahan pada fungsi seksual, kadar energi atau mood cenderung lebih tidak terlihat atau bahkan tidak disadari hingga bertahun-tahun.

Banyak dokter yang menggunakan terminologi  andropause untuk menggambarkan perubahan hormon akibat penuaan pada pria. Terminologi lain yang juga digunakan terhadap kondisi menopause pada pria adalah defisiensi testosteron, defisiensi androgen pada pria yang mengalami proses penuaan serta hipogonadisme onset lambat.

 

Mengenal lebih lanjut hormon pria dari waktu ke waktu

Kadar testosteron berbeda-beda pada tiap pria, akan tetapi secara umum pria yang berusia lebih tua cenderung mempunyai kadar testosteron yang lebih rendah bila dibandingkan dengan pria yang berusia lebih muda. Kadar testosteron akan berkurang secara bertahap saat dewasa, rata-rata sekitar 1% per tahun setelah memasuki usia 30 tahun. Akan tetapi saat memasuki usia 70 tahun, penurunan kadar testosteron pada pria dapat mencapai hingga 50%.

 

Bagaimana mengetahu bila mengalami penurunan kadar testosteron ?

Beberapa pria ada yang mempunyai kadar testosteron di bawah normal tapi tidak menimbulkan gejala apapun. Tapi ada juga yang timbul gejala seperti misalnya :

- Perubahan pada fungsi seksualnya.

Hal ini bisa berupa disfungsi ereksi, menurunnya gairah seksual, ereksi spontan yang lebih sedikit & masalah ketidak suburan. Selain itu juga bisa terjadi testis yang mengecil.

- Perubahan pola tidur.

Terkadang kadar testosteron yang rendah juga bisa menyebabkan terjadinya gangguan tidur, seperti misalnya insomnia atau meningkatnya rasa kantuk.

- Perubahan fisik.

Berbagai macam perubahan fisik juga mungkin terjadi, termasuk diantaranya meningkatnya lemak tubuh; berkurangnya massa otot, kekuatan & daya tahan; serta menurunnya kepadatan tulang. Dada yang membesar & melunak (gynecomastia) serta berkurangnya bulu di tubuh juga mungkin terjadi. Yang juga bisa dialami tapi jarang terjadi adalah rasa panas di wajah & berkurangnya tenaga.

- Perubahan emosi.

Kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan terjadinya penurunan motivasi atau rasa percaya diri. Pria yang mengalami bisa merasa sedih atau susah untuk konsentrasi & mengingat sesuatu.

 

Sangat penting untuk diingat bahwa tanda & gejala di atas merupakan hal yang normal berkaitan dengan proses penuaan. Meskipun demikian ada juga gejala-gejala yang mungkin disebabkan karena banyak faktor lain, termasuk diantaranya efek samping pengobatan, masalah tiroid, depresi & konsumsi alkohol yang berlebihan. Pemeriksaan darah merupakan satu-satunya cara untuk mendiagnosa kadar testosteron yang rendah atau adanya penurunan ketersediaan kadar testosteron dalam darah.

 

Tetap terlihat baik meskipun mengalami andropause

Jika menduga mempunyai kadar testosteron yang rendah, konsultasikan ke dokter sehingga dokter bisa mencari tahu penyebab dari gejala yang dirasakan & memberikan penanganan yang tepat. Produksi alami testosteron oleh tubuh memang tidak bisa didorong lagi, tetapi ada beberapa hal yang bisa membuat pria  tetap terlihat baik meskipun sudah mengalami andropause, yaitu :

- Jujur saat konsultasi ke dokter.

Dengan mengatakan yang sebenarnya saat berkonsultasi ke dokter, maka dokter bisa mengidentifikasi masalah kesehatan yang menyebabkan terjadinya gejala tersebut & memberikan penanganan yang tepat.

- Melakukan pola hidup yang sehat.

Makanlah makanan yang sehat & lakukan aktifitas fisik secara rutin. Dengan melakukan gaya hidup yang sehat, dapat menjaga kekuatan, energi & massa otot yang sehat. Aktifitas fisik secara rutin juga bisa membantu meningkatkan mood & kualitas tidur yang lebih baik.

- Bila merasa depresi, carilah bantuan.

Depresi pada pria tidak melulu berupa mengalami rasa sedih yang berkepanjangan. Depresi yang dialami bisa juga berupa rasa mudah tersinggung, terisolasi & suka menarik diri dari lingkungan. Tanda lain depresi yang umum terlihat pada pria adalah bekerja secara berlebihan, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, menggunakan zat berbahaya & mencari perhatian dengan melakukan aktifitas yang berbahaya.

- Jangan sembarangan menggunakan obat herbal / suplemen.

Suplemen herbal banyak yang belum terbukti aman & efektif untuk digunakan pada kasus rendahnya kadar testosteron akibat penuaan. Beberapa suplemen bahkan bisa berbahaya, sebagai contoh : Penggunaan DHEA tidak terbukti efektifitasnya & dapat meningkatkan resiko kanker prostat.

Selain itu penanganan masalah penuaan akibat kadar testosteron yang rendah dengan memberikan terapi pengganti testosteron juga masih kontroversi. Bagi sebagian pria, pemberian terapi testosteron dapat membantu mengatasi gejala yang mengganggu akibat defisiensi testosteron. Tetapi pada yang lainnya, terutama pria yang berusia lebih tua, manfaat yang dihasilkan tidak jelas terlihat. Selain itu, ada juga faktor resiko yang harus di perhatikan. Terapi pengganti testosteron dapat meningkatkan resiko kanker prostat atau masalah kesehatan lainnya. Jika tertarik dengan terapi pengganti testosteron atau ingin tahu lebih lanjut, sebaiknya konsultasikan ke dokter supaya dokter bisa mencari tahu yang terbaik untuk masalah yang sedang dialami & juga menimbang baik-buruknya terapi tesebut untuk pasien.

 

Sumber :

1. mayoclinic.

 

Informasi Produk Terkait :

1. Nature’s Plus Golden Years

 

Artikel Terkait :

  1. Kaitan antara Penuaan dengan Sistem Reproduksi Pria
  2. Gangguan Vitalitas Pria, Bisakah Diatasi dengan Terapi Testosteron
  3. 5 Gejala Kesehatan Pada Pria yang Jangan Diabaikan

 

Informasi Penyakit Terkait :

  1. Erectile Dysfunction (ED) atau Disfungsi Ereksi
  2. Diabetes Mellitus
  3. Hipogonadisme pada Pria

 

Program Promosi Medicastore (berlaku mulai tgl 1-30 November 2013) :

 

Gabung di facebook medicastore untuk informasi kesehatan terbaru :

https://www.facebook.com/medicastore

Follow juga twitter medicastore di :

@MedicastoreNews