Kesehatan Bekti-medicastore.com
28-03-2014

Pilihan Terapi untuk Kanker Payudara

Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2010 menunjukkan kanker merupakan penyebab kematian nomor 2 setelah penyakit kardiovaskuler. Sedangkan menurut Riskesdas 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 / 1000 penduduk, dimana prevalensinya pada perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Pada perempuan sendiri, kanker payudara merupakan salah satu kanker yang sering dialami. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai kanker payudara & pilihan terapi apa saja yang bisa dilakukan, bisa dilihat pada artikel dibawah ini yang medicastore.com ambil dari berbagai sumber.

 

Kanker payudara & gejalanya

Kanker atau biasa juga disebut dengan keganasan adalah pertumbuhan abnormal dari sel. Ada > 100 jenis kanker, termasuk diantaranya adalah kanker payudara. Tanda pertama dari kanker payudara seringkali adalah adanya benjolan di payudara & hasil pemeriksaan mammogram yang abnormal. Tingkatan kanker payudara bisa bervariasi, mulai dari tahap awal yang bisa diobati hingga kanker payudara metastatik. Pada tahap awal biasanya kanker payudara tidak menunjukkan gejala apapun, tetapi seiring dengan bertumbuhnya ukuran tumor maka gejala-gejala kanker payudara juga akan semakin terlihat seperti berikut ini, yang diambil dari webmd.com :

  • Adanya benjolan di payudara atau di ketiak yang tidak hilang setelah siklus menstruasinya selesai. Tanda ini seringkali merupakan gejala pertama dari kanker payudara. Benjolan yang berkaitan dengan kanker payudara biasanya tanpa disertai dengan rasa sakit, meskipun ada beberapa yang seperti mengalami rasa gatal. Benjolan di payudara juga biasanya akan terlihat pada pemeriksaan mammografi bahkan sebelum benjolan tersebut bisa terlihat atau teraba.
  • Bengkak di ketiak
  • Rasa sakit di payudara. Meskipun biasanya benjolan di payudara tidak terasa sakit, tetapi adanya rasa sakit atau nyeri di payudara bisa merupakan gejala dari kanker payudara.
  • Adanya permukaan yang merata atau berlekuk di payudara juga bisa mengindikasikan tumor yang tidak terlihat atau teraba.
  • Adanya perubahan pada ukuran, kontur, tekstur atau suhu dari payudara juga bisa menjadi gejala dari kanker payudara. Permukaan kulit payudara yang kemerahan & berbintik-bintik seperti kulit jeruk dapat menjadi gejala kanker payudara tingkat lanjut.
  • Perubahan pada puting payudara seperti puting yang tertarik, terdapat lekukan, gatal, rasa seperti terbakar atau ada luka juga merupakan gejala dari kanker payudara. Luka kemerahan pada puting juga merupakan gejala dari penyakit Paget, yang bisa dikaitkan dengan kanker payudara.
  • Keluar cairan yang tidak biasa dari puting, baik tidak berwarna (jernih), kemerahan atau warna lainnya. Biasanya hal tersebut disebabkan oleh kondisi jinak tapi bisa juga karena kanker.
  • Adanya area seperti marmer di bawah kulit.
  • Adanya area di payudara yang sama sekali berbeda dengan payudara satunya.

Sama seperti pada penyakit lainnya, bila kanker payudara diketahui semenjak dini maka akan makin mudah untuk disembuhkan. Oleh karena itu sangat dianjurkan pada wanita untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di rumah.

 

Stadium kanker payudara

Segera setelah kanker payudara diketahui, maka dokter perlu untuk mengetahui tingkat penyebaran dari kanker tersebut. Hal ini disebut juga dengan tahapan / stadium kanker. Stadium kanker ditentukan berdasarkan :

  • Ukuran tumor
  • Apakah kanker sudah menyebar ke jaringan terdekat
  • Apakah kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau bagian lain dari tubuh

Untuk menentukan hal tersebut biasanya akan banyak dilakukan pemeriksaan. Pilihan terapi yang akan dilakukan juga tergantung dari stadium kanker yang dialami. Seringkali stadium kanker tidak diketahui hingga si wanita selesai menjalani operasi untuk mengangkat kanker tersebut dari payudaranya.

 

Terapi kanker payudara

Terapi pada kanker payudara seringkali dilakukan melalui > 1 pendekatan. Terapi kanker payudara yang disarankan oleh dokter biasanya atas dasar beberapa faktor, seperti berikut ini yang medicastore.com ambil dari womenshealth.gov :

  • Tingkat stadium kanker
  • Ukuran dari tumor dibandingkan dengan ukuran payudara
  • Tipe kanker payudara yang diderita
  • Apakah sudah memasuki masa menopause atau belum
  • Kondisi kesehatan secara keseluruhan

 Sebaiknya jangan takut untuk bertanya sejelas-jelasnya kepada dokter mengenai kanker yang dialami atau bila perlu bertanya juga ke dokter lain untuk mendapatkan penilaian kedua. Semakin pasien bisa memahami mengenai penyakitnya maka akan semakin mudah bagi pasien untuk bisa memahami pilihan terapi yang akan dijalani.

Berikut adalah pilihan terapi yang dilakukan pada wanita dengan kanker payudara :

1. Operasi

Operasi atau pembedahan merupakan terapi yang paling umum dilakukan pada kanker payudara. Tujuan dari operasi adalah untuk membuang semua kanker dari payudara. Banyak wanita yang berhasil menjalani operasi untuk pengangkatan kankernya tapi masih mempunyai payudara. Ada juga wanita yang harus merelakan semua payudaranya dibuang. Untuk itu operasi plastik untuk mengembalikan bentuk payudara atau disebut juga dengan rekonstruksi payudara seringkali dilakukan berbarengan dengan operasi kanker payudara. Wanita yang ingin melakukan operasi rekonstruksi payudara sebaiknya lebih dahulu berkonsultasi dengan dokter bedah plastik sebelum melakukan operasi kanker payudara.

2. Terapi radiasi

Sinar X berenergi tinggi atau jenis radiasi lainnya digunakan untuk membunuh sel kanker atau mencegah sel kanker tersebut bertambah.

3. Kemoterapi

Obat digunakan untuk membunuh sel kanker atau mencegah sel kanker tersebut membelah diri.

4. Terapi hormon

Hormon estrogen bisa menyebabkan beberapa jenis kanker payudara tumbuh. Terapi hormon ini bisa mengurangi kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon atau menghentikan produksinya sehingga kanker tidak akan bertambah banyak.

5. Terapi target

Obat-obatan atau zat lainnya digunakan untuk menemukan & menyerang kanker sel yang spesifik tanpa membahayakan sel normal tubuh lainnya.

Pada banyak wanita biasanya kanker payudaranya tidak akan kembali lagi setelah menjalani terapi. Tetapi ada juga yang kanker payudaranya kembali lagi setelah bebarapa waktu  tanpa terdeteksi, ini yang disebut dengan kanker payudara yang berulang. Kanker yang berulang tersebut bisa tumbuh di dekat tempat kanker payudara sebelumnya atau juga dibagian lain dari tubuh. Terapi untuk kanker tersebut tergantung dari lokasi tempat kembalinya kanker.

 

Dukungan & bantuan

Bila baru didiagnosa oleh dokter terkena kanker payudara, biasanya pasien akan merasa takut & terbebani. Mereka biasanya khawatir mengenai keluarga, pekerjaan & hal tidak pasti yang akan terjadi. Jeda waktu antara konsultasi  satu dengan berikutnya seperti teramat panjang atau sebaliknya hal-hal terjadi begitu cepat sehingga seperti kehilangan kendali. Apapun yang dilakukan, sebaiknya pastikan untuk selalu memperhatikan dirinya baik sebelum, sesudah ataupun saat terapi. Makan makanan yang sehat & berusaha tetap aktif sesuai dengan kemampuan dirinya. Yang juga penting diperhatikan, jangan jalani hal ini sendirian. Mintalah dukungan dari keluarga & teman-teman yang bisa membantu menguatkan saat menjalani terapi. Ikut bergabung dengan kelompok pendukung wanita dengan kanker payudara juga bisa membantu. Wanita lain yang juga sedang menjalani terapi kanker payudara atau survivor kanker payudara bisa memberikan dukungan kekuatan yang dibutuhkan oleh pasien dengan kanker payudara.

 

Sumber :

1. depkes.go.id

2. webmd.com

3. womenshealth.gov

 

Informasi Produk Terkait :

1. JOBST Gauntlet untuk mengatasi pembengkakan paska operasi payudara

 

 

Artikel Terkait :

  1. Skrining Penyakit untuk Deteksi Dini Kanker
  2. Tips untuk Mengurangi Resiko Kanker
  3. Deteksi Dini Kanker Payudara : SADARI Penting bagi Setiap Perempuan

 

Informasi Penyakit Terkait :

  1. Kista Payudara
  2. Infeksi & Abses Payudara
  3. Mastalgia (Nyeri Payudara)

 

Program Promosi Medicastore (berlaku mulai tgl 1-30 April 2014) :

 

Gabung di facebook medicastore untuk informasi kesehatan terbaru :

https://www.facebook.com/medicastore

Follow juga twitter medicastore di :

@MedicastoreNews