Kesehatan Bekti-medicastore.com
10-04-2014

Luka Tergores pada Anak

Anak bisa terjatuh saat bermain petak umpet atau saat berlari mengejar bola atau bahkan saat bercanda dengan teman-temannya. Jatuh merupakan  hal yang biasa dialami oleh anak-anak sehari-hari, akibatnya ada saja luka tergores akibat jatuh di tubuh anak, entah di lutut, siku, atau bahkan wajah. Meskipun luka tergores akibat jatuh terlihat tidak berbahaya, tetapi sebaiknya jangan di sepelekan  karena bisa menimbulkan infeksi bila tidak ditangani dengan benar. Untuk mengetahui bagamana cara menangani luka tergores pada anak, bisa dilihat pada artikel dibawah ini yang medicastore.com ambil dari kidshealth.org.

 

Menangani luka tergores

Banyak luka lecet atau luka tergores yang akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan. Berkut adalah hal-hal yang biasa dilakukan di rumah untuk menangani luka tergores :

  • Hentikan pendarahan dengan cara menekan luka menggunakan kain yang lembut & bersih selama beberapa menit. Bila darah yang keluar banyak maka sebaiknya tekan luka lebih lama lagi, bahkan bisa sampai 15 menit. Hal ini untuk memberi waktu kepada faktor pembeku darah untuk bekerja menutup luka & menghentikan pendarahan.
  • Saat menekan luka, jangan bukan perbannya karena bisa membuat luka kembali berdarah.
  • Bersihkan luka. Alirkan air hangat keatas luka selama 5 menit, kemudian gunakan sabun untuk membersihkan kulit di sekitar luka secara perlahan. Bila ada kotoran di sekitar luka seperti pasir atau tanah maka bersihkan dengan kain yang lembut & basah bila memungkinkan. Dengan membersihkan luka akan membantu membuang bakteri yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi. Bila luka sulit untuk dibersihkan sendiri, maka sebaiknya ke dokter untuk membantu membersihkan luka.
  • Bila perlu, bisa juga diberikan cairan antiseptik atau salep antibiotika tipis-tipis disekitar luka, asalkan tidak mempunyai alergi terhadap salah satu komponen dari obat tersebut.
  • Keringkan area luka & kemudian tutupi dengan kain kassa atau jenis perban lainnya. Perban berguna untuk menutup luka & mencegah masuknya kuman. Bila perban yang digunakan basah atau kotor maka sebaiknya langsung diganti dengan yang baru.
  • Bersihkan luka setiap hari & ganti perban dengan yang baru. Perhatikan juga apakah ada tanda-tanda infeksi atau tidak.
  • Untuk mencegah terjadinya infeksi & mengurangi timbulnya bekas luka, maka sebaiknya hindari mencabut bekas luka yang baru mengering. Bila luka telah kering sepenuhnya maka kulit penutup luka akan terlepas dengan sendirinya.

 

Saat sebaiknya ke dokter

Jika darah menyembur keluar dari luka atau tidak mau berhenti keluar maka sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. Tutupi luka dengan perban steril atau kain yang bersih. Jika darah merembes keluar dari perban / kain maka tidak perlu diganti dengan perban / kain yang baru, cukup tutupi lagi dengan perban / kain lainnya. Meletakkan area yang luka lebih tinggi dari kepala atau memegannya setinggi mungkin juga bisa membantu memperlambat pendarahan yang terjadi.

Jika luka yang terjadi sangat panjang atau dalam, atau kedua sisi luka letaknya berjauhan maka dokter perlu untuk menutupnya dengan jahitan. Untuk itu doker atau perawat akan memberikan suntikan anestesi sehingga kulit di sekitar luka menjadi mati rasa baru kemudian menjahit luka tersebut. Biasanya 5-1 hari kemudian anak harus ke dokter lagi untuk mencabut benang jahitan luka tersebut, meskipun ada juga jenis benang yang akan larut kedalam tubuh dengan sendirinya.

Bila lukanya tidak terlalu besar dan lurus maka dokter dapat juga mengoleskan lem medis atau plester steril untuk merekatkan luka. Kedua bahan tersebut juga dapat larut atau terlepas dengan sendirinya. Bila luka yang dalam & harusnya mendapat jahitan dari dokter tapi tidak dilakukan, maka bekas lukanya akan lebih terlihat jelas.

Bila luka yang dialami adalah akibat gigitan, maka biasanya diperlukan antibiotika untuk mecegah infeksi akibat kuman yang terdapat di air liur manusia ataupun hewan. Dokter juga akan memastikan apakah hewan yang menggigit tersebut mempunyai rabies atau tidak. Beberapa jenis luka juga beresiko untuk terkena infeksi tetanus, untuk itu perlu diperiksa riwayat kesehatan apakah sudah menjalani vaksinasi tetanus baru-baru ini atau tidak, bila tidak maka akan diberikan suntikan anti tetanus oleh dokter.

 

Tanda terjadi infeksi

Meskipun terlihat kecil tetapi lecet atau luka tergores ataupun luka bekas gigitan bisa menimbulkan infeksi. Infeksi pada kulit akan terjadi bila sel darah putih kalah melawan bakteri / kuman yang terdapat di luka. Berikut adalah tanda-tanda terjadinya infeksi di kulit :

  • Kulit menjadi berwarna kemerahan yang menyebar di sekitar area luka
  • Terdapat nanah di luka yang berwarna kekuningan atau kehijauan
  • Area di sekitar luka menjadi bertambah besar (membengkak) & terasa sakit
  • Timbul demam

Bila timbul infeksi maka dokter biasanya akan memberikan antibiotika untuk membantu tubuh melawan infeksi.

Jadi sebenarnya saat terjadi luka baik itu lecet atau luka tergores, maka tubuh akan berusaha untuk memperbaikinya sendiri, baik dengan cara proses pembekuan darah untuk menutup luka ataupun adanya sel darah putih untuk mencegah terjadinya infeksi.  Tetapi bila luka yang dialami besar / dalam serta timbul tanda-tanda infeksi, maka sebaiknya langsung ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Sumber :

1. kidshealth.org

 

Informasi Produk Terkait :

1. Coverplast Latex Free

 

Artikel Terkait :

  1. Resiko Patah Tulang pada Anak
  2. Kaki Terkilir, Aktifitas Jadi Tersingkir
  3. Merawat Anak dengan Hemofilia

 

Informasi Penyakit Terkait :

  1. Cedera Kepala
  2. Abses (Penimbunan Nanah)
  3. Tetanus

 

Program Promosi Medicastore (berlaku mulai tgl 1-30 April 2014) :

 

Gabung di facebook medicastore untuk informasi kesehatan terbaru :

https://www.facebook.com/medicastore

Follow juga twitter medicastore di :

@MedicastoreNews