Kesehatan vidya-medicastore
10-04-2018

Pemeriksaan Pendengaran pada Bayi dan Anak

Sumber gambar: kidspot.co.nz/baby/ear-care-babies/

Perkembangan sistem pendengaran sudah dimulai sejak masih di dalam kandungan. Saat janin berusia 18 minggu, telinganya mulai jelas terlihat di sisi kepala, dan janin dapat mulai mendengar. Pada usia 25 minggu, bayi dapat mulai merespons terhadap suara yang ia kenal (merespons dengan gerakan), misalnya suara ibu.

Kapan bayi dapat mulai mendengar dengan baik?

Meskipun telinga bayi sudah berkembang dengan baik saat lahir, diperlukan waktu hingga enam bulan sebelum bayi dapat mendengar sepenuhnya dan memahami sejumlah kisaran suara. Waktu ini diperlukan karena saat lahir telinga bayi masih penuh dengan cairan, yang akan hilang dalam beberapa bulan. Selain itu, bagian otak bayi masih memerlukan waktu untuk berkembang.

Perkembangan Pendengaran Bayi

Bayi baru lahir

Sejak lahir bayi akan memperhatikan suara terutama yang bernada tinggi. Bayi juga merespons suara yang ia kenal, terutama suara orang tuanya. Bayi akan terkejut bila mendengar suara keras.  

Usia dua bulan

Pendengaran bayi semakin membaik. Bayi dapat membedakan suara yang memiliki nada dan intensitas yang berbeda. Bayi mulai tertarik pada percakapan.

Usia tiga bulan

Pada usia tiga bulan, bagian otak yang membantu pendengaran, bahasa dan penciuman akan semakin reseptif dan aktif. Bagian otak ini disebut dengan lobus temporalis. Ketika bayi mendengar suara, ia akan melihat ke sumber suara dan mengeluarkan suara ‘mendeguk’ sebagai upaya untuk berbicara.

Usia empat bulan

Mulai usia empat bulan, kemampuan pendengaran bayi semakin berkembang. Kemampuan mendengar suara yang halus semakin baik. Bayi akan bereaksi dengan gembira terhadap suara, dan mungkin akan tersenyum ketika mendengar suara Anda. Bayi akan mulai memperhatikan mulut Anda ketika Anda berbicara dan mencoba meniru Anda. Bayi akan mulai mengucapkan suara konsonan seperti ‘m, k, g, p dan ‘b’.  

Usia enam hingga 10 bulan

Pada usia enam atau tujuh bulan, bayi akan menyadari sumber suara, dan akan menoleh dengan cepat ke sumber suara baru. Bayi juga dapat merespons suara yang sangat pelan bila tidak teralihkan. Di usia tujuh bulan, bayi dapat merespons panggilan namanya. Di usia sembilan bulan, bayi dapat mengetahui arti berbagai kata, termasuk nama anggota keluarganya. Bayi juga memahami perbedaan suara pria dan wanita.

Bagaimana Mengetahui Adanya Masalah Pendengaran pada Bayi?

Masalah pendengaran jarang terjadi pada bayi, tetapi hal ini dapat terjadi terutama bila:

·         Bayi harus tinggal lama di unit neonatus setelah lahir

·         Ketika hamil, Anda terkena penyakit rubella, toksoplasma atau virus cytomegalo

·         Ada riwayat masalah pendengaran atau tuli di keluarga

·         Bayi lahir prematur atau dengan berat lahir yang rendah

Sumber gambar: www.personneltoday.com/hr/council-offers-extra-maternity-leave-premature-babies/

Pendengaran yang baik akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Oleh karena itu perhatikan apakah ada tanda-tanda masalah pendengaran pada anak. Pada bayi, bila bayi sedang tidur dan tidak terbangun karena suara telepon atau suara anjing menyalak, Anda tidak perlu khawatir, hal ini adalah normal. Ketika bayi bangun, bayi akan terkejut karena suara keras dan tiba-tiba. Bayi akan menoleh ke arah suara, dan bereaksi secara normal terhadap suara di sekitarnya. Namun yang harus diingat, bila bayi menderita pilek, atau infeksi telinga, pendengarannya dapat terganggu sementara.

Pada anak yang lebih besar, tanda adanya masalah pendengaran dapat berupa:

·         Tidak perhatian atau kurang konsentrasi

·         Tidak merespons bila dipanggi;

·         Berbicara keras dan mendengarkan televisi dengan volume tinggi

·         Kesulitan menunjuk arah sumber suara

·         Salah mengucapkan kata

·         Perubahan kemajuan di sekolah

Penyebab Gangguan Pendengaran pada Bayi dan Anak

Beberapa gangguan pendengaran pada anak bersifat sementara karena penyakit tertentu, misalnya pilek. Penyebab gangguan pendengaran lainnya yang dapat terdeteksi dengan pemeriksaan rutin yaitu:

·         ‘Glue ear’; penumpukan cairan di telinga tengah, yang sering terjadi pada anak kecil

·         Infeksi yang berkembang saat masih di kandungan atau saat lahir, misalnya rubella, virus cytomegalo, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang progresif

·         Kondisi yang diturunkan, misalnya otosklerosis, yang menyebabkan telinga atau saraf berhenti bekerja dengan baik

·         Kerusakan pada koklea atau saraf pendengaran, yang dapat terjadi karena cedera kepala berat, paparan terhadap suara keras atau pembedahan kepala

·         Kekurangan oksigen saat lahir (asfiksia)

·         Penyakit tertentu, misalnya meningitis dan ensefalitis

Pemeriksaan Pendengaran

Pemeriksaan pendengaran pada bayi baru lahir dan anak bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah lebih awal di masa tumbuh kembang bayi dan anak, dan agar penanganan dapat dilakukan secepatnya. Tanpa pemeriksaan pendengaran rutin, ada kemungkinan masalah pendengaran terus berkembang selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Penting untuk mengidentifikasi masalah pendengaran secepat mungkin, karena masalah pendengaran dapat mempengaruhi perkembangan wicara dan bahasa, keterampilan sosial dan pendidikan anak. Penanganan akan lebih efektif bila masalah terdeteksi sejak awal. Diagnosis yang lebih cepat dapat membantu memastikan anak mendapatkan bantuan khusus yang diperlukannya.