Berita Scientific Medicastore
20-03-2007

Terapi Baru Masalah Prostat

Dr. James K. N. Tan

Dr. James K. N. Tan dari RS Mount Elizabeth, Singapore sharing informasi terapi terbaru dalam bidang saluran kemih (urologi) di Hotel Acacia, Jakarta. Sabtu, 17 Maret 2007 lalu, dokter yang berprofesi sebagai konsultan di bidang urologi ini mengangkat Da Vinci Robotic Surgery untuk mengobati kanker prostat dan Greenlight Laser Systemuntuk mengobati pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia/BPH).

Mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwa prostat adalah bagian dari sistem reproduksi pria. Prostat terletak di depan rektum dan di bawah kandung kemih. Prostat mengelililingi uretra, saluran aliran urin. Prostat yang sehat berukuran sebesar biji walnut.

Hormon pria (androgen) yang bertanggung jawab membuat prostat tumbuh. Namun, jika prostat tumbuh terlalu besar, tentu akan menekan uretra. Hal ini akan memperlama atau menghentikan aliran urin dari kandung kemih menuju penis.

Tentang Kanker Prostat

Kanker prostat akan muncul ketika sel-sel dalam prostat tumbuh dan berlipatganda secara tidak terkendali. Masa tumor nodular menyerang jaringan sekitar dan dapat menyebar sampai ke nodus limfe, tulang skeletal dan bagian lain dari tubuh. Kanker prostat adalah kanker yang paling umum no.5 pada pria Singapore dan kanker paling umum pada pria Amerika.

Cara agar dapat selamat dari kanker prostat adalah dengan mendeteksinya lebih dini. Ketika kanker prostat ditemukan lebih awal dan diobati, harapan untuk sembuh hampir sebesar 100%.

Oleh sebab itu, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan prostat. Pemeriksaan kanker meliputi tes medis untuk mendiagnosa kanker awal sebelum mulai gejala. Tes kanker prostat sebaiknya dilakukan pada usia 50 tahun. Pria dengan riwayat keluarga masalah prostat (bapak, paman, atau saudara laki-laki yang memiliki kanker prostat) dapat melakukan tes pada usia 45 tahun.

Tes Kanker Prostat

Dokter menggunakan 2 tes untuk memeriksa kanker prostat yaitu tes darah PSA dan DRE.

  1. Digital Rectal Exam (DRE).

    Dokter akan memasukkan jari bersarung yang dilubrikasi (diberi pelincir) ke dalam rektum untuk menilai ukuran, bentuk, simetri dan konsistensi prostat. Jika kelenjar prostat membesar tidak rata dan keras, maka cenderung menjadi kanker.

  2. Prostate Spesific Antigen (PSA).

    Tes darah sederhana dilakukan untuk mengukur kadar PSA yaitu protein yang diproduksi oleh prostat. Nilai PSA normal bervariasi sesuai usia dan ras. Umumnya, semakin tinggi kadar PSA, semakin besar risiko kanker prostat. Pembesaran prostat benigna (jinak), infeksi saluran urin dan radang prostat juga dapat menyebabkan kenaikan PSA. PSA Normal: usia 40-49 (kurang dari 2.5 µg/L), 50-59 (kurang dari 3 µg/L), 60-69 (kurang dari 4 µg/L).

Jika DRE atau tes PSA abnormal, biopsi prostat diperlukan. Hanya biopsi yang dapat mengkonfirmasi keberadaan kanker prostat. Hal ini merupakan prosedur klinis di bawah pedoman ultrasound, dokter memerlukan jarum khusus untuk mengambil sedikit jaringan prostat dari area prostat yang berbeda. Kemudian sampel jaringan tersebut diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat keberadaan sel-sel kanker.

Jika hasil biopsi positif kanker prostat, tes lebih lanjut termasuk CT scan, scan MRI dan scan tulang mungkin dapat dibutuhkan. Tes berikut membantu untuk mendeskripsikan tahap atau keluasan kanker.

Terapi Kanker Prostat

Pilihan pengobatan didiskusikan dan berdasarkan umur pasien, kadar PSA, hasil biopsi, dan tahap penyakit. Pengobatan termasuk operasi, radiasi, terapi hormon, kemoterapi atau "watchfull waiting" (jangan mengobati kanker tapi mengawasi dengan ketat).

Da Vinci Robotic Surgery tersedia di RS Mount Elizabeth, Singapore untuk mengobati kanker prostat. Sistem operasi Da Vinci merupakan terobosan terbaru yang memungkinkan ahli bedah mendapatkan gambaran 3 dimensi dan pembesaran hingga 10 kali lipat.

Sistem ini bekerja dengan menggunakan kamera mikro berkekuatan tinggi yang diletakkan pada teleskop dan dimasukkan ke dalam tabung tipis ke dalam tubuh pasien.

Robot Da Vinci inilah yang mengoperasi pasien dengan digerakkan oleh dokter. Robot Da Vinci memiliki 3 tangan berbentuk tabung dimana satu tangan berfungsi sebagai tangan kanan, satu tangan berfungsi sebagai tangan kiri dan satu tangan lagi untuk kamera.. Kadang satu tangan lagi diperlukan untuk membantu operasi seperti menggeser organ tubuh lain yang menghalangi.

Operasi menggunakan Robot Da Vinci dapat mengurangi kesalahan yang sering terjadi pada operasi konvensional. Selain itu juga dapat mempersingkat waktu operasi dari 9 jam (operasi konvensional) menjadi hanya 3-4 jam, tambah Dr. James Tan.

Keuntungan lainnya adalah bekas operasi yang hanya berupa 6 lubang sebesar lubang kunci (key hole) di sekitar perut. Bandingkan dengan operasi konvensional yang membelah perut dari kiri sampai kanan. Tentu akan meninggalkan bekas jahitan yang panjang dan sulit dihilangkan.

Terapi Benign Prostate Hyperplasia (BPH)

Dibutuhkan waktu setengah abad bagi pria untuk mengalami pembesaran prostat. Sebagian pria dengan usia 50 tahun ke atas akan mengalami pembesaran prostat yang lebih dikenal dengan sebutan benign prostate hyperplasia.

Gejalanya antara lain sering berkemih terutama di malam hari, keinginan berkemih datang tiba-tiba, harus memaksakan saat berkemih, perasaan bahwa kandung kemih tidak pernah kosong, nyeri atau rasa terbakar, urin bocor, dan aliran urin lemah.

Jika gejala tersebut menganggu kehidupan anda, maka anda terkena penyakit pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia/BPH). Waktunya untuk mempertimbangkan pilihan pengobatan. Diskusikan dengan dokter mengenai pilihan terapi termasuk kefektifan dari setiap terapi dan tingkat risiko anda.

Dr. James Tan memberikan solusi baru dalam mengobati BPH. Solusi yang dimaksud adalah PVP atau Photoselective Vaporization of the Prostate dengan Greenlight Laser System. Sistem Laser Greenlight merupakan "laser hijau" berkekuatan tinggi yang dengan cepat menguapkan dan secara tepat memindahkan jaringan prostat yang membesar. PVP dapat membebaskan anda dari masalah berkemih tanpa kompromi gaya hidup atau kesehatan.

Kalau teknologi laser yang dulu hanya menggunakan panas untuk menghancurkan jaringan tapi tidak memindahkan jaringan prostat yang telah hancur, sehingga jaringan yang telah hancur tersebut tertinggal di dalam tubuh dan menimbulkan nyeri saat berkemih dan ketidaknyamanan selama beberapa minggu.

Kurangi Risiko Masalah Prostat

Dr. James mengungkapkan bahwa semua laki-laki akan terkena masalah prostat di usia senja. Namun, tidak perlu khawatir karena risiko penyakit tersebut dapat dikurangi. Berikut ini beberapa tips untuk mengurangi risiko masalah prostat, antara lain:

  • Mengurangi makanan kaya lemak hewan.
  • Meningkatkan makanan kaya lycopene (dalam tomat), selenium (dalam makanan laut), vitamin E, isoflavonoid (dalam produk kedelai).
  • Makan sedikitnya 5 porsi buah dan sayuran sehari.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Pertahankan berat badan ideal.
Silakan mencoba tips dari Dr. James Tan tersebut dan buktikan hasilnya.

Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain hubungi redaksi kami di fax. : 021 - 7397069 atau redaksi@medicastore.