Berita Scientific Medicastore
07-11-2007

Press Conference Hari Osteoporosis Nasional 2007

ki-ka: Prof. Dr. dr. Ichramsjah A Rachman, Sp.OG; Dr. I Nyoman Kandun, MPH; Alwiesma A Rachman; Ricky Afrianto.

Osteoporosis merupakan masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Hal ini diungkapkan Prof. Dr. dr. Ichramsjah A Rachman, Sp.OG, ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dalam press conference Hari Osteoporosis Nasional 2007 di Departemen Kesehatan RI 01 November 2007 lalu.

Berdasarkan definisi Badan Kesehatan Dunia (WHO), Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai oleh berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikroarsitektur jaringan tulang yang berakibat menurunnya kekuatan tulang dan meningkatnya kerapuhan tulang serta risiko terjadinya patah tulang.

Osteoporosis diawali oleh osteopenia yang diartikan sebagai suatu kondisi hilangnya sejumlah massa tulang akibat berbagai keadaan, dengan kata lain terjadinya penipisan tulang. Osteopenia merupakan cikal bakal osteoporosis.

Berdasarkan hasil penelitian Departemen Kesehatan RI bekerjasama dengan Fonterra Brands Indonesia tahun 2006 ditemukan bahwa 2 dari 5 penduduk Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis. Hal ini lebih tinggi dari prevalensi dunia, dimana 1 dari 3 orang berisiko osteoporosis.

Banyaknya jumlah penderita osteoporosis juga diyakini akibat kurang konsumsi kalsium. Berdasarkan survey, ditemukan bahwa konsumsi kalsium rata-rata masyarakat Indonesia masih rendah yaitu 254 mg/hari, padahal standar internasionalnya sebesar 1000-1200 mg/hari.

Dr. I Nyoman Kandun, MPH dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan (P2-PL) Departemen Kesehatan RI, mengungkapkan, "Hasil penelitian puslitbang gizi depkes tahun 2005 dengan jumlah sampel 65.727 orang yang terdiri dari 22.799 laki-laki dan 42.928 wanita) di 16 wilayah di Indonesia, terdapat 41,7% osteopenia dengan usia rata-rata < 55 tahun dan 10,3% menderita osteoporosis."

Kesadaran masyarakat akan osteoporosis masih harus ditingkatkan terutama untuk deteksi dini. Skrining awal osteoporosis dapat dilakukan menggunakan densitometer, sedangkan untuk diagnosis osteoporosis menggunakan DEXA . Indonesia hanya memiliki 23 alat DEXA, di Jakarta sebanyak 18 buah sedangkan di daerah hanya 6 buah.

Dr. I Nyoman menyebutkan, anggaran pembiayaan APBN tahun 2007 telah dialokasikan sebesar Rp.6.305.000.000,- untuk pengadaan dan pendistribusian alat untuk mendeteksi osteoporosis. Sebanyak 20 densitometer telah didistribusikan ke 7 propinsi antara lain Sumut, Sumbar, Jateng, Jatim, Kalbar, Sulut, Sulsel. DEXA yang bejumlah 3 unit juga telah didistribusikan ke 3 propinsi yakni Jateng, DI Yogyakarta dan Bali.

"Tema Hari Osteoporosis Nasional tahun 2007 sejalan dengan tema Hari Osteoporosis Intenasional yang diusung oleh Yayasan Osteoporosis Internasional yaitu Kurangi Risiko, Kalahkan Osteoporosis," kata Prof. Prof. Dr. dr. Ichramsjah A Rachman, Sp.OG. Kegiatan kampanye tahun ini antara lain press conference, seminar profesi, seminar publik, radio, talkshow, TV talkshow, dan peringatan puncak Hari Osteoporosis Nasional di silang Monas..

Dr. I Nyoman menjelaskan, "Ada faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan dapat dimodifikasi. Usia, jenis kelamin, genetik dan ras termasuk faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi. Kurang bergerak, postur tubuh kurus, kebiasaan tidak baik (seperti merokok, alkohol, minuman karbonat, kafein), asupan gizi rendah, kurang pajanan sinar matahari, penggunaan obat dalam waktu lama (kortikosteroid, sitostatika, antikejang, antikoagulan/heparin, warfarin) temasuk faktor risiko yang dapat diubah."

Belum banyak yang mengetahui bahwa ada perkumpulan warga tulang sehat Indonesia yang disingkat dengan PERWATUSI. "PERWATUSI didirikan untuk membagi dan menyebarluaskan informasi osteoporosis kepada masyarakat. Kami sudah bekerjasama dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan merintis kejasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga," kata Alwiesma A Rachman selaku ketua umum PERWATUSI.

Ricky Afrianto, Brand Manager Anlene mengatakan, "Komitmen Anlene dalam mengatasi osteoporosis terbukti dengan menjadi partner Departemen Kesehatan, PEROSI dan PERWATUSI untuk mengingkatkan kesadaran tentang pencegahan osteoporosis. Sebuah program yang didukung oleh pemerintah, media dan swasta maka hasilnya akan lebih bagus."

Pada kesempatan yang sama, PEROSI meluncurkan buku saku Nutrisi Menuju Tulang Sehat yang kemudian diberikan secara simbolis kepada wartawan. Peluncuran buku ini bertujuan dapat menambah pengetahuan dan ketrampilan untuk menyediakan makanan pendukung tulang sehat dan kuat.

Meskipun kandungan kalsium dalam susu tinggi tapi sumber kalsium bukan hanya susu.Indonesia kaya akan bahan makanan yang mengandung kalsium tinggi seperti teri kering, rebon, teri segar, sarden kaleng. Sayuran seperti daun pepaya, bayam, sawi, brokoli dapat membantu mencegah osteoporosis.

Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain hubungi redaksi kami di fax. : 021 - 7397069 atau redaksi@medicastore.