Sel Punca, Potensi dan Pemanfaatannya
Berita kuwat mulyono - medicastore.com
24-11-2008

Sel Punca, Potensi dan Pemanfaatannya

Bertempat di Gedung Widya Graha LIPI lantai 1, Jl. Gatot Soebroto Jakarta Selatan, pada Sabtu, 25 Oktober 2008 telah diadakan Seminar Sehari Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI). Tujuan diadakannya seminar ini menurut Ketua Dewan Pelaksana asosiasi para peneliti dan peminat Sel Punca atau Stem Cell ini adalah memperkenalkan dan mendiskusikan terapi sel punca terutama manfaatnya pada pelbagai penyakit. Selain itu juga, menarik minat para peneliti dan dokter terhadap penelitian sel punca. Acara yang bagi peserta- bernilai 4 SKP IDI ini menampilkan pakar-pakar sel punca dari Akademisi, Bisnis atau Industri dan Pemerintah atau sering disebut dengan ABG.

Sel Punca, Potensi dan Pemanfaatannya

(Suhartono Taat Putra-moderator, Boenyamin Setiawan-pakar dan pioner penelitian Sel Punca Indonesia)

Dalam kata sambutannya, Ferry menegaskan akan pentingnya pendataan penelitian Sel Punca (termasuk laboratorium dan peralatan yang telah ada) di Indonesia. Dengan demikian bisa terjalin kerjasama antar institusi sehingga pelaksanaan penelitian bisa terpadu dan lebih ekonomis.

Materi pertama dari Seminar Sehari ini adalah "Peran Endothelial Progenitor Cells pada Usia Lanjut dan Aterosklerosis" yang dibawakan dengan sangat menarik oleh pakar dan pioner penelitian Sel Punca Indonesia, Dr Boenyamin Setiawan PhD. Menurut person yang akrab dipangil dengan dr Boen, Endothelial Progenitor Cells (EPC) terdapat dalam sumsum tulang dan dikeluarkan bilamana diperlukan terutama saat terjadi iskemia jantung atau iskemia pada organ lain. Hal ini bisa diketahui kalau kita bisa mengukar kadar penanda EPC, antara lain CD 133 dan CD 34.

Mengenai sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler)
Sistem kardiovaskuler pada manusia memegang peranan penting untuk kesehatan. Melalui sistem inilah darah mengalir hingga ke pembuluh darah terkecil untuk memberi makan sekitar 100 trilyun sel yang menjadi "batu-bata" dari tubuh kita. Selain memberi makan, pembuluh darah juga bertugas mengangkut darah balik yang berisi sisa-sisa metabolisme tubuh untuk dikeluarkan melalui antara lain ginjal dan hati. Begitu pentingnya sistem, sehingga ada "petugas" khusus yang menjaga agar pembuluh darah tetap sehat. EPC-lah yang bertugas mempertahankan kemulusan lapisan dalam (intima) pembuluh darah tersebut.Karena itu terus menerus menjaga fungsi EPC (dengan teknologi Sel Punca) adalah sangat berarti bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Diketahui pada mereka yang menderita aterosklerosis (oleh karena hipertensi, hiperkolesterolemia, merokok, diabetes, kurang gerak badan, gout, dll) jumlah EPC dalam darah rendah dan tidak berfungsi sempurna
Menjawab pertanyaan dari salah satu peserta seminar, founder dari Kalbe Group ini menjelaskan beberapa aplikasi pemanfaatan EPC (yang mulai dilaksanakan di Indonesia), seperti untuk pengobatan:

  1. Luka Bakar
  2. Critical Limb Ischaemic (sering terjadi pada penderita Diabetes)
  3. Acute Miocard Infarct
  4. Osteoarthritis
  5. Stroke
Pembicara lain selain dr Boen, tampil beberapa pembicara seperti:
  1. Dr Roy Sparingga, Asisten Deputi Perkembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Kementerian Negara RISTEK yang memaparkan mengenai "Dukungan dan Agenda RISTEK untuk Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sel Punca"
  2. Prof Arief Boediono dari Institut Pertanian Bogor yang membawakan presentasi menarik berjudul: "Kompetensi Embrio Partogenesis pada Pengembangan Sel Punca"
  3. Dr Ismail, SpOT dari Divisi Orthopaedi dan Traumatologi FKUI-RSCdengan makalah berjudul "Terapi Sel dan Sel Punca untuk kelainan Muskuloskeletal/Tulang, diskus dan kartilago"
  4. Dr Virgi Saputra: "Fat Trasfer with Adipose Derived Stem and Regenerative Cells for Breast Reconstruction-Celutio System"
  5. Dr Jan Sudir Purba, PhD: "Peranan Antioksidan terhadap aterosklerosis"

Press Conference
Selesai presentasi ilmiah, diadakan Temu Pers. Dari hasil temu pers, disimpulkan bahwa:

  1. Penelitian / perkembangan terapi Sel Punca di dunia tergolong relatif baru (baru sekitar 10 tahun)
  2. Ada kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk turut aktif, berperan bahkan unggul dalam bidang pengobatan yang baru ini.
  3. Menghadapi krisis ekonomi global saat ini adalah sangat baik meningkatkan penelitian Sel Punca di Indonesia agar ke depan, terapi sel punca ini bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri tidak harus bergantung dari luar negeri (baca: biaya tinggi, tergantung kurs dollar).
  4. Pemerintah perlu menunjang penelitian Sel Punca. Beberapa penelitian Sel Punca sudah mulai ada dukungan dari RISTEK.
  5. Dari Industri sangat mengharapkan agar PP 35/2007 yaitu peraturan pemerintah yang memberi insentif jika suatu perusahaan melakukan penelitian, segera bisa diterbitkan petunjuk teknis dan pelaksanaannya sehingga bisa segera diterapkan.