PMS dan PMDD: Gangguan Pramenstruasi Tak Tertahankan!!
Berita Enny Sophia-medicastore.com
06-02-2009

PMS dan PMDD: Gangguan Pramenstruasi Tak Tertahankan!!

Apakah anda sering mengalami hal berikut menjelang menstruasi?
emosi meledak-ledak kram perut
mudah tersinggung dan marah perut kembung
perasaan tertekan payudara tegang dan nyeri
nafsu makan bertambah tungkai bengkak
sakit kepala berat badan bertambah

Jika ya, anda mengalami gangguan karena siklus menstruasi premenstrual syndrome (PMS). Jika gejala dialami lebih parah, disebut gangguan disforia pramenstruasi/ premenstrual dysphoric disorder (PMDD). PMS dan PMDD berdampak pada kondisi kejiwaan wanita dan dapat menurunkan kualitas hidup.

kiri : Prof. Dr. Djajadiman Gatot, SpA (K),kanan : Prof. Dr. Karmel Tambunan, SpPD, KHOM
dr. Sylvia Detri Elvira, SpKj (berjilbab) dr. Andon Hestiantoro, SpOG (kanan) didampingi dengan team dari Bayer Schering Pharma

Bertempat di Grand Hyatt Jakarta (4/2/09), dr. Andon Hestiantoro, SpOG dan dr. Sylvia Detri Elvira, SpKj mengupas PMS dan PMDD dari kacamata ilmu kejiwaan dan ilmu kandungan.

PMS dan PMDD
Seorang wanita dikatakan mengalami PMS apabila mengalami satu gangguan emosional dan satu gejala fisik pramenstruasi, yang dialami setidaknya dalam 3 siklus berturut-turut, berdampak negatif terhadap aktivitas sehari-hari, dan bebas gejala pasca menstruasi. Sedangkan PMDD merupakan gangguan pramenstruasi yang lebih parah dari PMS, ditandai dengan lima gejala fisik dan satu gejala emosional satu minggu sebelum menstruasi, menghilang saat menstruasi, dan dialami pada hampir setiap kali menstruasi selama 12 bulan terakhir. Atau dengan kata lain, PMS/ PMDD merupakan kombinasi masalah kesehatan yang mengganggu fisik dan emosional (tanpa kelainan organik), yang terjadi beberapa hari menjelang haid dan sembuh setelah haid. Jadi, bila seorang wanita emosinya meledak-ledak sepanjang bulan tidak dikatakan mengalami PMS maupun  PMDD.

Penyebab PMS/ PMDD
Penyebab munculnya gejala saat PMS/ PMDD belum jelas. Banyak teori yang menyebutkan mengenai penyebab PMS dan PMDD, diantaranya teori hormonal, serotonin, genetika, dan lingkungan sosial. Berbagai gejala pramenstruasi ini turut mempengaruhi performa kerja, pekerjaan rumah tangga, dan hubungan dengan keluarga dan pasangan. Bahkan dokter Andon berkelakar bahwa prialah yang jadi korban wanita PMS.

Penanganan PMS/PMDD
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani PMS/PMDD yaitu menggunakan terapi obat, psikoterapi, dan perubahan gaya hidup.
  1. Terapi Obat
    • Menggunakan Analgesik Over The Counter (dijual bebas)
      Pengobatan PMS mengunakan analgesik bersifat simptomatis, hanya membantu mengatasi  nyeri dan gejala sedang lainnya serta bersifat sementara. Analgesik yang dijual bebas seperti asetaminofen dapat digunakan untuk mengatasi nyeri. Namun analgesik yang dijual bebas tidak efektif terhadap beberapa gejala fisik atau emosional yang lebih parah.
    • Menggunakan Antiansietas (anti cemas)
      Obat anti cemas seperti selective seretonin reuptake inhibitor (SSRIs) dapat digunakan setiap hari atau selama 14 hari sebelum menstruasi. SSRIs membantu mengurangi dampak perubahan hormon pada kimiawi otak, misalnya serotonin. Selain itu, anti depresan non SSRi juga dapat digunakan untuk pengobatan PMS/ PMDD. Penggunaan kedua obat jenis ini harus dengan pengawasan dan resep dokter.
    • Vitamin B6
      Vitamin B6 berperan sebagai kofaktor dalam proses akhir pembentukan neurotransmitter, yang akan mempengaruhi sistem endokrin otak menjadi lebih baik.
    • Menggunakan kontrasepsi Oral
      Pil kontrasepsi oral yang mengandung kombinasi progestin-drospirenon dapat membantu mengatasi berbagai gejala pra menstruasi yang parah.
  2. Psikoterapi
    • Cognitive behavioral therapy (CBT)
      CBT ini dilakukan oleh psikiater untuk penderita PMDD, berupa mengubah persepsi diri agar berfikiran positif dan menghargai diri sendiri. Hal ini diperlukan mengingat seorang yang mengalami PMS/ PMDD tingkat parah kemungkinan memiliki niat bunuh diri.
  3. Perubahan Gaya Hidup
    • Olah raga
      Upayakan berolahraga aerobik selama 30 menit selama 4 hingga enam kali seminggu. Hal ini akan meningkatkan kesehatan anda secara umum, kesehatan kardiovaskular, otot, serta membantu meredakan ketegangan saraf dan kecemasan. Selain itu olahraga dapat mengurangi retensi cairan dan berat badan dan meningkatkan rasa percaya diri.
    • Modifikasi diet
      Lakukan juga modifikasi pada pola makan anda, dengan beberapa langkah berikut:
      • kurangi kafein untuk membantu mengurangi rasa tertekan, mudah tersinggung dan gelisah
      • kurangi konsumsi garam untuk mengurangi kembung (bukan hanya garam yang ada dalam makanan sehari-hari, namun juga pada makanan kemasan
      • konsumsi lebih banyak karbohidrat kompleks dan serat yang terdapat pada makanan, seperti roti gandum, pasta, sereal, buah dan sayuran
      • sertakan sumber protein pada tiap menu makanan
      • konsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral atau konsumsi suplemen vitamin dan mineral
      • kurangi konsumsi gula dan lemak dalam diet Anda untuk membantu meningkatkan energi dan menstabilkan mood Anda
      • kurangi atau hentikan konsumsi alkohol
Bila anda khawatir dengan gangguan pramenstruasi yang begitu mengganggu anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anda.