Berita Enny Sophia-medicastore.com
29-06-2009

Chronic Myeloid Leukemia: Tangani Segera

Chronic Myeloid Leukemia: Tangani Segera
Penyakit chronic myeloid leukemia (leukemia myeloid kronik) merupakan salah satu jenis penyakit leukemia. Leukemia merupakan suatu jenis kanker yang mempengaruhi sumsum tulang dan jaringan getah bening pada tubuh. Pada leukemia, sel darah putih sangat banyak dihasilkan sumsum tulang sehingga mendesak sel-sel lain. Normalnya, sel tubuh akan membentuk sel baru untuk menggantikan sel tua yang telah mati. Namun pada kondisi tubuh yang tidak normal, misalnya karena ada penyakit, sel-sel baru akan tetap terbentuk meskipun tubuh tidak membutuhkannya, sedangkan sel-sel lama tidak mati seperti seharusnya. Dr. Nyoto Widiastomo, Sp.PD dari RSCM memaparkan mengenai penyakit CML beserta penanganannya.

Penyakit Chronic Myeloid Leukemia
Merupakan suatu penyakit kanker yang melibatkan proses pembentukan elemen-elemen sel darah, yang dibentuk di sumsum tulang (proses hematopoiesis).

Penyebab
Paparan radiasi yang sangat tinggi dan sat kimia industri seperti benzena dan formaldehida merupakan faktor risiko munculnya penyakit leukemia.

Bahaya CML
Meskipun angka kejadian CML termasuk rendah (yaitu satu sampai dua orang kasus baru pertahun) namun penyakit ini dapat berakibat sangat fatal. Dahulu, pasien CML yang tidak ditangani hanya dapat bertahan dalam hitungan beberapa bulan atau tahun. Namun saat ini, pasien yang diterapi menggunakan penghambat enzim tirosinase kinase dapat bertahan jauh lebih lama. Sekitar 89% pasien yang menggunakan terapi tirosinase inhibitor dapat bertahan hidup sampai lima tahun.

Tanda penyakit CML
Seseorang dengan penyakit CML, kromosom tubuhnya mengalami kelainan, yaitu patahnya kromosom tubuh 22 kemudian menempel pada kromosom 9. Diagnosa penyakit chronic myeloid leukemia ini dapat ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan terhadap kromosom Philadelphia (Ph) dengan melihat ketidaknormalan kromosomnya. Selain itu, dikarenakan kromosom Philadelphia memroduksi protein BCR-ABL tirosin kinase, maka pada seseorang dengan penyakit CML, ditemukan BCR-ABL positif.
Gejala fisik yang dirasakan antara lain badan terasa lemah, berat badan menurun, pembesaran limpa, dan rasa penuh pada perut. Namun, sering juga penyakit ini tanpa disertai gejala.

Penanganan CML
Seperti yang disebutkan di atas, meskipun angka kejadian penyakit ini sedikit, namun bila tidak diatasi dapat berakibat fatal sehingga CML harus ditangani. Pilihan pengobatan CML dengan menggunakan terapi utama, yaitu menggunakan imatinib, interferon, dan dengan kemoterapi.
Imatinib ditujukan bagi pengobatan pasien dewasa yang baru didiagnosa positif terdapat kromosom Philadelphia. Terapi menggunakan imatinib juga ditujukan bagi pengobatan pasien pada fase kronik setelah gagal menggunakan terapi interferon alfa.

Menutup seminar yang bekerja sama dengan Novartis, dr. Nyoto menyatakan bahwa Chronic Myeloid Leukemia merupakan jenis penyakit kanker yang dapat mengakibatkan kematian dan membutuhkan perawatan intensif untuk meningkatkan harapan hidup pasien.