Berita Bekti-medicastore.com
29-04-2010

Pentingnya Mikronutrien bagi Kesehatan Anak

Selama 10-15 tahun yang lalu mikronutrien yaitu nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit tidak terlalu dipandang penting untuk dipenuhi kebutuhannya oleh tubuh. Hal ini karena kadar yang dibutuhkan oleh tubuh sangat kecil, sehingga banyak orang yang cenderung untuk memenuhi kebutuhan zat gizi lain seperti misalnya kalori dan protein.

Tetapi ternyata asupan nutrisi yang di terdapat di dalam mikronutrien tersebut sangat penting bagi tubuh termasuk diantaranya untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi ancaman penyakit terutama penyakit infeksi. Anak-anak merupakan usia yang rentan untuk terkena penyakit infeksi seperti pneumonia dan diare, bahkan menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pneumonia menjadi penyebab 1 kematian dari 5 kematian pada anak balita.



Ki-ka : Moderator; perwakilan Anmum; Prof. Sunil Sazawal MD, MPH, PhD


Jenis mikronutrien seperti vitamin A, Vitamin E, vitamin C, zat besi, zink, selenium dan cooper dalam jumlah tertentu dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap berbagai resiko penyakit seperti diare, anemia, infeksi saluran pernafasan bawah. Selain itu manfaat mikronutrien dapat memperbaiki status gizi dan pertumbuhan anak.

Karena mikronutrien tersebut dibutuhkan hanya dalam jumlah kecil untuk tubuh tetapi juga harus secara rutin setiap hari, maka cara yang tepat untuk memberikan asupan bundling mikronutrien tersebut adalah dengan fortifikasi melalui makanan ataupun susu. Hal ini selain untuk meningkatkan kepatuhan konsumsinya dan menghilangkan rasa yang tidak enak, ternyata juga dapat meminimalkan interaksi yang dapat timbul antara mikronutrien tersebut. Demikian yang dijelaskan oleh Prof. Sunil Sazawal MD, MPH, PhD, Associate Professor Departement of International Health, Bloomberg School of Public Health, John Hopkins University, Baltimore, AS pada acara press conference mengenai hasil penelitiannya yang berjudul “Effect of fortified milk on morbidity in young children in North India : community based, randomized, double masked placebo controlled trial “, yang berlangsung hari Jumat, 23 April 2010 di Gran Melia Hotel, Jakarta.

Penelitian Prof. Sunil ini juga telah dimuat di British Medical Journal tahun 2006. Penelitian tersebut melibatkan 633 anak berusia 1-3 tahun, dimana anak yang mengalami malnutrisi dan anak yang sakit tidak diikutsertakan. Dari keseluruhan anak, 317 anak mengkonsumsi susu yang di fortifikasi dengan mikronutrien dan 316 anak mengkonsumsi susu biasa. Seluruh anak mengkonsumsi 2-3 gelas susu tersebut selama setahun. Setelah 1 tahun, ditemukan bahwa anak yang mengkonsumsi susu yang telah di fortifikasi dengan mikronutrien ternyata mempunyai daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit seperti diare, anemia, infeksi saluran pernafasan bawah serta perbaikan terhadap status gizi dan pertumbuhan anak.

Menurut Prof. Sunil melalui susu yang telah di fortifikasi dengan bundling mikronutrien tersebut merupakan cara yang efektif dan mudah untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Karena susu yang telah di fortifikasi dengan bundling mikronutrien tersebut tersedia dimana-mana, dengan biaya yang rendah (dibandingkan apabila harus mengobati penyakit), efek samping yang kecil, mempermudah proses pencernaan serta mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi.