Berita Bekti-medicastore.com
06-05-2010

Berjuta Harapan bagi Penderita Thalassaemia

Thalassaemia, memang berbeda dengan penyakit Diabetes, Jantung, dan Stroke yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas. Angka kejadiannya pun tidak sebanyak ketiga penyakit tersebut. Namun penderitaan mereka pun tidak kalah beratnya, karena penderita Thalassaemia mayor tidak bisa diobati, yang bisa dilakukan adalah dengan transfusi darah seumur hidupnya

Thalassaemia adalah sejenis penyakit anemia (kurang darah) bawaan sejak lahir. Orang yang menderita thalassaemia mengalami kelainan pada hemoglobin (protein yang membawa oksigen ke seluruh tubuh) sehingga kekurangan sel darah merah normal. Karena itu ia tidak mempunyai oksigen yang cukup yang diperlukan sel tubuh untuk bekerja pada saat aktivitas puncak. Akibatnya, ia akan merasa kelelahan, sering mengalami perubahan suasana hati, sakit kepala, dan jantung berdebar-debar karena harus bekerja keras memompa darah dan mensuplai oksigen lebih banyak.

DR.dr. Pustika Amalia Wahidiyat, ApA(K), selaku Pelaksana harian Pusat Thalassaemia Departemen Kesehatan Anak FKUI RSCM, menyatakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh adanya kelainan pada gen globin alpha dan gen globin beta, sehingga produksi rantai globin tersebut berkurang sampai menjadi nol. ”Akibatnya sel darah merah mudah sekali rusak dan umurnya menjadi lebih pendek dari sel darah normal (120 hari)”, begitu ujarnya. Bila kelainan itu terjadi pada gen globin alpha, maka penyakitnya disebut thalassaemia alpha, sedangkan kelainan pada gen globin beta akan menyebabkan penyakit thalassaemia beta. ” Di Indonesia yang sering ditemukan adalah thalassaemia beta” .

Prevalensi (angka kejadian) pembawa thalassaemia beta di Indonesia berkisar antara 6-10%. Dan yang perlu disadari adalah penderita Thalassaemia mayor tidak bisa diobati, yang bisa dilakukan adalah dengan transfusi darah seumur hidupnya, tentunya hal ini menimbulkan masalah baik dari aspek medis, aspek finansial, psikologis.



Serah Terima secara simbolis 500 pemeriksaan gratis Panel Skrining Thalassaemia kerjasama antara Laboratorium Klinik Prodia dengan Yayasan Thalassaemia Indonesia.

Hal inilah yang mendorong Laboratorium Klinik Prodia, bekerja sama dengan Yayasan Thalassaemia Indonesia untuk menyelenggarakan Program Sosial ”2000 untuk Berjuta Harapan”. Program ini merupakan salah satu dukungan Laboratorium Klinik Prodia untuk mengurangi lonjakan jumlah penderita thalassaemia Mayor di Indonesia.

Dra. Ampi Retnowardani, M.Si - Marketing Communication Manager Prodia menyampaikan bahwa pada program ini Prodia mengajak seluruh pelanggan Prodia dan masyarakat luas untuk mendukung pelaksanaan Program Sosial ”2000 untuk Berjuta Harapan” dan menjadi sahabat thalassaemia, dengan cara menyumbangkan minimal Rp. 2000,- kepada rekening Yayasan Thalassaemia Indonesia. Selain itu Prodia juga memberikan 500 pemeriksaan gratis Panel Skrining Thalassaemia untuk masyarakat awam, bekerja sama dengan Yayasan Thalassaemia Indonesia.

Dalam rangka Ulang tahun Prodia ke-37 dan Hari Thalassaemia Sedunia, Prodia juga melakukan program edukasi melalui brosur dan memberikan keringanan biaya pemeriksaan sebesar 20% untuk Panel Analisa Hb dan Ferritin (sebagai Pemeriksaan Skrining Thalassaemia) selama bulan Mei 2010.

Untuk informasi lengkap mengenai Program Sosial ”2000 untuk Berjuta Harapan” ataupun Pemeriksaan Skrining Thalassaemia silahkan menghubungi laboratorium klinik Prodia Terdekat atau dapat dilihat pada website mereka : http://prodia.co.id/