Berita Bekti-medicastore.com
07-06-2010

Nutrisi & Stimulasi Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Nutrisi & stimulasi sangat berperan untuk tumbuh kembang anak, demikian yang di jelaskan oleh Dr. Sri S. Nasar, Sp. A (K) pada acara launching mobi presinutri di Puskesmas Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Juni 2010 kemarin. Mobi presinutri sendiri adalah kendaraan bus keliling yang memuat wahana edukasi interaktif berupa permainan multimedia mengenai nutrisi & stimulasi presisi untuk anak yang disertai juga dengan konsultasi mengenai gizi oleh ahli gizi untuk para orang tua. Direncanakan wahana keliling ini akan mengunjungi 125 wilayah di pulau Jawa mulai dari DKI Jakarta sampai Jawa timur hingga 5 Juli mendatang.

  
Acara launching Mobi Presinutri di Puskesmas Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Juni 2010

Menurut Dr. Sri S. Nasar, Sp.A (K), faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak ada 3 yaitu : genetik atau keturunan, asupan nutrisi serta stimulasi. Untuk faktor genetik karena merupakan sifat keturunan maka tidak dapat dirubah, tetapi untuk nutrisi & stimulasi merupakan hal yang dapat di bentuk terutama oleh orang tua. Pada masa keemasan anak yang sebenarnya sudah dimulai sejak trimester akhir kehamilan sampai anak berusia 3 tahun, merupakan masa dimana otak anak bertumbuh secara pesat, sehingga untuk memaksimalkan fungsinya maka anak perlu diberi asupan nutrisi serta stimulasi yang tepat.

Salah satu sumber nutrisi yang diperoleh anak adalah dari makanannya, tetapi banyak orang tua yang masih belum mengerti benar tentang hal ini dengan hanya beranggapan bahwa makanan hanya dimaksud untuk membuat anak kenyang saja. Padahal dari pemberian makanan yang tepat, selain dapat memenuhi kebutuhan gizi anak juga dapat memberikan manfaat lain misalnya dari segi pendidikan melalui pembelajaran mengenai keterampilan makan, pembinaan rasa & disiplin juga bermanfaat dari segi psikologis karena memperkuat hubungan antara ibu & anak.

Pemberian makan kepada anak sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan & kapasitas anak itu sendiri. Hal ini karena anak-anak ternyata membutuhkan kalori yang lebih besar dari orang dewasa yaitu untuk anak < 3 tahun membutuhkan antara 100-120 kkal/kg BB/hari dibandingkan dengan orang dewasa yang hanya membutuhkan 35-40 kkal/kg BB/hari. Tetapi karena kapasitas perut anak-anak lebih kecil dibandingkan orang dewasa maka sebaiknya anak jangan dipaksakan untuk diberikan makan dalam jumlah besar seperti orang dewasa.

Jadi sebaiknya anak diberi makan dalam jumlah yang sedikit tetapi sering. Seperti misalnya apabila orang dewasa makan 3 kali sehari, untuk anak pemberian makan dapat dijadikan 5 kali sehari, misalnya dengan jadwal seperti berikut : pagi makan pagi dengan pemberian susu, kemudian siang diberikan makan siang beserta susu saat mau tidur siang & malam diberikan makan malam serta susu menjelang tidur. Kemudian diantara makan pagi & siang serta diantara makan siang & malam dapat diberikan snack yang menyehatkan seperti buah atau puding.

Untuk mengoptimalkan pemberian makan terhadap anak supaya nutrisi anak dapat terpenuhi, maka Dr. Sri Nasar, SP.A (K) pun memberikan beberapa tips bagi para orang tua dalam hal pemberian makan anak, yaitu :
  • Hindari mengharuskan anak untuk menghabisi makanan yang ada, karena mungkin kapasitas perutnya sudah penuh. Tetapi hindari juga anak bermain-main dengan makanannya, apabila dalam jangka waktu tertentu makanannya belum habis maka sebaiknya segera diambil.
  • Jangan menjadikan makanan sebagai hukuman ataupun hadiah. Misalnya apabila anak bandel tidak boleh makan makanan tertentu atau apabila anak bail diberikan makanan tertentu. Karena dapat membuat anak mempunyai penilaian berbeda mengenai makanan tertentu.
  • Sediakan makanan yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan anak, baik karbohidrat, protein, vitamin maupun lemak.
  • Untuk menarik minat anak, ajak anak dalam pengolahan makanan seperti misalnya saat berbelanja, mencuci sayur ataupun memilih menu makanan yang ingin dimakan.
  • Apabila ingin mengenalkan makanan baru ke anak, tawarkan pada awal proses makan. Karena biasanya pada saat lapar, anak akan lebih dapat menerima makanan.
  • Orang tua juga jangan cepat menyerah dalam hal penanganan makan anak. Hal ini karena anak belum mengetahui manfaat dari makanan yang dimakannya, jadi kondisi gizi anak sepenuhnya berada di tangan orang tuanya.