Berita Bekti-medicastore.com
24-02-2011

Peran Wanita Dalam Kesehatan Pria

Secara umum pria memiliki status kesehatan yang lebih buruk dibandingkan dengan wanita, hal ini terjadi karena beberapa faktor, antara lain budaya masyarakat yang menekankan pentingnya pencapaian dan kompetensi. Selain itu kepercayaan akan kejantanan dan keberanian membuat pria lebih banyak melakukan pekerjaan yang potensial berbahaya serta kecenderungan untuk tidak menggunakan alat pencegahan yang cukup.

Hal tersebut mengemuka dalam press conference Women’s Health Expo 2011 yang berlangsung Kamis, 17 Februari 2011 kemarin di FKUI-RSCM. Event Woman Health Expo yang keempat ini diselenggarakan tanggal 18-19 Februari kemarin & bertempat di Smesco UKM Jakarta, dengan mengambil tema: Women care about men’s health (wanita peduli terhadap kesehatan pria).


Pembicara dalam acara konfrensi pers Woman Health Expo 2011

Dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, Staf Dept. Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM yang juga panitia WHE 2011, mengemukakan, “Ada beberapa fakta yang dapat dilihat dan dirasakan terkait dengan rendahnya kesehatan pria dibandingkan wanita. Hal yang paling nyata dan hampir terjadi di banyak negara di dunia ini adalah adanya perbedaan angka harapan hidup antara pria dan wanita. Dimana angka harapan hidup pria cenderung lebih pendek, berkisar 4 hingga 6 tahun lebih pendek dibandingkan wanita. Bila ditilik lebih jauh, ternyata kematian yang terjadi (khususnya pada pria) banyak yang bersifat prematur dan seharusnya dapat dicegah. Terkait dengan hal tersebut perlu juga kita mengenal dan mengetahui dengan baik tentang penyakit yang sering diderita dan menjadi penyebab kematian pada pria sehingga pada akhirnya tindakan promosi kesehatan atau pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.”

“Beberapa penyakit yang menjadi penyebab kematian pada pria adalah penyakit jantung, paru, stroke, hipertensi, diabetes dan kanker. Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit-penyakit tersebut. Dan meningkatkan perhatian pada diri sendiri akan adanya faktor-faktor risiko yang mungkin ada seperti riwayat penyakit jantung, diabetes dan tekanan darah tinggi dalam keluarga, obesitas, gaya hidup buruk, kebiasaan merokok dan stress” lanjutnya.

“Hal menarik lain yang perlu diketahui terkait masalah kesehatan pria adalah sifat atau perasaan yang umum dijumpai pada pria yaitu ketakutan, malu dan tak mau mengalah. Ketakutan akan eksistensinya sebagai pria yang diragukan, malu untuk menyatakan diri sakit yang diidentikkan sebagai kelemahan dan selalu berusaha menampilkan diri serba mampu sehingga muncul sifat tak mau mengalah. Belum lagi kekhasan coping mechanism yang terjadi pada pria yang sedang mengalami keadaan/ kejadian/ peristiwa yang cukup berat, umumnya mereka melakukan hal-hal yang kurang baik untuk kesehatan mereka sendiri, seperti merokok, minum alkohol dll. Melihat beberapa hal tersebut maka keterlibatan orang lain/ kelompok lain sebagi pemacu agar para pria lebih memperhatikan kesehatannya menjadi sesuatu yang harus dilakukan. Dalam hal ini wanita dapat sangat berperan” dikemukakan dr.Edy lebih lanjut.

Dr.Charles Damping, SpKJ (K) mengemukakan, “Wanita terlibat dalam kesehatan pria karena tiga alasan yaitu pertama, mereka terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai masalah kesehatan dalam keluarga; mereka cenderung mengetahui lebih banyak mengenai kesehatan dan pelayanan kesehatan, berperan aktif dalam pencegahan masalah kesehatan serta pengobatan dan yang terakhir adalah mereka peduli karena mereka juga peduli dengan kesehatan mereka, sebab kesehatan pria akan berdampak langsung kepada kesehatan mereka, kenikmatan kehidupan sosial serta jalan hidup mereka.”