Berita Bekti-Medicastore.com
27-02-2013

Beragam Informasi Kesehatan di Women's Health Expo 2013

Wanita mempunyai peran kunci dalam menjaga kesehatan keluarga, baik untuk ayah, suami & anak-anaknya. Hal ini karena wanitalah yang yang biasanya lebih memperhatikan mengenai hal tersebut dibandingkan orang lain. Oleh karena itu pengetahuan mengenai kesehatan yang baik sangat dibutuhkan oleh para wanita, supaya bisa menjaga kesehatan diri & keluarganya.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka pada tanggal 9-10 Maret 2013 mendatang akan diadakan acara Women’s Health Expo (WHE) yang ke-5, bertempat di Hotel Sahid Jakarta. Acara yang akan berlangsung selama 2 hari tersebut akan diisi oleh berbagai kegiatan, antara lain : pameran kesehatan, bazaar produk kesehatan, talkshow mengenai masalah kesehatan. Pemeriksaan kesehatan gratis serta program vaksinasi (influenza, hepatitis B & HPV) dengan harga yang terjangkau.

Konfrensi pers mengenai women’s Health Expo 2013

Menurut Dr.dr.Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM, sebagai Ketua Panitia WHE 2013 pada acara konfrensi pers kemarin, "Event WHE 2013 diselengarakan utamanya untuk membahas masalah kesehatan secara keseluruhan, mulai dari bayi, remaja, wanita, pria sampai dengan usia lanjut. Talkshow kali ini tidak hanya membahas tentang kesehatan fisik seperti kanker leher rahim, hepatitis, makanan anak, dll tetapi juga akan membahas masalah kesehatan mental seperti menanggulangi kekerasan seksual pada remaja serta gangguan Bipolar pada wanita”.

Remaja sebagai generasi penerus bangsa memang menjadi perhatian utama saat ini. Oleh karena itu, WHE 2013 dengan tema pentingnya gaya hidup sehat di masa muda, sebagai investasi untuk masa depan, mengajak kalangan muda untuk peduli akan pentingnya kesehatan melalui pengenalan suatu penyakit dan gaya hidup yang benar. Hal ini supaya kalangan muda dapat terhindar dari penyakit, pergaulan bebas, kehamilan yang tidak diinginkan, bahaya merokok, minuman keras dan bahaya narkoba.

Salah satu pembicara dalam acara konfrensi pers mengenai WHE 2013 yang diadakan di FKUI Salemba kemarin, Dr.dr.Nurmiati Amir, SpKJ (K) membahas mengenai kenakalan yang dilakukan oleh remaja. Menurutnya, ”Sebagian besar remaja cenderung mencoba melakukan tindakan kejahatan yang bukan berbentuk kekerasan, sekali atau beberapa kali selama masa remajanya. Kenakalan pada remaja merupakan suatu cara untuk menunjukkan eksistensinya. Tetapi, bila remaja tersebut melakukan tindakan kejahatan berulangkali atau memperlihatkan perilaku antisosial & berbentuk kekerasan, maka kemungkinan besar tindakan kejahatan tersebut akan berlanjut hingga dewasa. Kenakalan remaja harus dicegah, hal ini dapat dilakukan dengan cara menghilangkan faktor-faktor risiko penyebab kekerasan pada remaja, mengembangkan moral yang baik serta mengembangkan kepercayaan diri mereka.”

Berbicara tentang kekerasan seksual pada remaja, dr.Nurmiati menjelaskan,”Kekerasan seksual merupakan usaha dan/atau perkosaan, gangguan dan pemaksaan seksual, kontak seksual dengan kekuatan atau ancaman kekuatan, ancaman perkosaan. Yang paling sering menjadi korban kekerasan seksual adalah Remaja wanita. Bentuk kekerasan seksual yang sering dialami adalah perkosaan, ekshibisionisme, diraba-raba oleh orang dewasa atau eksploitasi seksual. Hal ini akan berdampak terganggunya kesehatan fisik dan jiwa, seperti misalnya : tingginya angka kehamilan yang tidak diingini, meningkatnya risiko tertular penyakit infeksi akibat hubungan seksual, merokok dan menggunakan alkohol, perasaan sedih dan tidak ada harapan dan adanya keinginan bunuh diri, melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan, melakukan hubungan seks yang tidak aman, distigma oleh lingkungan bahkan ditolak oleh keluarga dan tidak menikah selamanya.”

Untuk mencegah hal tersebut perlu upaya dari semua pihak. Upaya yang dapat dilakukan antara lain meliputi : edukasi dan promosi keamanan kepada remaja-remaja yang berpotensi menjadi korban kekerasan seksual, membangun sikap yang saling menghormati antar sesama individu & membentuk sikap moral yang baik melalui contoh dari orang dewasa di sekitarnya. Upaya ini harus dilakukan secara terus menerus sehingga dapat menjadi kebiasaan di masyarakat.