Berita Shirley-medicastore.com
03-10-2013

Gangguan Bipolar Pada Lansia

Masalah kesehatan jiwa pada usia lanjut saat ini masih belum cukup mendapat perhatian. Padahal kesehatan jiwa juga penting dalam mencapai kualitas hidup lansia yang baik. Ada berbagai jenis gangguan jiwa yang dapat terjadi pada usia lanjut, dan diantaranya adalah gangguan bipolar.

Dalam menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2013, yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober, Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) bersama dengan Seksi Bipolar dan Gangguan Mood Lainnya, serta didukung oleh PT Abbott Indonesia, menyelenggarakan seminar dengan topik Gangguan Bipolar Pada Usia Lanjut.

 

Gangguan bipolar termasuk dalam gangguan mood, dimana terdapat episode manik dan episode depresif menahun yang bisa kambuh seumur hidup. Menurut Prof. dr. Sasanto Wibisono, Sp.KJ(K), gangguan bipolar bisa memberikan dampak yang sangat menyusahkan bagi penderita dan juga keluarganya. Pada episode manik, penderita gangguan bipolar usia muda biasanya menjadi sangat bersemangat, banyak berbicara, melakukan aktivitas berlebih, bahkan bisa sampai menghambur-hamburkan uang. Penderita juga berisiko untuk menyalahgunakan obat-obatan atau alkohol, dan bisa melakukan tindakan bunuh diri.

Pada lansia, gambaran klinis gangguan bipolar bisa menjadi lebih kompleks, dimana penderita cenderung mengalami mood disforia (tidak menyenangkan), menjadi mudah tersinggung dan marah, serta lebih banyak mengalami depresi. Meskipun gangguan bipolar merupakan salah satu masalah kesehatan jiwa yang serius, namun hanya sekitar 5% lansia yang mengalami gangguan mood yang mau berobat.

symptoms of bi polar | Bi polar symptoms

Sumber : www.e-womenhealth.com

Prof. dr. Sasanto Wibisono, Sp.KJ(K) mengatakan bahwa ada berbagai faktor yang mempengaruhi gangguan bipolar pada lansia :

  • Adanya riwayat gangguan jiwa dalam keluarga (misalnya gangguan bipolar atau  skizofrenia). Faktor genetik bisa berperan dalam terjadinya gangguan bipolar, meskipun tidak selalu demikian.
  • Stressor psikososial dan komorbiditas dengan penyakit medik (misalnya stroke, diabetes, dan kanker) atau adanya gangguan jiwa lainnya bisa memicu terjadinya gangguan bipolar pada usia tua.
  • Lama sakit, kekambuhan, dan apakah mendapat pengobatan yang adekuat. Onset terjadinya gangguan bipolar biasanya pada usia muda (antara 15-24 tahun), tetapi diagnosa seringkali tertunda hingga 5-10 tahun karena gangguan ini tidak mudah untuk dideteksi. Tanpa pengobatan yang adekuat, kekambuhan bisa lebih sering terjadi dan bisa meningkatkan progresivitas penyakit, mempengaruhi respon terhadap terapi, dan mempersulit kesembuhan.
  • Dukungan keluarga dan pemahaman tentang penyakit. Hal ini sangat penting untuk membantu penderita dalam mengatasi gangguan bipolar yang dialaminya dan juga berperan dalam kepatuhan penderita untuk berobat.

Pada kesempatan yang sama, dr Agung Kusumawardhani, SpKJ(K) mengatakan bahwa pengobatan yang adekuat dan teratur, serta adanya dukungan dari lingkungan sekitar, terutama oleh keluarga, sangat penting. Jika gejala-gejala gangguan bipolar bisa diatasi sejak awal, maka kualitas hidup pada masa tua akan lebih baik. Penyandang gangguan bipolar bisa beraktivitas dengan baik, sehingga bisa tetap produktif di usia lanjut.

Sumber : www.moakgeriatricpsychiatry.com