Berita Bekti-medicastore.com
16-02-2016

Penanganan Hipertensi di Semua Tingkat Layanan Kesehatan

Informasi tentang hipertensi atau tekanan darah tinggi termasuk komplikasi penyakit yang bisa ditimbulkannya sudah sering diberikan, akan tetapi tingkat prevalensinya masih cukup tinggi. Hipertensi sendiri adalah gangguan pada sistem peredaran darah yang dapat menyebabkan kenaikan darah diatas nilai normal, yaitu melebihi 140/90 mmHg. Hipertensi sendiri jarang menunjukkan gejala, pasien biasanya baru memeriksakan diri ke dokter bila sudah ada keluhan yang mengganggu & biasanya pada kondisi penyakit yang sudah lanjut, Oleh karena itu hipertensi sering disebut sebagai “The Silent Killer”. Hal tesebut diungkapkan pada acara seminar media tentang hipertensi dalam rangka 10th Scientific Meeting of Indonesia Society of Hypertension tanggal 12 Februari 2016 kemarin.

sumber  : cardioconnect.ca

 

Pencegahan & pengobatan penyakit ini harus dilakukan di semua tingkat layanan kesehatan di seluruh Indonesia. Termasuk juga peningkatan pengetahuan tentang penyakit ini di masyarakat serta petugas kesehatan. Hal ini karena masih banyaknya  kasus hipertensi yang tidak terdiagnosa atau jumlah pasien yang belum mendapatkan terapi yang memadai. Hal tersebut bisa meningkatkan resiko komplikasi dari penyakit hipertensi seperti misalnya stroke, demensia, gangguan ginjal & jantung, hal ini karena penyakit hipertensi jarang sekali penyakit tunggal, >80% penyakit ini komorbid dengan penyakit lain seperti hiperlipidemia & diabetes.

Ketua pelaksana 10th Scientific Meeting of Indonesia Society of Hypertension, dr. Tunggul D. Situmorang mengungkapkan “Sosialisasi penyakit hipertensi harus terus dilakukan secara teratur dalam upaya meningkatkan kualitas pengobatan hipertensi pada pasien terutama di era JKN-BPJS saat ini. Pasien hipertensi yang tidak ada resiko komplikasi bisa mengakses layanan kesehatan primer, sebaliknya mereka yang memiliki komplikasi bisa ditangani ditingkat rujukan & bisa dirujuk balik untuk penangan yang bersifat perawatan umum”.

Temu ilmiah & workshop InaSH sendiri bertujuan untuk menjadi ajang saling berbagi pengetahuan & juga sosialisasi pentingnya pencegahan terhadap berbagai faktor resiko hipertensi. Selain itu pertemuan ini juga membagikan perkembangan terbaru mengenai consensus atau panduan penanganan hipertensi. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah pentingnya perubahan gaya hidup pasien hipertensi meskipun sudah mengkonsumsi obat dari dokter. Perubahan gaya hidup ini diantaranya adalah membatasi konsumsi garam & meningkatkan aktifitas fisik.