Kesehatan vidya-medicastore
27-06-2019

Cara Menggendong Bayi yang Benar

Umumnya, para ibu menggendong bayi dengan menggunakan kain, baik itu kain tradisional, maupun kain modern yang sudah dimodifikasi bahan dan bentuknya. Biasanya, bayi digendong dengan posisi ‘cradle hold’, tapi tahukah Anda, ada banyak cara lain untuk menggendong bayi dengan benar dan aman.

  1. Cradle Hold

(Sumber gambar: baby2family.com)

Menggendong bayi dengan cara ini sangat mudah. Posisikan bayi di lengan bawah Anda, dan kemudian tempatkan lengan bawah yang lain di badan bayi. Posisi ini sangat tepat untuk menatap atau berbicara dengan bayi. Sebagian besar bayi tertidur dengan posisi ini. Posisi ini banyak digunakan para ibu untuk menyusui. Posisi ini juga baik untuk kontak ‘skin to skin’.

  1. Belly Hold

Posisi ini baik untuk bayi yang kembung. Baringkan bayi tengkurap di lengan bawah Anda. Gunakan lengan yang lain untuk menahan posisi bayi agar aman.

  1. Shoulder Hold

(Sumber gambar: www.verywellfamily.com)

‘Shoulder hold’ juga termasuk cara menggendong yang alami. Sandarkan bayi di bahu Anda, gunakan lengan sisi tubuh yang sama untuk menggendong bayi, dan lengan yang lain untuk menopang punggung dan lehernya. Bayi tidur nyenyak dengan posisi ini. Dengan posisi ini, bayi dapat mendengar detak jantung dan napas Anda.

  1. Hip Hold

(Sumber gambar: www.wikihow.com)

Setelah bayi dapat menyangga kepalanya sendiri, menggendong dengan cara ini dapat dilakukan. Dengan posisi ini, bayi dapat melihat ke sekeliling, dan Anda dapat menggunakan tangan Anda yang lain karena Anda hanya membutuhkan satu tangan untuk menggendong bayi. Anda juga bisa mengkombinasikan dengan penggunaan kain.

  1. Sling Hold

(Sumber gambar: www.mothering.com)

Saat ini terdapat berbagai macam jenis dan bentuk kain untuk menggendong bayi. Populer dengan istilah ‘babywearing’, Anda harus mengerti bagaimana menggendong bayi yang benar dengan penggunaan ‘babywearing’. Penggunaan ‘babywearing’ yang benar akan menjaga bayi tetap aman. Bagaimana cara menggunakan ‘babywearing’ yang benar? Berikut informasinya:

  1. Bayi Tetap Terlihat

Ini merupakan aturan yang paling penting. Pastikan bayi selalu terlihat (tidak tertutupi). Anda harus selalu dapat melihat dan mudah untuk memeriksa bayi. Bila Anda menggendong bayi di punggung, pastkan bagian dari kain gendongan tidak menutupi kepala bayi. Anda dapat memeriksa bayi dengan melihat melalui kaca atau meminta bantuan orang lain untuk melihat wajah bayi Anda.

  1. Bayi Setinggi Tulang Iga

Bayi harus sejajar dengan tulang-tulang iga Anda ketika digendong, bukan menggantung di daerah pinggang Anda.

  1. Bayi dalam Posisi Vertikal

Aturan ini mungkin tampak tidak penting, tetapi posisi bayi ketika digendong dengan ‘cradle position’ dapat menyebabkan dagu bayi menekuk terlalu dalam. Hal ini dapat mengganggu jalan napas bayi. Menggendong bayi dengan posisi tegak memungkinkan jalan napas bayi tetap lurus sehingga bayi dapat bernapas dengan bebas.

  1. Panggul Bayi dalam Posisi Fleksi

Panggul bayi masih berkembang selama beberapa tahun pertama. Tulang yang lunak dan ligamen yang lentur membuat bayi lebih rentan mengalami kondisi yang disebut dengan dysplasia panggul. Dysplasia panggul terjadi ketika sendi panggul keluar dari kesejajarannya. Karena panggul bayi sangat fleksibel, kita harus melindungi panggul bayi ketika digendong. Hindari menggendong bayi dengan posisi kedua tungkai bawahnya lurus atau menahan bayi diantara selangkangannya. Kain atau gendongan yang Anda pakai harus dapat menahan bayi dalam posisi duduk dan menopang bagian belakang pahanya. Bila posisinya benar, lutut bayi akan sejajar atau lebih tinggi dari sendi panggulnya.

(Sumber gambar: hipdysplasia.org)

Pilih lah kain atau ‘babywearing’ lainnya yang cocok dengan Anda tanpa mengabaikan keamanan dan kenyamanan bayi. Bila Anda gugup atau tidak kuat menggendong, Anda dapat menggendong sambil duduk agar lebih aman. Jangan menggendong sambil memasak atau membawa benda panas. Jangan tunjukkan emosi negatif ketika menggendong karena Anda dapat mengguncang bayi yang dapat memberi efek negatif.

 

Selamat menggendong bayi dengan aman!

 

 

 

 

Referensi:

  • www.momjunction.com/articles/ways-hold-new-born-child_0085453/#gref
  • www.verywellfamily.com/how-to-hold-a-baby-2759302
  • www.verywellfamily.com/rules-of-safe-babywearing-4111094