Kesehatan vidya-medicastore
23-10-2019

Tanaman Hias Penyaring Udara

(Sumber gambar: www.sunset.com)

Beberapa waktu terakhir kita sering mendengar bahwa kualitas udara (terutama di Jakarta) memburuk, bahkan sempat menjadi yang terburuk di dunia (“Sabtu Pagi, Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia”. Sumber: CNN Indonesia). Kita memang tidak dapat serta merta menghilangkan polusi udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor, asap rokok atau sumber polusi udara lainnya, akan tetapi ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menguranginya, misalnya dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, tidak merokok, dan tidak membakar sampah sembarangan.

Lalu bagaimana dalam ruang tertutup seperti misalnya di rumah atau di kantor? Apakah kita terbebas dari polusi udara? Tahukah Anda bahwa di dalam ruangan tertutup pun ada banyak zat yang bersifat toksik, atau beracun bagi kita. Bila Anda banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk menempatkan tanaman-tanaman yang dapat menyaring udara.

Polusi Udara dalam Ruangan

Berada dalam ruangan tertutup dalam waktu yang lama dapat memiliki kekurangan, salah satunya adalah kurangnya sirkulasi udara. Hal ini dapat menyebabkan polusi udara menumpuk dan menyebabkan masalah kesehatan misalnya asma atau sick building syndrome.

Faktanya, mebel, material bangunan sintetis, karpet, lem, oven, cairan pembersih, plastik, dan karet, dapat mengandung bahan kimia lebih banyak dari yang dibayangkan. Bahan kimia ini dapat menyumbang hingga 90% polusi udara dalam ruang.

  1. Benzene

Benzene adalah pelarut yang sering digunakan dan juga ditemukan di berbagai bahan dasar seperti bensin, tinta, minyak, plastik dan karet. Selain itu, benzene juga digunakan pada proses pembuatan deterjen, farmasi, dan bahan pewarna. Benzene sejak lama diketahui dapat mengiritasi mata dan kulit. Selain itu, benzene juga bersifat mutagenic terhadap kultur sel dan menunjukkan aktivitas embriotoksik (berbahaya bagi janin) dan karsinogenik pada beberapa tes.  Bukti menunjukkan bahwa benzene mungkin menjadi faktor yang berkontribusi pada penyimpangan kromosom dan leukemia pada manusia.

Dampak akut dari menghirup benzene dalam kadar yang tinggi antara lain pusing, lemah, euphoria, sakit kepala, mual, pandangan kabur, penyakit pernapasan, tremor, denyut jantung tidak stabil, kerusakan hati dan ginjal, paralisis, dan hilang kesadaran. Paparan kronis benzene meskipun dalam jumlah sedikit dapat menyebabkan sakit kepala, hilang nafsu makan, pusing, gugup, gangguan psikologis, dan penyakit sistem darah, termasuk anemia dan penyakit sumsum tulang.  

  1. Trichloroethylene

Trichloroethylene (TCE) adalah produk komersial yang digunakan di berbagai industri. TCE ditemukan dalam tinta percetakan, cat, laker, perekat, dan pembersih cat. Gejala dari paparan jangka pendek misalnya pusing, sakit kepala, mual, dan muntah, yang diikuti dengan rasa mengantuk dan koma. Pada tahun 1975, the National Cancer Institute melaporkan bahwa angka kejadian karsinoma hepatoselular yang tinggi pada tikus yang diberikan TCE melalui intubasi lambung.

  1. Formaldehyde 

Formaldehyde adalah bahan kimia yang dapat ditemukan di mana-mana di dalam ruangan. Misalnya pada tas kertas, kertas yang di wax, tisu wajah, plywood paneling, dan bahan sintetis. Sumber formaldehyde lainnya misalnya asap rokok, bahan bakar seperti gas alam dan minyak tanah. Gejala yang berkaitan dengan paparan jangka pendek antara lain iritasi hidung, mulut dan tenggorokan, dan pada kasusu berat, pembengkakan laring dan paru-paru. Fromaldehyde juga bisa menyebabkan alergi kulit.

  1. Xylene

Ditemukan di karet, kulit hewan, asap rokok dan asap kendaraan bermotor. Gejala yang berkaitan dengan paparan jangka pendek antara lain: iritasi mulut dan tenggorokan, pusing, sakit kepala, bingung, masalah jantung, kerusakan hati dan ginjal, dan koma.

  1. Ammonia

Ditemukan dalam pembersih jendela, wax lantai, dan pupuk. Gejala yang berkaitan dengan paparan jangka pendek antara lain: iritasi mata, batuk, sakit tenggorokan.

Jenis Tanaman yang Dapat Menyaring Udara

Pada tahun 1989, NASA menemukan bahwa tanaman hias dalam rumah dapat menyerap racun dari udara, terutama di dalam ruang tertutup yang aliran udaranya sedikit. Selain itu tanaman juga diketahui dapat:

  1. Meningkatkan mood dan produktivitas
  2. Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat
  3. Mengurangi stress dan kelelahan

NASA merekomendasikan 2 atau 3 tanaman dalam pot berukuran 20 – 25 cm untuk setiap 9 meter persegi. Beberapa tanaman lebih baik dalam menghilangkan bahan kimia tertentu dibandingkan yang lainnya.

  1. Peace Lily (Spathiphyllum)

Sumber gambar: www.ftd.com

NASA menemukan bahwa tanaman ini termasuk salah satu dari tiga tanaman terbaik dalam menghilangkan racun yang ditemukan di rumah, bahkan ammonia. Tanaman ini dapat menghilangkan formaldehyde, benzene, trichloroethylene, xylene, ammonia, dll. Meskipun begitu, tanaman ini dapat beracun bagi kucing, anjing dan anak-anak. Pada orang dewasa, tanaman ini dapat menyebabkan iritasi kulit.

  1. English Ivy

Sumber gambar: www.gainans.com

Dapat menghilangkan benzene, karbon monoksida, formaldehyde, trichloroethylene, dan lainnya. Meskipun begitu, tanaman ini dapat menyebabkan masalah bagi hewan peliharaan dan manusia. Bahan kimia dalam getahnya dapat menyebabkan alergi berat pada manusia terutama yang berkulit sensitif.  

  1. Lidah Mertua (Sansevieria)

Sumber gambar: www.ikea.com

Lidah mertua dapat menghilangkan benzene, formaldehyde, trichloroethylene, xylene dan toluene dari udara. Tanaman ini merupakan tanaman dalam ruang yang mudah diperlihara karena tidak memerlukan cahaya yang terang ataupun penyiraman yang rutin.  

  1. Palem Bambu

 

Sumber gambar: www.gardeningknowhow.com

Tanaman ini dapat menghilangkan formaldehyde, benzene, carbon monoxide, xylene, chloroform, and lainnya.

  1. Sirih Gading (Golden pothos; Epipremnum aureum)

Sumber gambar: www.inbloomflorist.com

Tanaman ini dapat menghilangkan formaldehyde, xylene, toluene, benzene, karbon monoksida, dan lainnya.

  1. Janet Craig

Sumber gambar: www.crocus.co.uk

Atau Dracaena deremensis, adalah tanaman hias yang populer. Tanaman ini efektif untuk membersihkan benzene, formaldehyde dan trichloroethylene dari udara.

  1. Warneckei

Sumber gambar: www.aspca.org

Warneckei adalah tanaman hias populer lainnya. Tanaman ini efektif untuk menghilangkan benzene, formaldehyde dan trichloroethylene dari udara.

  1. Spider plants (Chlorophytum comosum)

Sumber gambar: www.gardeningknowhow.com

Tanaman hias ini dapat bertahan hidup meskipun Anda lupa merawatnya. Tanaman ini dapat membersihkan formaldehyde dan xylene dari udara.

  1. Chinese evergreen (Aglaonema)

Sumber gambar: gardening.id

Tanaman hias yang beberapa waktu lalu sempat tren ini ternyata dapat menghilangkan benzene, carbon monoxide, formaldehyde, trichloroethylene dari udara.

  1. Rubber plants (Ficus elastic)

Sumber gambar: www.waitrosegarden.com

Tanaman ini dapat memebrsihkan udara dari karbon monoksida, formaldehyde, trichloroethylene.

 

 

 

Referensi:

https://ntrs.nasa.gov/archive/nasa/casi.ntrs.nasa.gov/19930073077.pdf

https://www.healthline.com/health/air-purifying-plants#easy-plants

https://www.mashrita.com/29-best-air-purifying-plants-nasa-clean-air-study/