Kesehatan vidya-medicastore
19-12-2019

Bahaya Gigitan Ular Berbisa

(Sumber gambar: dinoanimals.com)

Akhir-akhir ini banyak berita mengenai ditemukannya ular di rumah-rumah warga. Rasa takut mungkin muncul ketika membayangkan ular berada di dalam rumah kita, terlebih bila ular yang ditemukan adalah ular berbisa. Bagaimana sebaiknya bila kita menemukan ular di rumah? Apa bahayanya bila tergigit ular berbisa?

Bisa Ular

Bisa ular terdapat di kelenjar ludah ular yang dimodifikasi. Ular menggunakan bisa untuk membunuh mangsanya. Bisa ular merupakan kombinasi dari berbagai jenis substansi dengan efek yang berbeda-beda. Bisa ular mengandung zat yang dapat menyebabkan efek berbeda-beda:

  1. Sitotoksin, yang menyebabkan kerusakan jaringan lokal.
  2. Hemotoksin, yang menyebabkan perdarahan internal.
  3. Neurotoksin, yang mempengaruhi sistem saraf.
  4. Kardiotoksin, yang berpengaruh langsung pada jantung.

Ular Berbisa dan Tidak Berbisa

Tidak semua ular memiliki bisa. Bagaimana membedakan ular berbisa dengan ular tidak berbisa? Membedakan ular berbisa dengan ular tidak berbisa sulit dilakukan dalam waktu singkat bagi orang yang tidak familiar dengan jenis-jenis ular. Saran terbaik apabila Anda menemukan ular adalah tidak mendekatinya dan meminta bantuan orang yang lebih ahli.

Gejala Gigitan Ular

Gigitan ular berbisa dapat menyebabkan berbagai efek, dari luka sederhana hingga penyakit yang mengancam jiwa. Akan tetapi gejala awal dapat tidak jelas atau menyesatkan. Seseorang yang digigit ular dapat tidak memiliki gejala, namun kemudian sulit bernapas lalu mengalami syok.

Biasanya setelah digigit oleh ular berbisa, ada rasa terbakar di tempat yang digigit dalam waktu 15 hingga 30 menit. Kemudian akan terjadi pembengkakan dan memar di sekitar luka gigitan yang merambat ke lengan atau tungkai.

Secara umum, gejala gigitan ular berbisa dapat dibagi menjadi beberapa kategori:

  1. Efek lokal: gigitan ular berbisa sangat nyeri, dapat membengkak, berdarah dan melepuh. Bisa beberapa ular kobra juga dapat membunuh jaringan di sekitar gigitan.
  2. Perdarahan: gigitan beberapa ular berbisa dapat menyebabkan perdarahan organ internal seperti otak atau usus. Darah dapat keluar dari luka gigitan atau berdarah spontan dari mulut atau luka lama. Perdarahan yang tidak ditangani dapat menyebabkan syok atau bahkan kematian.
  3. Sistem saraf: beberapa bisa ular (misalnya ular laut) dapat secara langsung mempengaruhi sistem saraf. Bisa ular kobra dan mamba dapat dengan cepat mempengaruhi otot pernapasan (otot pernapasan berhenti bekerja). Pada awalnya korban gigitan ular dapat memiliki masalah penglihatan, bicara, bernapas dan merasa baal.
  4. Kematian otot: beberapa jenis bisa ular dapat secara langsung menyebabkan kematian otot di berbagai area di tubuh. Bagian-bagian sel yang mati dapat menyumbat ginjal yang pada akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal.
  5. Mata: ular kobra dapat menyemburkan bisa dengan akurat ke mata korbannya, yang dapat menyebabkan mata nyeri dan merusak mata.

Terkadang ular berbisa dapat menggigit tanpa mengeluarkan bisa. Gigitan ini disebut dengan gigitan kering.

Apa yang Harus Dilakukan Bila Digigit Ular

Semua gigitan ular harus dianggap berbahaya, lakukan hal berikut ini ketika menunggu bantuan medis:

  1. Jauhi ular
  2. Jangan banyak bergerak dan tetaplah tenang agar bisa ular tidak menyebar.
  3. Buka perhiasan atau pakaian yang ketat sebelum terjadi pembengkakan.
  4. Posisikan daerah yang digigit ular lebih tinggi dari jantung untuk meminimalisasi pembengkakan dan kerusakan jaringan, dan mengurangi kemungkinan disabilitas yang permanen.
  5. Bersihkan luka dengan sabun dan air. Tutup dengan kain yang bersih dan kering.

Jangan lakukan hal berikut ini apabila Anda digigit ular:

  1. Jangan ikat daerah sekitar gigitan ular. Hal ini tidak terbukti efektif, dapat meningkatkan kerusakan jaringan, dan dapat meningkatkan kemungkinan amputasi.
  2. Jangan gunakan es. Es tidak menon-aktifkan bisa ular, dan dapat menyebabkan frostbite.
  3. Jangan iris luka untuk berusaha mengeluarkan bisa. Mengiris luka gigitan dapat menyebabkan kerusakan, meningkatkan risiko infeksi, dan tidak efektif untuk membuang bisa ular
  4. Jangan minum kopi atau alkohol karena dapat mempercepat penyerapan bisa.
  5. Jangan berusaha menangkap ular. Cobalah untuk mengingat warna dan bentuk ular, yang dapat bermanfaat ketika Anda mendapatkan pengobatan. Bila memungkinkan, ambil foto ular untuk memudahkan identifikasi.

Pencegahan Gigitan Ular

Pada kenyataannya, ular lebih takut pada manusia dibandingkan dengan manusia yang takut ular. Memberikan kesempatan ular untuk pergi dapat mecegah sebagian besar kasus gigitan ular.

  1. Jangan coba-coba untuk memegang, menangkap, atau mengganggu ular yang tidak diketahui jenisnya. Lebih baik Anda meminta bantuan orang yang lebih ahli.
  2. Anda dapat mencegah gigitan yang signifikan dengan menggunakan sepatu boot ketika mendaki. Celana panjang juga dapat membantu mengurangi keparahan gigitan. Ketika berada di daerah yang banyak terdapat ular berbisa, berhati-hatilah dengan tempat-tempat yang memiliki banyak tumpukan ranting, atau daun, dan jangan berjalan tanpa alas kaki ketika hari sudah gelap.
  3. Bila pekerjaan atau hobi Anda berisiko (tergigit ular), perencanaan yang baik dapat membantu Anda terhindar dari gigitan ular dan seandainya Anda tergigit pun, Anda sudah mengetahui tindakan yang harus dilakukan dan mengetahui ke mana Anda dapat meminta bantuan medis, karena tidak semua rumah sakit memiliki anti bisa ular.

 

 

 

 

Referensi:

  • - https://www.axiomllc.com/blog/snake-bites-the-1-question-everybody-wants-to-know-infographic/
  • - https://www.emedicinehealth.com/snakebite/article_em.htm#first_aid_for_a_snakebite
  • - https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-snake-bites/basics/art-20056681
  • - https://www.webmd.com/first-aid/snakebite#1