Kesehatan vidya-medicastore
13-03-2020

Daya Tahan Tubuh Kurang, Mungkin Anda Mengalami Imunodefisiensi

(Sumber gambar: www.everydayhealth.com)

Rasanya baru seminggu yang lalu Anda sembuh dari sakit, tapi hari ini Anda sudah merasa tidak enak badan lagi, padahal Anda makan makanan bergizi, tidur cukup dan banyak beristirahat, apa yang salah?

Sistem Imun

Sistem imun adalah sistem pertahanan tubuh dalam melawan infeksi.  Banyak sel dan organ dalam tubuh yang bekerja bersama melindungi tubuh. Ketika tubuh merasa ada benda asing yang masuk (disebut sebagai antigen), sistem imun bekerja untuk mengenali antigen tersebut dan memusnahkannya.

Ketika ada benda asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh, sel limfosit B terstimulasi untuk membuat antibodi. Antibodi mengikat antigen spesifik dan terus ada dalam tubuh seseorang, dengan begitu, ketika sistem imun menemukan antigen yang sama, antibodi telah siap bekerja.

Antibodi juga dapat:

  1. Menetralisasi racun yang diproduksi oleh berbagai organisme
  2. Mengaktivasi sekelompok protein yang membantu membunuh bakteri, virus atau sel-sel yang terinfeksi.

Manusia memiliki tiga jenis daya tahan tubuh (atau imunitas):

  1. Imunitas alami. Setiap orang terlahir dengan imunitas alami. Misalnya kulit berperan sebagai penghalang kuman masuk ke dalam tubuh. Dan sistem imun mengenali penyusup tertentu yang masuk ke dalam tubuh yang dapat berbahaya.
  2. Imunitas adaptif. Imunitas adaptif berkembang seumur hidup. Kita mengembangkan imunitas adaptif ketika terpapar penyakit atau ketika mendapatkan vaksin.
  3. Imunitas pasif. Imunitas pasif adalah kekebalan yang ‘dipinjam’ dari sumber lain dan hanya bertahan dalam waktu yang singkat. Misalnya, antibodi dari ASI dapat memberikan perlindungan sementara terhadap penyakit yang pernah dialami ibu.

Apa yang Menyebabkan Imunitas Terganggu?

Ketika ada yang salah dengan imunitas atau daya tahan tubuh, kita akan mudah sakit atau sulit sembuh dari suatu penyakit.

Gangguan pada sistem imun disebut dengan imunodefisiensi. Gangguan ini menghambat tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit sehingga kita lebih mudah terkena penyakit.

Gangguan sistem imun dapat karena bawaan ataupun didapat di kemudian hari setelah lahir atau saat dewasa. Bila seseorang terlahir dengan gangguan imunitas, maka kelainannya disebut sebagai penyakit imunodefisiensi primer.

Ada lebih dari 100 jenis penyakit imunodefisiensi primer, diantaranya:

  • X-linked agammaglobulinemia (XLA)
  • Common variable immunodeficiensy (CVID)
  • Severe combined immunodeficiensi (SCID), yang dikenal sebagai alymphocytosis

Imunodefisiensi sekunder terjadi ketika sumber dari luar misalnya bahan kimia beracun atau infeksi menyerang tubuh. Misalnya karena:

  • Luka bakar berat
  • Kemoterapi
  • Radiasi
  • Diabetes
  • Malnutrisi

Penyakit imunodefisiensi sekunder misalnya:

  • AIDS
  • Kanker sistem imun, misalnya leukemia
  • Penyakit imun kompleks, misalnya hepatitis viral
  • Myeloma multipel (kanker sel plasma, yang memproduksi antibodi)

Siapa yang Berisiko Mengalami Penyakit Imunodefisiensi?

Orang-orang yang memiliki riwayat keluarga menderita penyakit imunodefisiensi primer memiliki risiko yang lebih tinggi, selain itu beberapa kondisi berikut juga meningkatkan risiko menderita gangguan imunodefisiensi:

  1. Penyakit atau kondisi yang melemahkan sistem imun, misalnya HIV, menjalani pengangkatan limpa.
  2. Proses penuaan alami dapat melemahkan sistem imun. Seiring pertambahan usia, beberapa organ yang memproduksi sel darah putih berkurang.
  3. Asupan kurang protein juga dapat melemahkan sistem imun.
  4. Kurang tidur. Tubuh memproduksi protein yang dapat membantu melawan infeksi ketika tidur. Karena hal ini, kurang tidur dapat mengurangi daya tahan tubuh.
  5. Kanker dan obat-obat kemoterapi juga dapat mengurangi daya tahan tubuh.

(Sumber gambar: www.bbc.com)

Apa Gejala Penyakit Imunodefisiensi?

Setiap penyakit memiliki gejala khas yang dapat sering dialami atau bersifat kronis. Beberapa gejalanya dapat berupa:

  • Mata merah
  • Infeksi sinus
  • Pilek
  • Diare
  • Pneumonia
  • Infeksi jamur

Bila Anda memiliki gejala/penyakit di atas yang tidak merespons terhadap pengobatan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan imunodefisiensi.

Bagaimana Penanganan Penyakit Imunodefisiensi?

Penanganan penyakit imunodefisiensi tentu bergantung pada masing-masing kondisi, namun umumnya penanganan yang dilakukan adalah penggunaan antibiotik dan immunoglobulin. Obat antivirus dan interferon digunakan untuk mengobati infeksi virus yang disebabkan oleh penyakit imunodefisiensi.

Bila sumsum tulang belakang tidak memproduksi cukup limfosit, dokter mungkin akan menyarankan transplantasi sel punca (stem cell).

Bisakah Penyakit Imunodefisiensi Dicegah?

Penyakit imunodefisiensi primer dapat dikendalikan dan ditangani, akan tetapi penyakit ini tidak dapat dicegah. Sedangkan penyakit imunodefisiensi sekunder dapat dicegah dengan berbagai cara, misalnya untuk menghindari penyakit AIDS, hindari berhubungan seks bebas. Meningkatkan daya tahan tubuh juga dapat membantu menghindar dari penyakit imunitas.

Bagaimana Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh?

Ide untuk meningkatkan daya tahan tubuh terdengar menarik, akan tetapi kenyataannya sulit dilakukan. Daya tahan tubuh merupakan sistem, untuk berfungsi dengan baik diperlukan keseimbangan dan harmonisasi.

Untuk menguatkan daya tahan tubuh, Anda sebaiknya menjalani gaya hidup sehat. Gaya hidup yang sehat adalah satu cara terbaik untuk menjaga sistem imun yang kuat; jangan merokok, mengkonsumsi makanan sehat dan bervariasi, banyak makan buah dan sayur, rajin berolahraga, jaga berat badan sehat, tidur cukup, coba untuk menghindari stress, dan lakukan pencegahan infeksi, misalnya dengan memasak makanan (terutama daging) hingga matang dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Dapatkah Herbal dan Suplemen Meningkatkan Daya Tahan Tubuh?

Meskipun beberapa telah diketahui berpengaruh pada sejumlah komponen fungsi imun, sejauh ini tidak ada bukti herbal dan suplemen dapat meningkatkan daya tahan tubuh hingga dapat melindungi kita dari infeksi dan penyakit. Para peneliti belum mengetahui, misalnya apakah suatu herbal yang meningkatkan kadar antibodi di darah sebenarnya bermanfaat bagi imunitas secara umum.

(Sumber gambar: sciencemeetsfood.org)

Akan tetapi, bila Anda merasa asupan makanan Anda kurang bervariasi sehingga Anda kekurangan zat gizi tertentu, Anda dapat mengkonsumsi multivitamin dan suplemen mineral dengan teratur, yang mungkin memiliki manfaat kesehatan lainnya, di luar efek terhadap sistem imun.  Mengkonsumsi suplemen dalam jumlah besar tidak bermanfaat, jumlah lebih banyak tidak selalu lebih baik.  

 

 

 

Referensi:

  • https://kidshealth.org/en/parents/immune.html
  • https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system
  • https://www.healthline.com/health/immunodeficiency-disorders