Penyakit GERD
Kesehatan Vidya - medicastore
23-11-2020

Penyakit GERD

Penyakit GERD, atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah penyakit pencernaan yang terjadi ketika cairan asam lambung, makanan atau minuman keluar kembali dari lambung ke esophagus.

Istilah “gastroesophageal” mengacu pada lambung dan esophagus. Refluks berarti aliran balik.

Refluks menjadi ‘penyakit’ ketika menyebabkan gejala berat. Refluks dapat merusak esophagus, faring, atau saluran pernapasan.

Penyebab Penyakit GERD

Pada saluran pencernaan yang normal, sfingter atau katup pada esophagus bagian bawah memungkinkan makanan masuk ke dalam lambung.

Kemudian katup menutup untuk mencegah isi lambung kembali keluar.

GERD terjadi ketika katup melemah atau mengalami relaksasi sehingga isi lambung keluar kembali ke esophagus.

GERD

Penderita asma berisiko tinggi mengalami penyakit GERD. Serangan asma dapat menyebabkan katup esophagus bawah berelaksasi. Beberapa obat asma juga dapat memperburuk gejala refluks.

Faktor Risiko GERD

Beberapa dokter meyakini hernia hiatal dapat melemahkan katup esophagus bawah dan meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks gastroesophageal.

Hernia hiatal terjdai ketika bagian atas lambung bergerak ke atas ke arah dada melalui bukaan kecil di diafragma (diaphragmatic hiatus).

Beberapa hal lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit GERD:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Hamil
  • Mengalami gastroparesis (pengosongan lambung melambat)
  • Menderita penyakit jaringan ikat, misalnya rheumatoid arthritis, scleroderma, lupus

Pola makan dan gaya hidup dapat memperburuk refluks, misalnya:

  • Merokok
  • Mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu, seperti misalnya coklat, makanan berlemak atau digoreng, kopi dan alkohol
  • Makan dalam jumlah besar
  • Tidur setelah makan
  • Obat-obatan tertentu, misalnya aspirin

Gejala GERD

Semua orang pernah mengalami refluks gastroesophageal. Refluks terjadi ketika kita bersendawa dan merasakan asam di dalam mulut atau ada rasa terbakar.

Gejala utama penyakit GERD adalah heartburn atau rasa terbakar di dada, dan adanya aliran cairan asam atau pahit ke tenggorokan atau mulut.

Gejala-gejala lain yang dapat muncul meskipun jarang terjadi namun mengindikasikan adanya penyakit GERD antara lain:

  • Regurgitasi asam (beberapa saat setelah selesai makan, ada rasa makanan lagi dalam mulu)
  • Sulit atau nyeri ketika menelan
  • Air liur berlebihan
  • Tenggorokan sakit kronis
  • Radang laring atau serak
  • Gusi meradang
  • Gigi berlubang
  • Mulut bau
  • Nyeri dada (segera periksakan diri ke dokter)

Diagnosis GERD

Kombinasi dari heartburn dan regurgitasi adalah ciri khas yang umum pada penyakit GERD sehingga biasanya pemeriksaan lain tidak perlu dilakukan.

Pemeriksaan untuk memastikan penyakit GERD dilakukan bila gejala tidak khas, gejala refluks sangat berat sehingga ada kekhawatiran terjadi kerusakan esophagus, gejala tidak membaik dengan terapi awal, atau dokter mempertimbangkan pembedahan anti refluks.

Pemeriksaan untuk penyakit GERD misalnya:

  • Endoskopi saluran cerna atas

Pemeriksaan ini dapat melihat lapisan dalam esophagus, lambung dan bagian pertama dari usus halus. Meskipun hanya 10–20% penderita refluks yang mengalami kelainan yang dapat dilihat saat endoskopi, prosedur ini penting untuk mengevaluasi komplikasi dan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain.

  • Tes refluks

Dua tes refluks yaitu

  • Wireless pH testing. Pemeriksaan ini memerlukan waktu 48 jam untuk mengevaluasi jumlah asam lambung dalam esophagus.
  • 24-Hour pH Impedance.
  • Manometri esophagus

Pemeriksaan ini tidak dapat mendiagnosis penyakit GERD akan tetapi dokter menggunakan pemeriksaan ini untuk menyingkirkan kondisi lain yang menyerupai penyakit GERD.

Pemeriksaan ini adalah bagian penting dari proses penilaian sebelum dilakukan pembedahan anti refluks.

  • Barium esophagram

Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan yang paling sering pada penyakit GERD. Pasien diminta menelan cairan barium kemudian menjalani pemeriksaan sinar X sehingga dokter dapat lebih mudah melakukan penilaian saluran cerna.

Bagaimana Cara Mengatasi GERD?

Terapi GERD ditujukan untuk menghentikan jumlah refluks atau mengurangi kerusakan lapisan dalam esophagus akibat cairan refluks.

Dokter mungkin akan merekomendasikan obat-obatan yang dijual bebas untuk mengatasi gejala, misalnya:

  1. Antasida. Obat golongan ini membantu menetralkan asam dalam esophagus dan lambung, dan menghentikan gejala heartburn. Akan tetapi penggunaan jangka panjang dapat memiliki efek samping seperti diare, perubahan metabolisme kalsium, dan penumpukan magnesium dalam tubuh. Hal ini sangat berbahaya bagi penderita penyakit ginjal. Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mengkonsumsi obat golongan ini.
  2. H2 blockers. Obat golongan ini digunakan pada refluks dan heartburn yang kronis. Obat golongan ini membantu menghambat pengeluaran asam lambung.
  3. Proton pump inhibitor. Obat golongan ini juga dapat menghambat pembentukan asam lambung.
  4. Prokinetik. Pada kasus yang jarang, obat-obat ini membantu pengosongan lambung lebih cepat sehingga asam lambung tidak terlalu banyak. Obat golongan ini juga membantu pada pasien dengan gejala kembung, mual dan muntah. Akan tetapi obat golongan ini dapat memiliki efek samping serius sehingga penggunaannya harus dibatasi.

Mengubah Pola Makan dan Gaya Hidup

Selain dengan obat-obatan, mengubah pola makan dan gaya hidup dapat membantu mengurangi gejala penyakit GERD.

  • Hindari makanan dan minuman yang dapat mencetuskan refluks dan mengiritasi lapisan esophagus, seperti buah dan jus kelompok sitrus, produk tomat dan paprika.
  • Makan dalam jumlah lebih sedikit, dan makan setidaknya 2 hingga 3 jam sebelum tidur.
  • Makan perlahan dan kunyah makanan dengan sempurna.
  • Berhenti merokok. Merokok dapat melemahkan katup esophagus bawah. Berhenti merokok adalah langkah penting untuk mengurangi gejala penyakit GERD.
  • Tinggikan kepala 15–20 cm ketika tidur untuk mengurangi refluks isi lambung ke esophagus.
  • Kurangi berat badan terutama bila Anda kelebihan berat badan.
  • Gunakan pakaian longgar karena pakaian yang ketat terutama di pinggang akan menekan perut dan bagian bawah esophagus.

Komplikasi GERD

GERD yang berat dapat menimbulkan komplikasi seperti:

  • Esophagitis (radang esophagus)
  • Striktur esophagus (penyempitan saluran esophagus)
  • Penyakit Barrett’s

 

 

 

 

Referensi:

  • https://batashmedical.com/gastroesophageal-reflux-disease-gerd/ (Gambar cover)
  • https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/related-conditions/gastroesophageal-reflux-disease
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gastroesophageal-reflux-disease-gerd
  • https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/reflux-disease-gerd-1#1