Penyakit
23-02-2018

Kanker Tonsil (Amandel)

Kanker Tonsil adalah keganasan pada tonsil (amandel).

Kanker tonsil terutama menyerang pria dan berhubungan erat dengan merokok serta pemakaian alkohol. Temuan baru menunjukkan bahwa infeksi virus human papiloma (HPV) juga berhubungan dengan terjadinya kanker tonsil. Orang-orang bukan perokok tampaknya memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik. Kanker tonsil paling sering terjadi pada orang-orang berusia 50-70 tahun dan seringkali menyebar ke kelenjar getah bening di leher.

Biasanya gejala awal yang muncul adalah nyeri tenggorokan. Nyeri seringkali menjalar ke telinga pada sisi yang sama dengan tonsil yang terkena. Terkadang muncul benjolan di leher akibat penyebaran kanker ke kelenjar getah bening dan dapat terjadi sebelum gejala lainnya muncul.

Untuk menegakkan diagnosis, dilakukan biopsi terhadap jaringan tonsil (amandel). Contoh jaringan kemudian diperiksa di bawah mikroskop dan dilihat apakah terdapat sel-sel keganasan.

Karena merokok dan alkohol juga berhubungan dengan terjadinya kanker yang lain, maka juga perlu dilakukan pemeriksaan laringoskopi, bronkoskopi dan esofagoskopi untuk memeriksa keadaan laring, saluran nafas, dan esofagus. Selain itu pemeriksaan rontgen dada dan CT scan kepala dan leher juga seringkali dilakukan.

Pengobatan yang diberikan dapat berupa terapi penyinaran (radiasi), pembedahan, dan kemoterapi. Tumor yang kecil dapat diatasi dengan pembedahan saja atau terapi penyinaran. Tumor yang besar seringkali diterapi dengan kombinasi kemoterapi dan terapi penyinaran. Pembedahan mungkin diperlukan untuk tumor yang tidak berespon dengan kombinasi terapi tersebut. Pembedahan dapat dilakukan untuk mengangkat tumor, kelenjar getah bening leher, atau bahkan sebagian dari rahang bawah.

- S, Richard V. Tonsillar Cancer. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.